Viral Pria di Makassar Minum Oli Diklaim Bikin Kuat, Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Oli Tertelan
- Tangkapan layar instagram
tvOnenews.com - Video sekelompok pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang meminum oli secara bergiliran di sebuah masjid menjadi perhatian setelah beredar di media sosial.
Aksi tersebut dilakukan dengan keyakinan bahwa oli dapat membuat tubuh lebih kuat dan meningkatkan stamina. Salah seorang pria bahkan mengklaim merasakan perubahan setelah meminumnya.
Dalam video tersebut, seorang pria mengatakan bahwa dirinya yang sebelumnya tidak terbiasa melakukan push up tiba-tiba mampu melakukan beberapa kali setelah mengonsumsi oli.
Klaim tersebut kemudian menjadi bagian yang paling banyak disorot karena dapat menimbulkan anggapan bahwa pelumas kendaraan memiliki manfaat sebagai peningkat tenaga.
“Minum ini jadi kuat. Yang tidak pernah push up seperti saya sekali minum ini (oli) sudah bisa 5 kali push up,” ujar salah satu pria dalam video tersebut.
Masalahnya, oli bukanlah produk yang dibuat untuk dikonsumsi manusia. Secara medis, oli mesin termasuk kelompok hidrokarbon. Ketika tertelan, risikonya bukan hanya gangguan pada saluran pencernaan.
Cairan tersebut juga dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan kerusakan paru-paru yang serius. Poison Control di Amerika Serikat bahkan memasukkan *motor oil* dalam kelompok hidrokarbon yang berisiko menyebabkan aspirasi ketika tertelan.
Bukan Penambah Stamina, Oli Justru Berisiko Masuk ke Paru-Paru
Anggapan bahwa meminum oli dapat meningkatkan stamina tidak memiliki dasar medis yang menunjukkan manfaat tersebut. Sebaliknya, literatur toksikologi mencatat bahwa persoalan terbesar pada paparan hidrokarbon adalah kemungkinan cairan masuk ke paru-paru atau aspiration.
Poison Control menjelaskan bahwa oli motor memiliki sifat licin sehingga dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan ketika seseorang menelannya.
Risiko juga dapat muncul jika orang tersebut muntah setelah menelan oli, karena cairan dapat kembali masuk ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan iritasi paru, pneumonia, bahkan berujung pada kondisi yang mengancam nyawa.
Penelitian mengenai toksisitas hidrokarbon juga menunjukkan bahwa aspirasi merupakan salah satu komplikasi paling serius.
Cairan hidrokarbon yang mencapai paru-paru dapat menyebabkan *chemical pneumonitis*, yaitu peradangan paru akibat paparan bahan kimia. Kondisi tersebut dapat disertai gangguan oksigenasi, pembengkakan paru, hingga kerusakan jaringan paru.
Artinya, seseorang mungkin saja tidak langsung terlihat mengalami masalah setelah menelan oli. Namun, tidak munculnya gejala seketika bukan berarti tindakan tersebut aman.
- Tangkapan layar instagram
Apa yang Terjadi Jika Oli Masuk ke Tubuh?
Efek setelah menelan oli dapat berbeda tergantung jenis produk, jumlah yang tertelan, serta apakah cairan tersebut masuk ke paru-paru. Untuk paparan kecil yang hanya masuk ke lambung, efek yang dapat muncul antara lain gangguan saluran pencernaan seperti diare. Namun, situasinya menjadi jauh lebih serius ketika terjadi aspirasi.
Gejala akibat hidrokarbon masuk ke saluran pernapasan dapat berupa batuk, tersedak, sesak napas, nyeri dada, hingga demam.
Sebuah tinjauan kasus mengenai pneumonitis hidrokarbon menemukan sebagian besar pasien yang mengalami aspirasi menunjukkan gejala dalam 24 jam pertama, dengan batuk, nyeri dada, sesak napas, dan demam sebagai sejumlah gejala yang sering ditemukan.
National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) juga mencantumkan paparan hidrokarbon melalui konsumsi sebagai jalur paparan dan menyebut risiko *chemical pneumonitis* jika cairan teraspirasi. NIOSH menyarankan mendapatkan pertolongan medis setelah menelan bahan petroleum distillate.
Risikonya juga tidak selalu sama antara oli baru dan oli bekas. Poison Control menjelaskan bahwa oli bekas dapat mengandung kontaminan yang tidak terdapat pada oli baru karena pelumas mengalami paparan panas tinggi selama mesin beroperasi dan dapat membentuk senyawa baru.
Karena itu, meniru aksi dalam video dengan alasan ingin mendapatkan tenaga tambahan bukan eksperimen yang aman. Terlebih, kandungan setiap produk pelumas dapat berbeda sehingga efeknya tidak dapat dipukulratakan.
MUI Soroti Video Viral dan Potensi Ditiru
Aksi tersebut kemudian mendapat perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan. Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry, menyatakan bahwa oli bukan bahan yang diperuntukkan sebagai minuman manusia dan menyoroti potensi bahayanya.
“Oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram. Artinya, minum oli itu haram karena bukan minuman,” kata Muammar dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Ia juga mengingatkan agar viralnya video tersebut tidak membuat masyarakat menganggap tindakan meminum oli sebagai sesuatu yang wajar.
“Karena viral jangan sampai ini menjadi pembelajaran yang jelek bahwa minum oli itu boleh,” tegas Muammar.
“Apalagi, kalau misalnya dianggap bisa meningkatkan stamina dan kalau itu ditonton, kemudian diikuti oleh orang, ini berbahaya,” lanjutnya.
Pada akhirnya, klaim tubuh menjadi lebih kuat setelah minum oli dalam video tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa oli meningkatkan stamina.
Yang justru sudah diketahui dari literatur medis adalah risiko paparan hidrokarbon, terutama ketika oli masuk ke saluran pernapasan.
Karena itu, viralnya aksi tersebut lebih tepat dipandang sebagai peringatan bahwa konten media sosial yang terlihat seperti eksperimen sederhana dapat membawa risiko kesehatan serius ketika ditiru tanpa memahami dampaknya. (udn)
Load more