News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Warga Muhammadiyah Aceh Shalat Idul Adha di Kampus Unmuha dan 3 Lokasi Lainnya di Aceh

Ribuan jemaah warga Muhammadiyah Aceh melaksanakan Shalat Idul Adha 1444 Hijriah di halaman parkir kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Banda Aceh, Rab
Rabu, 28 Juni 2023 - 13:25 WIB
Ribuan umat Islam Aceh melaksanakan Shalat Idul Adha di halaman kampus Unmuha Banda Aceh, Rabu (28/6/2023).
Sumber :
  • Antara

Banda Aceh, tvOnenews.com - Ribuan jemaah warga Muhammadiyah Aceh melaksanakan Shalat Idul Adha 1444 Hijriah di halaman parkir kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Banda Aceh, Rabu (28/6/2023).

"Untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha ini memang dipusatkan di kampus, dan ada tiga titik khusus di wilayah Banda Aceh," kata Ketua MPI PW Muhammadiyah Aceh Mimi Asri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaksanaan Shalat Idul Adha Muhammadiyah Aceh tersebut diimami oleh Teuku Raiyan Fadjrul dan khatib Dr Ali Abubakar. Dalam ceramahnya, Ali Abubakar menyampaikan bahwa kurban adalah salah satu ibadah yang paling tua, memiliki sejarah panjang. Di mana, banyak yang menghubungkan kurban dengan peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

"Namun, sejatinya praktik berkurban ini telah hadir sejak Habil dan Qabil, yakni dua putra nabi Adam," kata Dr Ali.

Dirinya mengatakan sebenarnya kurban juga tidak hanya menjadi ajaran dari agama Islam, tetapi juga ajaran semua agama, agama langit, bumi bahkan ajaran beberapa filsafat hingga Yunani kuno.

Tetapi, kurban dari ajaran tersebut dapat dikatakan sebagai persembahan kepada tuhan dan dewa yang dianggap tidak memiliki perhatian terhadap manusia. Lalu, para dewa itu dibujuk dengan kurban agar peduli dengan manusia.

Pemahaman ini, kata Ali, kemudian diubah, direkonstruksi oleh Nabi Ibrahim, melalui dakwah yang dilaksanakan untuk mengubah ajaran agama tersebut menjadi lebih etis yakni agama yang senantiasa baik terhadap manusia.

"Kurban diubah, dari kurban manusia menjadi kurban hewan, Nabi Ibrahim sukses mengakhiri kurban manusia, dan digeser menjadi hewan. Itulah peristiwa besar dalam sejarah kemanusiaan yang dipraktekkan oleh nabi Ibrahim.

"Maka pesannya di sini adalah agar manusia berhenti mengorbankan manusia lainnya," kata Dr Ali Abubakar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain di lapangan parkir Unmuha, terdapat tiga titik lain yang melaksanakan Shalat Idul Adha di Banda Aceh, yaitu Stikes Muhammadiyah Aceh dan di SD 2 Muhammadiyah Banda Aceh serta di kabupaten/kota se Aceh. (ant/wna)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

Sebanyak 178.897 tiket kereta api jarak jauh tercatat telah terjual selama periode menjelang Idul Fitri atau mudik Lebaran 2026 keberangkatan dari Jakarta.
Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT