GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gadis Penjual Gorengan Dirudakpaksa Sepuluh Remaja di Baubau Usai Dicekoki Miras

Seorang gadis penjual gorengan berusia 14 tahun dirudapaksa sepuluh remaja pria usai dicekoki minuman keras. Tindakan asusila ini dialami korban berkali-kali di empat lokasi yang berbeda di Kota Baubau.
Sabtu, 15 Februari 2025 - 14:39 WIB
Korban bersama ibunya melapor ke Polres Baubau
Sumber :
  • Jamil Azali

Baubau, tvOnenews.com - Seorang gadis penjual gorengan berusia 14 tahun dirudapaksa sepuluh remaja pria usai dicekoki minuman keras. Tindakan asusila ini dialami korban berkali-kali di empat lokasi yang berbeda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Bahkan korban sempat ditawari ke pria hidung belang dengan upah lima ratus ribu rupiah namun korban menolak.

Gadis penjual gorengan tersebut masih duduk di bangku kelas VIII di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Baubau, sementara sang ibu hanya seorang pedagang sayur keliling yang kini kondisinya sakit-sakitan. 

Setiap hari sepulang dari sekolah korban kerap membantu ibunya mencari nafkah menjual gorengan buatan ibunya dengan berjalan kaki berkeliling kampung. Korban memiliki seorang kakak laki-laki namun jarang pulang lantaran bekerja di daerah yang berbeda sebagai kuli bangunan, sementara sang ayah telah meninggal karena sakit sejak korban berusia dua tahun.

November 2024 awal mula korban yang berinisial KK mengalami rudapaksa oleh seorang teman prianya, peristiwa itu kemudian berulang dengan pelaku yang berbeda. Untuk memuluskan aksinya, para pelaku mencekoki korban dengan minuman keras dan memaksa korban melayani nafsu bejat mereka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban juga diancam akan diviralkan jika menolak keinginan para pelaku, korban yang tak berdaya hanya bisa pasrah. Tindakan asusila yang dialami korban terjadi di beberapa lokasi yang berbeda sejak November 2024 hingga awal Februari 2025, korbanpun tak berani buka mulut lantaran takut akan ancaman para pelaku.

"Anak saya ini dikasi minum minuman keras baru diancam akan diviralkan, terpaksa anak saya hanya pasrah saja karena takut, pelakunya itu ada sepuluh orang tapi baruima orang yang ditangkap, " ungkap HY, ibu korban saat ditemui di rumahnya, Kamis (13/2/2025).

Menurut ibu korban, kasus ini terungkap setelah beredar gosip korban sedang hamil hingga pihak sekolah memanggil korban untuk klarifikasi. Saat itulah korban mengaku telah mengalami tindakan asusila yang dilakukan sepuluh remaja namun korban tidak hamil. Bahkan korban sempat ditawari ke pria hidung belang oleh teman wanitanya dengan upah lima ratus ribu rupiah namun korban menolak. Atas kejadian itu ibu korban langsung melaporkan para pelaku ke polisi.

"Waktu itu saya dipanggil di sekolahnya kata gurunya anak saya ini sudah mengalami tindakan asusila dan pelakunya, saya hanya bisa sapu dada kasian, bahkan anak saya cerita bahwa ada temannya yang cewek tega juga mau jual anak saya ke om-om mau dibayar 500 ribu tapi anak saya tidak mau, " tutur HY dengan nada sedih.

Berdasarkan keterangan korban, polisi dari Satreskrim Polres Baubau berhasil mengidentifikasi para pelaku dan bergerak cepat menangkap lima pelaku yang masih di bawah umur. Polisi juga telah mengantongi nama lima pelaku lainnya yang kini dalam pengembangan untuk dilakukan penangkapan.

"Kami telah mengambil keterangan korban, menurut pengakuannya diduga ada sepuluh remaja pria yang menjadi pelaku dan sementara ini sudah lima pelaku yang kami amankan, untuk yang lima orang lagi kami sudah kantongi identitas mereka, ini masih dalam pengembangan," ungkap Kasat Reksrim Polres Baubau, Iptu Ridlo Muzayyin Basuki.

Pasca tindakan asusila yang dialaminya, korban mengalami trauma, kini korban dan ibunya sudah tidak berjualan lagi lantaran Sang ibu menderita tumor ganas. Ibu korban berharap para pelaku mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. (jai/frd)  

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo geleng-geleng kepala setelah sering menerima laporan bahwa orang-orang yang dipercaya dan diangkatnya menjadi pejabat ternyata mencuri uang rakyat.
John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman akhirnya buka suara soal Teja Paku Alam yang belum dipanggil Timnas Indonesia meski tampil impresif bersama Persib dan mencatat 17 clean sheet.
Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Media Inggris menyebut Timnas Indonesia mengalami peningkatan pesat jelang Piala Asia 2027. Skuad Garuda bahkan jadi sorotan dalam grup neraka.
Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 12 calon haji asal Sumut gagal berangkat ke Tanah Suci
John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT