BLTS Kesra di Padang: Menjangkau Hingga Pelosok, Antar Bantuan hingga Pintu Rumah
- Antara
tvOnenews.com - Pagi itu, halaman Kantorpos Padang tidak terlalu riuh. Tidak ada antrean panjang atau hiruk-pikuk yang kerap menyertai penyaluran bantuan sosial. Namun justru di sanalah, denyut pelayanan negara bekerja dengan cara yang lebih senyap, mendatangi warga satu per satu, hingga ke rumah mereka yang terkendala fisik ataupun akses.
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat kembali memperlihatkan peran penting Pos Indonesia atau PosIND sebagai perpanjangan tangan negara. Bukan hanya sebagai titik pencairan, tetapi juga sebagai pengantar bantuan—secara langsung—kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang sakit, lanjut usia, atau memiliki keterbatasan fisik.
“Untuk Sumatera Barat, total penerima BLTS Kesra ada sekitar 245 ribu orang, tersebar di sembilan kantor—delapan Kantor Cabang dan satu Kantor Cabang Utama (KCU) Padang. Khusus di Padang sendiri jumlahnya sekitar 34 ribu penerima,” ujar Giri Andika, Executive General Manager (EGM) Kantorpos KCU Padang.
- Antara
Dari Data Pusat hingga Pintu Rumah
Secara nasional, BLTS Kesra merupakan program pemerintah yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial RI, dirancang sebagai bantuan tunai sementara untuk menjaga daya beli keluarga rentan—terutama di tengah tekanan ekonomi, kenaikan kebutuhan pokok, dan situasi darurat sosial.
Bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp900.000 per KPM, disalurkan tanpa potongan, dan bersifat sementara, dengan sasaran utama:
- Keluarga miskin dan rentan miskin,
- Lansia tidak produktif,
- Keluarga dengan anggota sakit menahun atau disabilitas,
- KPM yang belum atau tidak terjangkau program bantuan reguler lainnya.
Penetapan KPM dilakukan berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang diperbarui dan diverifikasi bersama pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan dan desa.
“Sebagian besar penerima BLTS Kesra ini adalah data baru, artinya banyak yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan,” kata Giri.
Menurut Giri, proses penyaluran BLTS Kesra di Kantorpos Padang dimulai jauh sebelum hari pencairan. Data penerima diterima dari pemerintah pusat, kemudian diverifikasi dan diturunkan dalam bentuk daftar nominatif serta Surat Pemberitahuan (SP). Surat ini disalurkan melalui kelurahan dan desa agar benar-benar sampai ke tangan penerima.
“Setelah itu kami menyusun jadwal penyaluran. Biasanya penyaluran utama berlangsung sekitar tujuh sampai sepuluh hari. Metodenya ada tiga: penyaluran di komunitas seperti kantor kecamatan atau desa, penyaluran di kantor pos, dan yang ketiga, dan yang paling krusial, adalah penyaluran door to door,” kata Giri.
Layanan antar ke rumah ini diprioritaskan bagi KPM yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk datang sendiri. Bagi Pos Indonesia, pendekatan tersebut bukan sekadar alternatif teknis, melainkan bentuk tanggung jawab pelayanan.
“Pos itu punya kelebihan. Kami bisa datang langsung ke rumah penerima. Tidak harus orangnya datang ke kantor. Ini sangat membantu masyarakat,” ujar Giri menegaskan komitmennya.
Lebih dari Sekadar Logistik
Selain BLTS Kesra, PosIND di Sumatera Barat juga menjalankan fungsi sosial lain, termasuk penyaluran bantuan bagi korban bencana di wilayah Agam dan Padang Pariaman. Bantuan logistik yang dihimpun dari berbagai daerah di Indonesia disalurkan melalui koordinasi dengan BPBD setempat, sebuah irisan peran yang menunjukkan luasnya mandat sosial Pos Indonesia.
Namun bagi Giri, esensi dari semua itu tetap sama: memastikan bantuan negara benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
“Harapan kami, bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Dan ke depan, jika ada program bantuan sosial lainnya, kami berharap Pos Indonesia tetap menjadi pilihan,” ujarnya.
Di Padang, BLTS Kesra bukan sekadar angka dalam laporan. Ia hadir dalam bentuk ketukan di pintu rumah, sapaan petugas pos, dan lembar uang yang berarti peenuhan kebutuhan pokok / makan, usaha kecil, atau sekadar rasa aman. Dalam senyap, negara bekerja dan Pos Indonesia menjalankan peran dan amanahnya menjadi pengantar.(chm)
Load more