GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satu Keluarga di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas, Begini Kehidupannya Sehari-hari

Tewasnya satu keluarga yang diduga dibunuh, warga Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, pada Rabu (20/12) masih terus dilakukan penyelidikan oleh pih
Kamis, 21 Desember 2023 - 14:37 WIB
Proses evakuasi korban pembunuhan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sumber :
  • Tim tvOne/Puja Kesuma

Musi Banyuasin, tvOnenews.com - Tewasnya satu keluarga yang diduga dibunuh, warga Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, pada Rabu (20/12) masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian Polres Musi Banyuasin.

Keempat korban merupakan seorang ayah bernama Heri (50) dan dua anaknya Marsel (12) Aurel (5, serta seorang nenek Jurai (70). Semuanya ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di tiga lokasi yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keempat korban tinggal di sebuah rumah panggung yang jauh dari pemukiman warga lainnya, dan hidup terpencil di tengah kebun. Menurut warga, Heri yang sudah bercerai dengan isterinya, harus mengasuh kedua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak.

Saat ditemukan, keempatnya sudah membusuk, dan ditemukan oleh warga yang sedang membersihkan kebun. Korban diduga dibunuh karena sepeda motor serta benda berharga milik korban juga hilang, sementara para korban dipenuhi dengan luka bacokan di tubuhnya.

"Sudah lama mereka tinggal di rumahnya itu, rumahnya itu terpencil dan di tengah kebun. Padahal sebelumnya korban ketemu dengan saya dan mengobrol biasa, setelah mendapat kabar, korban meninggal dunia, saya yakin itu dibunuh,” ungkap Edi warga Sekayu.

Kondisi rumah empat korban tewas dibunuh di Musi Banyuasin. (tim tvOne/Puja Kusuma)

Sementara, Kapolres Musi Banyuasin AKBP Imam Syafi'i melalui Plt Kasat Reskrim Iptu Dedi Kurniawan mengatakan, polisi terus melakukan penyidikan dengan mengumpulkan saksi dan barang bukti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita masih terus melakukan penyidikan, memang ada dugaan kriminal terjadi pada keempat korban. Para korban meninggal dunia di tiga tempat yang berbeda, dan kini masih kita lakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara di Palembang,” pungkas Plt Kasat Reskrim, Kamis (21/12).

Tewasnya satu keluarga ini, menimbulkan banyak dugaan dari perampokan hingga unsur dendam. (pka/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Persija Jakarta kalah dengan skor 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026). 
Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program preventif untuk mengatasi banjir di wilayah dataran tinggi Cianjur. 
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program preventif untuk mengatasi banjir di wilayah dataran tinggi Cianjur. 
Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Persija Jakarta kalah dengan skor 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT