Diduga Tak Miliki Kolam Retensi Limbah, Pabrik Kikil di Deli Serdang Buang Limbah ke Parit Warga
- tim tvOne/tim tvOne
Deli Serdang, tvOnenews.com – Warga di Jalan Persatuan Raya, Pasar V Helvetia, Desa Manunggal, Kabupaten Deli Serdang, mengeluhkan aktivitas sebuah pabrik pengolahan daging kikil yang diduga membuang limbah cair langsung ke parit di lingkungan permukiman tanpa melalui pengolahan yang memadai.
Warga menduga pabrik tersebut tidak memiliki kolam retensi maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berfungsi menyaring limbah sebelum dialirkan ke lingkungan. Akibatnya, air limbah diduga mengalir ke parit-parit warga dengan kondisi berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Kalau pabrik sedang beroperasi, baunya sangat menyengat. Air di parit berubah hitam dan kami khawatir dampaknya terhadap kesehatan," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku air sumur di sekitar permukiman diduga mengalami perubahan warna dan mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan tercemarnya sumber air yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami tidak tahu hasil uji laboratoriumnya seperti apa, tetapi kondisi air sumur sekarang berbeda dari sebelumnya. Kami berharap pemerintah segera mengecek langsung agar masyarakat mendapat kepastian," kata seorang warga.
Selain persoalan limbah, warga juga menduga pabrik tersebut belum mengantongi izin operasional maupun dokumen persetujuan lingkungan sebagaimana dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan. Mereka meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap legalitas usaha sekaligus sistem pengelolaan limbah yang digunakan.
Keluhan tersebut juga menjadi perhatian pengurus BKM Masjid Ar Rahmad yang berada tidak jauh dari lokasi pabrik. Menurut pihak BKM, bau tidak sedap dari arah pabrik kerap tercium hingga ke lingkungan masjid dan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat saat beribadah.
"Kami berharap pemerintah segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi yang dikeluhkan warga. Jika memang ada pelanggaran terhadap aturan lingkungan maupun perizinan, kami berharap dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," ujar salah seorang pengurus BKM Masjid Ar Rahmad.
Warga bersama pengurus BKM meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Deli Serdang untuk meninjau langsung lokasi pabrik di Jalan Persatuan Raya, Pasar V Helvetia, Desa Manunggal. Mereka berharap pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan pencemaran lingkungan, legalitas usaha, serta pengelolaan limbah pabrik.
Load more