Atasi Banjir, Pemkot Makassar Kerahkan Ekskavator
- Antara
tvOnenews.com - Untuk mengeruk dan menormalisasi drainase di Kecamatan Manggala khususnya di blok 8 dan 10 yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya, Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengerahkan ekskavator.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar Zuhaelsi Zubir di Makassar, Minggu, mengatakan pengerahan alat berat itu sesuai dengan instruksi Wali Kota Makassar setelah sebelumnya telah berkonsultasi dengan para akademisi mencari solusi penanganan banjir.
"Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi," ujarnya.
Zuhaelsi mengungkapkan penanganan banjir di Manggala mulai dilakukan dengan pendekatan yang lebih terencana dan berbasis kajian.
Ia menerangkan, Pemkot Makassar telah menggandeng akademisi melakukan kajian serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi persoalan banjir di blok 8 dan blok 10.
Hasilnya, beberapa upaya penanganan di lapangan, di antaranya normalisasi saluran air, pengerukan sedimen yang selama ini menghambat aliran drainase dan perbaikan beton bertulang pracetak (box culvert) di titik rawan.
"Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah teknis untuk meningkatkan kapasitas aliran air, sehingga sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal saat curah hujan tinggi," katanya.
Selain itu, mengoptimalkan fungsi kolam retensi atau waduk sebagai penampung air saat curah hujan tinggi. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir yang selama ini membayangi kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan normalisasi dan peningkatan kapasitas saluran tersebut, diharapkan sistem drainase di wilayah Blok 10 Antang dapat bekerja lebih efektif dalam mengalirkan air ke saluran pembuangan utama.
"Sesuai arahan pak Wali Kota, bagaimana solusi nyata agar warga di blok 10 dan lainnya tidak mengungsi saat musim hujan. Inilah pengerjaan normalisasi saluran kami lakukan dengan mendatangkan alat berat ekskavator," tambah Zuhaelsi.
Dengan demikian, risiko genangan yang selama ini kerap terjadi dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
Menurut Zuhaelsi, pihaknya juga melakukan penggantian box culvert yang sebelumnya memiliki dimensi lebih kecil yang sebelumnya berukuran 50 sentimeter kini diganti dengan dimensi yang lebih besar, yakni 80 sentimeter, guna memperbesar kapasitas aliran air.
"Perubahan dimensi tersebut, kami lakukan karena lokasi saluran berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang langsung terhubung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang," ucapnya.
Load more