GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Sebut Bawaslu Berperan Penting dalam Sukseskan Pilkada Serentak

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni menyebut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan jajarannya memiliki peran penting dalam menyukseskan Pemi
Rabu, 25 September 2024 - 16:21 WIB
Pj. Gubernur Sumut, Agus Fatoni menghadiri acara Peningkatan Kapasitas dalam Rangka Dukungan Fasilitasi bagi Bawaslu se Sumut dan Panwaslu Kecamatan se Sumut pada Pilkada Serentak Tahun 2024.
Sumber :
  • Tim tvOne/Tim tvOne

Medan, tvOnenews.com - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni menyebut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan jajarannya memiliki peran penting dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Hal ini disampaikan Fatoni dalam acara Peningkatan Kapasitas Dalam Rangka Dukungan Fasilitasi Bagi Bawaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan se-Sumut di Gedung MICC, Medan, Sumatera Utara, Senin (23/9/2024) malam.

"Bahwa kesuksesan Pilkada adalah tanggung jawab kita semua. Karena Pilkada itu 5 tahun sekali, dan ini adalah sejarah (Pemilihan) terbesar di dunia. Sekaligus tantangan bagi kita untuk membuktikan, meyakinkan semua bahwa Pilkada bisa aman, lancar dan sukses," ujar Fatoni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mencapai sukses pelaksanaan, khususnya dari segi pengawasan Pilkada. Pj Gubernur Sumut menilai kegiatan peningkatan kapasitas, pendidikan, pelatihan serta yang berkaitan dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi penting. 

"Kita bersyukur, dengan jajaran Bawaslu, di tangan rekan-rekan semua, pertaruhan pelaksanaan Pilkada ini menjadi tanggung jawab kita," tegasnya.

Kemudian, Fatoni mengingatkan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sesuai aturan perundang-undangan dan tata cara pelaksanaan Pilkada.

"Kembali saya ingatkan bahwa keberhasilan Pilkada juga ditentukan oleh Bapak/Ibu semua. Karenanya agar bisa menjalankan tugas dengan baik, kita harus jadi orang terhebat dan unggul, yaitu, pintar, cerdas, kreatif dan inovatif,” sebut Fatoni.

Menurutnya, orang pintar itu banyak ilmu pengetahuan, sering mengikuti kegiatan ilmiah, membaca, dan kegiatan serupa sedangkan cerdas adalah yang mampu menggunakan kepintarannya. Kemudian kreatif, yaitu bekerja dan berfikir dengan cara berbeda dan efisien. Sementara itu, inovatif adalah orang yang mampu menciptakan inovasi di setiap bidang pekerjaannya sehingga hasilnya melampaui target kerja.

"Kita semua akan menjadi pelaku sejarah, karena ikut menyukseskan Pilkada di Sumut. Jangan sia-siakan kesempatan, karena ini adalah provinsi yang besar, baik luas wilayah, jumlah (33) Kabupaten/Kota serta yang terbesar keempat jumlah penduduknya. Maka apa yang terjadi di Sumut, akan berkontribusi besar bagi Indonesia, karena akan menjadi contoh," jelas Fatoni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumut Aswin Diapari Lubis menyampaikan bahwa semangat pengawasan harus tertanam di dalam diri para pengawas, baik Bawaslu Kabupaten/Kota, terkhusus Panwaslu Kecamatan.

"Intinya, jaga kesehatan, fisik harus kuat dan tidak boleh lemah, hingga sampai Pilkada selesai. Jaga integritas, selalu berkoordinasi, sehingga yang tidak diketahui bisa dibantu dan dibimbing oleh pimpinan di Kabupaten/Kota," pungkasnya didampingi Anggota Bawaslu lainnya. (tim tvOne)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Dalam pemilihan hewan kurban, umat muslim memiliki opsi berkurban seekor kambing secara individu atau patungan satu ekor sapi diperuntukkan bagi tujuh orang.
Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT