News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengaku Polisi, Pria Halangi Kerja Wartawan Tvone saat Mengambil Gambar Tersangka Dosen Cabul Mahasiswi

Terlihat pria berbaju putih dan menggunakan topi, diduga mencoba menghalangi kerja Dermawansyah wartawan televisi swasta saat pengambilan video tersangka digiring ke mobil tahanan
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:48 WIB
Mengaku Polisi, Pria Halangi Kerja Wartawan Tvone saat Mengambil Gambar Tersangka Dosen Cabul Mahasiswi
Sumber :
  • Tim Tvone/Arifin

Pekanbaru, Riau - Sempat terjadi keributan di Kejaksaan Negeri Pekenbaru saat penahanan Dekan Fisip UNRI Syafri Harto kasus dugaan pencabulan mahasiswi.

Terlihat pria berbaju putih dan menggunakan topi, diduga mencoba menghalangi kerja Dermawansyah wartawan televisi swasta saat pengambilan video tersangka digiring ke mobil tahanan.
 
Sempat terjadi cekcok mulut antara wartawan hingga tersangka dibawa pergi menggunakan mobil tahanan.
 
Pria yang diduga menghalangi kerja wartawan tersebut, kembali mendatangi wartawan, dan di saat itulah sejumlah wartawan yang sedang melaksanakan tugas mencoba menengahi, alhasil keributan tak terhindarkan, terlebih saat pria itu mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Riau. 
 
Keributan mereda, setelah pria tersebut masuk ke dalam mobil yang juga ditumpangi kuasa hukum dari Syafri Harto. Tak diketahui, siapa dan apa kepentingannya datang ke Kantor Kejari Pekanbaru sebenarnya.
 
Namun berdasarkan hasil penelusuran, pria itu merupakan oknum anggota polisi yang berdinas di jajaran Polres Kampar. Informasinya, dia berinisial DT, dengan pangkat Aipda.
 
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, sudah mengambil tindakan atas informasi adanya oknum polisi yang diduga mencoba menghalangi proses peliputan wartawan tersebut.
 
"Saya sudah komunikasikan ke Kapolres Kampar, untuk panggil yang bersangkutan, dalam rangka apa dan kepentingannya apa di sana," kata Kombes Sunarto (18/01/2022)
 
"Kalau sudah ada info keterangan dari Kampar nanti saya sampaikan," imbuhnya.
 
Syafri Harto Dekan di Universitas Negeri Riau ditahan Kejaksaan Tinggi Riau terkait kasus dugaan pencabulan, setelah Polda Riau melimpahkan berkas perkara pada Senin (17/1/2022).
 
Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Jaja Subagja menyebut penahanan sudah sesuai dengan aturan. Alasan ditahan ada kewenangan masing-masing.
 
"Kita ini berdasarkan Pasal 20 Ayat 2 dan Pasal 21 Ayat 1 dan 1 bahwa dalam penuntutan kejaksaan juga  berwenang melakukan penahanan," jelas Jaja.
 
Begitu juga, kata Jaja, Pasal 21 karna sudah cukup alat bukti dan syarat formil terpenuhi dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, dia juga, mepersulit persidangan, jangan sampai mengulangi hal yang sama. 
 
"Dia itukan seorang publik figurkan. Seharusnya seorang dosen atau dekan itu bisa memberikan contoh di dunia pendidikan. Penahanan sementara kita titipkan ke Polda Riau," sambungnya.
 
Sementara terkait pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan, Jaja berusaha menargetkan dalam minggu ini.
 
"Ya minggu inilah segera dilimpah ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Dan nanti kawan-kawan bisa melihat persidangan karena terbuka untuk umum. Jaksanya pak Kajari Pekanbaru ikut sidang ni, Aspidum juga ikut sidang. Kurang lebih ada 7 orang jaksa," katanya.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI angkatan 2018 berinisial L mengaku telah dilecehkan dosen pembimbingnya bernama Syafri Harto dilingkungan kampus. Itu diungkapkan L di media sosial Instagram di akun @komahi-ur. 
 
Dari pengakuan korban lewat video yang viral di medsos, sang dosen memeluk, mencium pipi dan kening, serta meminta bibirnya untuk dikecup dengan bahasa 'bibir mana bibir'. (Muhammad Arifin/Lno)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendagri Siapkan Sistem Peringatan Banjir Terpadu untuk Wilayah Perkotaan

Kemendagri Siapkan Sistem Peringatan Banjir Terpadu untuk Wilayah Perkotaan

Kemendagri mengembangkan sistem informasi banjir terpadu melalui NUFReP. Targetnya, laporan banjir diverifikasi maksimal satu jam dan penanganan dilakukan
Huawei Siapkan Merek HP Baru Starlight, Ponsel Perdana Disebut Usung Layar Lebar 6,3 Inci

Huawei Siapkan Merek HP Baru Starlight, Ponsel Perdana Disebut Usung Layar Lebar 6,3 Inci

