Bupati Masinton Respon Aspirasi Masyarakat Terdampak Bencana Alam Tapteng
- Antara
tvOnenews.com - Bupati Tapteng Masinton Pasaribu merespon aspirasi ratusan masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara yang melakukan aksi unjuk rasa mempertanyakan jadwal penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) tahap II, serta bantuan lainnya, Rabu 17 Juni 2026.
Dihadapan massa pengunjuk rasa, Bupati Masinton Pasaribu tidak menampik adanya keterlambatan proses penyaluran bantuan. Ia pun meminta maaf kepada masyarakat.
Namun Bupati Masinton menegaskan, kendala tersebut sama sekali tidak didasari oleh kesengajaan.
“Kami sampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini, dan perlu diketahui bahwa keterlambatan ini bukan karena kesengajaan. Sejak awal bencana, pendataan telah dilakukan secara transparan dengan memprioritaskan korban yang paling terdampak,” katanya.
Bupati Tapteng menjelaskan kendala teknis muncul saat proses sinkronisasi data. Terdapat data yang tidak sesuai dengan sistem, sehingga belum dapat diterima.
Pemerintah kabupaten, kata Masinton harus memastikan data yang diajukan memenuhi Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan oleh Kementerian, khususnya terkait kriteria By Name By Address (BNBA).
Ia menekankan komitmen terhadap transparansi, serta memastikan bahwa mulai dari masa tanggap darurat hingga masa transisi pemulihan pascabencana Tapteng, seluruh bantuan dan penggunaan dana senantiasa dilaporkan serta diawasi ketat oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Pusat.
“Saya sudah mewanti-wanti dan menekankan kepada OPD untuk tidak melakukan penyelewengan terhadap hak masyarakat. Tidak ada unsur politik maupun kepentingan pribadi di sini. Saya ingin agar masyarakat secepatnya terbantu,” tegas Masinton.
Dijelaskannya, sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) saat ini terus melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang belum terdata agar tidak ada warga yang kehilangan haknya.
“Kita terus melakukan penyisiran bagi masyarakat yang belum terdata. Kami ingin proses ini cepat terlaksana agar masyarakat segera terbantu dan Kabupaten Tapanuli Tengah bisa segera pulih kembali,” kata Bupati Masinton Pasaribu.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Bupati Tapteng, ratusan pengunjuk rasa yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP, akhirnya membubarkan diri.(chm)
Load more