Gadai Sawah demi Berhaji, Jemaah Korban Banjir Bandang di Pidie Jaya Akhirnya Terbebas dari Utang
- Instagram @dahnil_anzar_simanjuntak
Pidie Jaya, Aceh, tvOnenews.com - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Mak Nurbaidah, yang sempat menggadaikan sawah miliknya demi melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), kini mendapat bantuan untuk meringankan beban ekonominya setelah kembali ke Tanah Air.
Pada Senin (29/6/2026), Mak Nurbaidah diketahui telah lama ditinggal wafat suaminya. Perempuan yang berprofesi sebagai petani itu juga merupakan korban banjir bandang dan pernah tinggal di pengungsian.
Di tengah kondisi tersebut, tekadnya untuk memenuhi panggilan berhaji tidak surut. Demi melunasi Bipih, ia rela menggadaikan sawah miliknya. Setelah kembali dari Tanah Suci, sawah tersebut masih berstatus tergadai.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan pemerintah telah membantu pelunasan hutang gadai sawah Mak Nurbaidah senilai Rp20 juta. Dana pelunasan tersebut ditransfer ke rekening Mak Nurbaidah sehingga utang yang membebani dapat diselesaikan.
“Kami datang untuk meringankan beban beliau sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto agar jamaah haji Indonesia tidak terlilit utang dan mengalami kesulitan setelah menunaikan ibadah haji,” ujar Dahnil.
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia bersama Zayed Foundation Uni Emirat Arab sebagai upaya membantu jemaah haji Indonesia terbebas dari utang dan beban ekonomi setelah menunaikan ibadah haji.
Load more