Huawei dikabarkan menyiapkan submerek Starlight dengan HP perdana berlayar lebar 6,3 inci, chip Kirin, dan harga terjangkau. Simak bocorannya.
Review Trailer Hajatan Setan, Film Horor yang Mengungkap Sisi Gelap Tradisi di Pedesaan Jawa

Review Trailer Hajatan Setan, Film Horor yang Mengungkap Sisi Gelap Tradisi di Pedesaan Jawa

Film horor Hajatan Setan menghadirkan kisah perempuan yang pulang kampung dan terjebak teror tradisi kelam. Simak sinopsis, pemain, dan daya tarik filmnya.
Samsung Garap Tablet Lipat 17 Inci, Bakal Jadi Pesaing iPad Lipat Apple?

Samsung Garap Tablet Lipat 17 Inci, Bakal Jadi Pesaing iPad Lipat Apple?

Samsung dikabarkan mengembangkan tablet lipat 17 inci yang dapat dilipat menjadi 8 inci. Simak rumor, teknologi, dan persaingannya dengan Apple
Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, Raja Assist Super League Buktikan Kualitas dengan Bantu Kalahkan Persija

Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, Raja Assist Super League Buktikan Kualitas dengan Bantu Kalahkan Persija

Di tengah proses naturalisasi buat bela Timnas Indonesia, Taisei Marukawa kian curi perhatian di Super League. Bintang Jepang itu kembali buktikan kualitasnya.
Mau Buka Usaha Laundry? 6 Tips Menata Ruang dan Memilih Lantai agar Bisnis Lebih Efisien

Mau Buka Usaha Laundry? 6 Tips Menata Ruang dan Memilih Lantai agar Bisnis Lebih Efisien

Mau buka usaha laundry? Simak 6 tips menata ruang, memilih lantai epoxy, mengatur drainase, dan ventilasi agar operasional lebih nyaman, aman, dan efisien

Trending

Huawei Siapkan Merek HP Baru Starlight, Ponsel Perdana Disebut Usung Layar Lebar 6,3 Inci

Huawei Siapkan Merek HP Baru Starlight, Ponsel Perdana Disebut Usung Layar Lebar 6,3 Inci

Huawei dikabarkan menyiapkan submerek Starlight dengan HP perdana berlayar lebar 6,3 inci, chip Kirin, dan harga terjangkau. Simak bocorannya.
Kisah Bumi, Bocah yang Viral Nonton Persija Jakarta Sambil Nugas Sekolah dari Tribun JIS

Kisah Bumi, Bocah yang Viral Nonton Persija Jakarta Sambil Nugas Sekolah dari Tribun JIS

Bocah bernama Bumi (7), warga Sunter Jaya, Jakarta Utara, viral karena mendukung Persija Jakarta kontra Persik sambil mengerjakan tugas sekolah dari kursi JIS.
Kondisi Terkini Cucu yang Dibakar Neneknya di Depok Gara-Gara Tidak Dijemput Diungkap Polisi, Begini Nasib Sang Nenek

Kondisi Terkini Cucu yang Dibakar Neneknya di Depok Gara-Gara Tidak Dijemput Diungkap Polisi, Begini Nasib Sang Nenek

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan mengungkap kondisi terkini cucu yang dibakar neneknya di Depok. Kondisi korban yang terbakar hampir 80 persen masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Fatmawati.
Naturalisasi Timnas Indonesia Berubah Arah? Orang Dalam Sebut PSSI Mulai Tinggalkan Pemain Belanda

Naturalisasi Timnas Indonesia Berubah Arah? Orang Dalam Sebut PSSI Mulai Tinggalkan Pemain Belanda

Noor Korompot menyebut pemain keturunan di Belanda bukan lagi prioritas naturalisasi Timnas Indonesia. PSSI dikabarkan melirik diaspora di lima negara lain.
Kemenhut Tetapkan 2 Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2025 dan 2026

Kemenhut Tetapkan 2 Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2025 dan 2026

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia diselidiki pihak berwenang. Kini sudah sampai hasil penetapan tersangka, berikut penjelasan Kemenhut.
Sedia Payung, BMKG Sebut Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Seharian

Sedia Payung, BMKG Sebut Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Seharian

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberitahukan prakiraan cuaca hari ini untuk wilayah DKI Jakarta ada potensi hujan seharian.
Daftar 5 Negara yang Jadi Target PSSI usai Belanda Tidak Jadi Prioritas Naturalisasi Timnas Indonesia, Ada Jerman hingga Spanyol

Daftar 5 Negara yang Jadi Target PSSI usai Belanda Tidak Jadi Prioritas Naturalisasi Timnas Indonesia, Ada Jerman hingga Spanyol

PSSI dikabarkan mengalihkan fokus naturalisasi Timnas Indonesia dari Belanda ke lima negara. Simak daftar negara yang disebut masuk radar pencarian pemain.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT