GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tebas Tangan Korban hingga Putus, 2 Pria di Merangin Jambi Ditangkap Polisi

Kapolres Merangin, AKBP Roni Syhendra mengatakan, kedua pelaku tega menganiaya korban hingga berniat untuk melakukan pembunuhan, dikarenakan ada dendam lama.
Senin, 7 Juli 2025 - 13:17 WIB
Kedua pelaku ditangkap polisi.
Sumber :
  • Darlianto

Merangin, tvOnenews.com - Nasib nahas yang dialami Juli, warga Desa Sungai Tebal, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi, nyaris tewas usai ditebas dan ditikam oleh Putra (19) dan Riau Wanja alias Anja (28).

Akibat perbuatan sadis dari kedua pelaku, korban mengalami luka dibagian kepala, wajah robek, pelipis berlubang, dan pergelangan tangan terputus, hingga korban sempat tak sadarkan diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres Merangin, AKBP Roni Syhendra mengatakan, kedua pelaku tega menganiaya korban hingga berniat untuk melakukan pembunuhan, dikarenakan ada dendam lama.

“Kedua pelaku yang tega hendak membunuh korban, lantaran kedua pelaku memiliki dendam lama kepada korban," kata AKBP Roni Syahendra, Senin (7/7/2025).

Peristiwa sadis ini terjadi pada Jumat (4/7/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, saat kedua pelaku sedang memperbaiki jalan, dan melihat korban (Juli) melintas dengan sepeda motor. Tanpa ragu, kedua pelaku langsung mengejar korban dengan niat untuk menghabisinya.

Awalnya, Riau Wanja langsung mengejar korban dengan sepeda motor, sementara Putra mengikuti dari belakang dengan berjalan kaki. Pisau dihujamkan berkali-kali ke kepala dan punggung korban. Tidak sampai disitu, kedua pelaku juga menikam pelipis korban, wajah disayat, dan pergelangan tangan korban ditebas hingga putus.

“Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka di kepala, wajah robek, pelipis berlubang, dan pergelangan tangan terputus. Korban sempat tak sadarkan diri,” ungkap Kapolres.

Usai melakukan penganiayaan terhadap korban, terang Kapolres, kedua pelaku langsung kabur menggunakan mobil Toyota Vios.

Tak menunggu waktu lama, kedua pelaku akhirnya berhasil dibekuk Tim Gabungan Satreskrim Polres Merangin dan Unit Reskrim Polsek Lembah Masurai saat hendak kabur keluar daerah.

“Dari tangan kedua pelaku, kami juga mengamankan satu bilah pisau berlumuran darah, dua unit handphone, dan mobil yang digunakan untuk melarikan diri,” terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pemeriksaan, tambahnya, aksi yang dilakukan kedua pelaku dengan motif dendam pribadi terhadap korban. Meski belum diungkap secara rinci, penyidik terus mendalami latar belakang konflik antara pelaku dan korban.

“Kedua pelaku kini ditahan di Mapolres Merangin. Mereka dijerat dengan pasal berat, yakni Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan, serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan,” tutupnya. (dar/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.
Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Publik terheran dengan keputusan juri terhadap seorang siswi SMAN 1 Pontianak pada ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR RI. Ini kronologinya
Kiai Ashari jadi Tersangka Dijerat Pasal Berlapis atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo

Kiai Ashari jadi Tersangka Dijerat Pasal Berlapis atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo

Viral kasus dugaan pelecehan seksual di pondok pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Nama Kiai Ashari pun langsung menjadk menjadi sorotan kareena karena telah ditetapkan sebagai tersangka

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Pak Di, nama samaran, yang telah bekerja 10 tahun lebih di Ponpes Ndholo Kusumo sebetulnya telah lama curiga terhadap gelagat Kiai Ashari terhadap santriwati.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT