Lagi Asik Live TikTok Sambil Tantang Tawuran, Ketua Geng Motor Sadis di Makassar Mendadak Ciut Saat Diciduk Polisi
- Tangkapan layar Tiktok
tvOnenews.com - Momen sedang asyik melakukan siaran langsung di TikTok berubah menjadi kepanikan ketika polisi tiba-tiba menggerebek sebuah rumah di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan.Â
Ketua geng motor Waser, Al Kaisar (19), bersama sejumlah rekannya yang sebelumnya terlihat santai di depan kamera mendadak tak berkutik saat aparat datang menangkap mereka.
Al Kaisar dan lima rekannya bukan ditangkap karena sekadar membuat konten di media sosial. Polisi menduga kelompok tersebut terlibat dalam serangkaian aksi penyerangan terhadap warga menggunakan senjata tajam dan busur panah.Â
Bahkan, saat ditangkap, dua anggota kelompok itu tengah melakukan live TikTok untuk melakukan COD atau membuat janji bertemu dengan kelompok geng motor lain yang diduga berkaitan dengan rencana tawuran.
Peristiwa penangkapan tersebut menjadi bagian dari pengungkapan kasus penganiayaan terhadap seorang remaja di Jalan Ratulangi, Makassar.Â
Polisi menyebut korban diserang setelah bertemu kelompok geng motor pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Dalam penyerangan itu, korban diduga dikejar, ditarik dari sepeda motor, ditebas menggunakan parang, hingga terkena busur panah.
Diserang dengan Parang dan Busur Panah
Kasus tersebut bermula ketika korban sedang dibonceng menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan, korban bertemu dengan kelompok geng motor yang kemudian menghentikan laju kendaraan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan, kelompok tersebut mengancam korban menggunakan senjata berupa busur dan parang.
"Korban dibonceng jalan naik motor bertemu dengan kelompok geng motor kemudian dihentikan, diancam busur dan parang," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat konferensi pers, Kamis (24/9).
Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan. Salah satu pelaku menarik kaki korban ketika masih berada di atas sepeda motor. Pelaku lain yang membawa parang kemudian melakukan penebasan.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri. Namun, pengejaran terus dilakukan hingga korban kembali diserang menggunakan busur panah.
"Korban sempat lari dikejar lagi dilakukan penganiayaan lagi dibusur di lutut dan korban melarikan diri lagi sehingga bisa melapor ke Polrestabes Makassar," beber Arya.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Sangkala menambahkan, korban juga disebut sempat diculik oleh kelompok tersebut sebelum mengalami penganiayaan.
Load more