BMKG Kotim Perdiksi Kekeringan Berpotensi Meningkat
- antara
Dari sisi potensi kebakaran, BMKG menggunakan sejumlah indikator, di antaranya Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang menggambarkan tingkat kemudahan bahan bakar permukaan untuk terbakar.
Mulyono menyebut pada periode 24 hingga 30 Agustus, potensi kemudahan terbakar pada lapisan permukaan atau sekitar 1-2 sentimeter berada pada kategori sangat tinggi.
Kondisi serupa juga mulai terlihat pada lapisan tanah yang lebih dalam. Pada lapisan sekitar 2-5 sentimeter, potensi kebakaran dinilai semakin meningkat karena dalam beberapa waktu terakhir wilayah Kotim belum memperoleh suplai hujan yang memadai.
“Apalagi kalau sudah merambat, posisinya akan menyebar lebih cepat,” sebutnya.
Sementara itu, pada lapisan lebih dalam atau sekitar 10 sentimeter ke bawah, tingkat kemudahan terbakar di bagian selatan Kotim juga berada pada kondisi sangat tinggi hingga akhir Agustus.
Kondisi itu menunjukkan kekeringan tidak hanya berdampak pada bahan bakar permukaan, tetapi juga telah meningkatkan kekeringan pada lapisan tanah yang lebih dalam sehingga api berpotensi bertahan dan meluas ketika terjadi kebakaran.
BMKG juga memprakirakan peluang pertumbuhan awan hujan masih terbuka secara terbatas pada 24-25 Agustus, terutama di wilayah utara Kotim, dengan peluang sekitar 50-70 persen.
Namun, peluang tersebut menurun drastis mulai 25 hingga 30 Agustus. Potensi pertumbuhan awan hujan pada periode tersebut diperkirakan sangat rendah hingga nihil.
“Jadi untuk prakiraan cuaca kita seminggu ke depan masih panas,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait agar meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kemudahan terbakar tinggi.
(ant)
Load more