GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Selain Kesulitan Air, Pelaku Usaha Batu Bata Merah di Pali Juga Sepi Pembeli

Mengaku kesulitan air pada saat dilanda musim kemarau, saat ini para perajin industri batu bata merah di Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penuka
Jumat, 6 Oktober 2023 - 18:45 WIB
Aktivitas pekerja di bangsal batu bata merah
Sumber :
  • Tim tvOne/Boris

Pali, tvOnenews.com - Mengaku kesulitan air pada saat dilanda musim kemarau, saat ini para perajin industri batu bata merah di Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumatera Selatan, juga terkendala masalah pemasaran. 

Para perajin batu bata ini mengaku tidak bisa produksi secara maksimal karena sulitnya mendapatkan air untuk mengolah tanah liat yang mana menjadi bahan utama pembuatan batu bata merah. Selain itu, kendala pemasaran juga memengarui omzet pendapatan para perajin sejak beberapa bulan terakhir, karena permintaan batu bata dari konsumen langsung menurun. Penjualan batu bata terpaksa dilakukan melalui tengkulak dengan harga murah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sarkum, yang telah 14 tahun menjadi perajin batu bata merah, saat ditemui pada Jumat (6/10/2023), menjelaskan akibat sulitnya mendapatkan air yang akan digunakan untuk mengolah tanah, mengakibatkan dirinya harus mengurangi hasil produksi. Ia juga mengaku, bila dibandingkan dengan musim penghujan, dirinya bisa memproduksi bata merah secara maksimal karena kondisi air yang gampang dan pengolahan tanah yang mudah karena terkena air hujan. 

"Karena musim kemarau ini sumur sudah kering, jadi airnya beli dengan harga Rp200 ribu satu mobil tanki 5000 liter untuk 10 kubik pengolahan tanah liat, dan tentunya itu harus mengeluarkan modal tambahan lagi, jadi produksi saya kurangi. Kalau musim hujan, pengolahan tanahnya mudah karena terkena air hujan meskipun proses pengeringan batu bata menjadi lebih lama bila dibandingkan dengan musim kemarau, namun tidak membutuhkan modal tambahan untuk membeli air,” jelasnya.

Tak hanya sulitnya mendapatkan air, dirinya juga mengatakan terkendala masalah pemasaran dan modal. Akibat sulitnya mendapatkan air dan terkendala pemasaran, menyebabkan turunnya produksi dan harga batu bata, sehingga membuat omset penjualannya menurun.

"Susah air di musim kemarau, pemasaran yang kian sepi dan modal yang belum maksimal menjadi kendala yang kami hadapi saat ini,” ujarnya.

Aprianto, perajin batu bata merah lainnya di wilayah yang sama, juga mengatakan saat ini kondisi industri batu bata sedang lesu. Biasanya, ia bisa menjual sebanyak 10.000 batu bata per bulan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, batu bata merah produksinya sulit laku. Ia mengaku belum mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab turunnya pasaran batu bata merah. Padahal menurutnya kualitas batu bata nya sama saja, dan juga harga yang dijual oleh perajin batu bata Desa Karta Dewa lebih murah dibandingkan daerah lain karena ongkos kirimnya tidak begitu besar.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masuk Masa Penyusunan, Ini Kategori Individu yang Diizinkan Dwi Kewarganegaraan

Masuk Masa Penyusunan, Ini Kategori Individu yang Diizinkan Dwi Kewarganegaraan

Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Dwi Kewarganegaraan Terbatas dan Khusus sedang disusun.
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan telah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH). 
Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kawasan Gang Hijau Cemara yang terletak di RW 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, kini tampil dengan wajah baru yang lebih teduh dan asri. 
Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Guna meningkatkan keunggulan kompetitif di industri pelumas dalam negeri, PT Pertamina Lubricants terus mengoptimalkan pengoperasian fasilitas produksi yang didukung oleh teknologi mutakhir.
Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Kebijakan Pemerintah Daerah untuk menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, ditambah dengan terus melonjaknya volume limbah rumah tangga, sempat menjadi tantangan besar bagi warga Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. 

Trending

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan telah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH). 
Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kawasan Gang Hijau Cemara yang terletak di RW 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, kini tampil dengan wajah baru yang lebih teduh dan asri. 
Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Kebijakan Pemerintah Daerah untuk menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, ditambah dengan terus melonjaknya volume limbah rumah tangga, sempat menjadi tantangan besar bagi warga Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. 
Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Guna meningkatkan keunggulan kompetitif di industri pelumas dalam negeri, PT Pertamina Lubricants terus mengoptimalkan pengoperasian fasilitas produksi yang didukung oleh teknologi mutakhir.
Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Selebgram Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap adanya informasi tambahan yang ia berikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Masuk Masa Penyusunan, Ini Kategori Individu yang Diizinkan Dwi Kewarganegaraan

Masuk Masa Penyusunan, Ini Kategori Individu yang Diizinkan Dwi Kewarganegaraan

Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Dwi Kewarganegaraan Terbatas dan Khusus sedang disusun.
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT