Ide Bubarkan MBG Tidak Waras dan Picu Krisis Baru
- Istimewa
tvOnenews.com - Usulan dan teriakan dari sejumlah pihak yang mendesak pembubaran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai Azis Samual, tokoh senior Partai Golkar, sebagai pemikiran yang tidak waras dan tidak masuk akal. Pasalnya, program strategis nasional ini telah menjadi motor penggerak ekonomi yang menghidupi jutaan masyarakat dan melibatkan investasi berskala besar.
"Jika program ini dihentikan, Indonesia justru akan dihadapkan pada ancaman krisis sosial dan ekonomi baru di tengah-tengah masyarakat," kata Azis.
Pembubaran program MBG ini dinilai Azis akan menghancurkan ekosistem ekonomi kita yang saat ini sedang berjalan dan menghidupi jutaan orang. Saat ini terdapat 1,28 juta pekerja dapur SPPG yang kehidupan mata pencahariannya sepenuhnya bergantung pada keberlangsungan program ini. Demikian juga dana pihak swasta yang sudah mencapai lebih dari 40 Triliun Rupiah yang telah diinvestasikan untuk membangun infrastruktur pendukung MBG. Kemudian ada 142.000 lebih pelaku usaha yang saat ini aktif sebagai pemasok eksisting untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku MBG.Â
"Jadi, kalau program MBG ini dibubarkan maka saya pastikan akan timbul masalah baru yang mengakibatkan munculnya krisis baru masyarakat kita. Sangat tidak masuk akal apabila ada pemikiran yang mengatakan program ini harus dibubarkan. Alih-alih menghentikan program, fokus utama seluruh elemen bangsa saat ini adalah mengawal jalannya program agar tepat sasaran. Tantangan terbesarnya adalah memastikan aspek akuntabilitas dan transparansi anggaran. Memastikan distribusi makan bergizi menjangkau anak-anak target penerima manfaat yang membutuhkan, dengan tepat sasaran serta memastikan tidak ada sepeser pun uang negara yang bocor atau dicuri dalam pelaksanaan program ini (zero leakage), karena pertaruhannya adalah masa depan generasi emas Indonesia," kata Azis yang merupakan tokoh nasional yang berasal dari negeri liang kecamatan salahutu kabupaten maluku tengah  Provinsi Maluku.Â
Kritik yang menyerang latar belakang Kepala BGN, Â Nanik S Deyang, sebagai mantan wartawan dan dianggap tidak kompeten dinilai oleh Azis sebagai pandangan yang keliru dan dangkal. Salah satunya adalah pernyataan dari mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang menyebut wartawan tidak kompeten memimpin BGN.Â
Load more