GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sulsel Peringkat 4 Pilkada Rawan

Tingkat kerawanan Pilkada di wilayah sulsel, berdasarkan indeks kerawanan Bawaslu Sulawesi Selatan tempati rangking 4, indeks dari mabes polricapai rangking 10.
Sabtu, 26 Oktober 2024 - 21:36 WIB
Silaturahmi Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan di kantor biro tvOne Makassar
Sumber :
  • Muhammad Noer

Makassar, tvOnenews.com - Tingkat kerawanan Pilkada di wilayah sulsel, berdasarkan indeks kerawanan Bawaslu Sulawesi Selatan menempati rangking empat, sementara untuk kerawanan di sulsel indeks dari mabes polri itu mencapai rangking 10. Hal tersebut diungkap Kapolda sulsel Irjen Pol Yudhiawan, dalam kunjungannya di kantor tvOne Biro Makassar.


“Pada intinya kami dari Polda Sulawesi Selatan tetap kita harus lebih fokus kepada Pilkada supaya tingkat kerawanan ini menjadi aman, maka dari itu dirinya membutuhkan partisipasi semua pihak yaitu untuk menjaga jangan terjadi konflik,” ujar Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, Jumat (25/10/2024).  

Yudhiawan menyampaikan, perbedaan pilihan merupakan hal yang lumrah, namun harus tetap menjaga situasi Sulawesi Selatan yang hangat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ingat ini adalah daerah dengan kemajuan tertinggi untuk wilayah Indonesia Timur. Investasi juga banyak nantinya akan ada di Sulawesi Selatan Ini kita jaga supaya proses tetap aman sehingga kondusif sehingga semua kegiatan masyarakat ataupun yang lain dapat tercapai dengan baik indikator kerawanan," tambahnya.

Menurut Jenderal bintang dua ini, kerawaan dalam pilkada bisa dipicu sejumlah hal, diantaranya ujaran, kebencian, konflik di media sosial, dan money polytics.


”Kalau kita lihat yang dari bawah dulu itu adalah konflik kerawanan di mulai dari paslonnya, saat kampanye, kontestasi politik, konflik media sosial, ujaran kebencian," ungkapnya.

Saya tidak melihat dan menganggap rangking berapa pun, pilkada memiliki kerawanan tersendiri bisa rawan sekali bisa tidak rawan, dengan itu polda sulsel dengan berpartispasi semua pihak.

Sementara Yudhiawan menyebutkan, di wilayah Sulsel terdapat banyak pasangan calon Kepala Daerah, dimulai dari satu lawan satu, tiga paslon, empat paslon, hingga lawan kotak kosong, yang masing-masing tetap memiliki potensi kerawanan.

"Tapi saya menganggap semuanya itu rawan, tapi klasifikasikan yang paling rawan itu adalah paslon satu lawan satu, karena pasti pihak yang berkompetisi untuk segala cara untuk menang. Bagi Paslon jangan coba-coba anda melakukan money politik atau politik uang karena memberi dan menerima itu akan kita kenakan pidana tetap salah," jelasnya. 

Lebih lanjut, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono tentang personil yang di siapkan untuk melakukan pengamanan dalam menghadapi pilkada serentak menjelaskan, anggota dari Polda Sulawesi Selatan sebanyak 18.000, 535 untuk pengamanan pilkada adalah 2/3 nya sekitar 1236 kemudian yang tingkat untuk menjaga TPS, sebanyak 759 dan untuk pengawalan, termasuk 96 personil yang disiapkan untuk pengawalan, termasuk KPU Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

“Kekuatan 2/3 itu masih terbagi lagi untuk sampai dengan tingkat kabupaten kota semuanya terbatas jadi semuanya intinya 2/3 untuk pengamanan Pemilu sepertiganya untuk melaksanakan tugas rutin tugas-tugas kita juga melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka untuk mendukung pengamanan  terkait dengan yang hal lain,” tutup Kapolda.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.
Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Publik terheran dengan keputusan juri terhadap seorang siswi SMAN 1 Pontianak pada ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR RI. Ini kronologinya

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT