Desak Kerajaan Narkoba dan Barak Judi Milik Udak Ditutup, Emak-emak Nekat Lakukan Hal Ini
- Tim Tvone/Yoga
Deliserdang, Sumut - Lokasi pemukiman padat penduduk di Dusun Asabri, Desa Selamat, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dijadikan lokalisasi berdirinya kerajaan narkoba dan barak barak perjudian. Sekian lama beroperasi, tempat yang disebut milik seorang pria, disapa Udak tersebut membawa dampak yang sangat buruk bagi keberlangsungan hidup warga sekitar. Hingga Emak-emak beritindak meski hanya kesehariannya sebagai ibu rumah tangga.
Selain tingginya tingkat kriminal yang terjadi, dampak utama yang sangat dirasakan dan ditakuti warga adalah ikut terpengaruh menjadi pengguna narkoba dan pemain judi.
Menurut Nurlila Boru Ginting, perwakilan dari kelompok emak nekat ini mengatakan, tindakan spontan ini muncul dari latar belakang keresahan dan dampak langsung yang mereka rasakan dengan berdirinya kerajaan narkoba dan barak-barak perjudian di sekitar pemukiman mereka.
"Bentuk perlawanan, kami para emak sudah seharusnya bertindak. Meski hanya sejumlah ibu rumah tangga tapi keyakinan kami, tekad kami sudah bulat dan pasti. Sudah geram kali lah pokoknya. Apapun itu risikonya kami siap sebagai hamba Yang Mahakuasa menanggung risikonya kalau bapak Polisi dan TNI tak menanggapi.”
"Kami emak bertindak untuk mewujudkan harapan kami supaya ditutup segera lokalisasi narkoba dan judi milik Udak ini. Jagan ada dinasti kayak si Udak ini tumbuh lagi,” ucap Nurlila berharap penuh.
Ibu dua anak ini kemudian menjelaskan, strategi awal yang telah mereka wujudkan adalah mengandeng Muspika kecamatan membentangkan spanduk warga yang ada di pemukiman Desa Selamat, menolak aktivitas perjudian dan menolak peredaran narkoba. Di mana dua hal yang berjalan sekian lama ini menjadi hal yang sangat meresahkan dan momok menakutkan pihak mereka terimbas.
"Warga Desa Selamat melakukan aksi solidaritas bentuk perlawanan terhadap peredaran narkoba dan perjudian yang saat ini dikendalikan oleh Udak. Tutup segera lokalisasinya yang merusak warga. Kegiatan pernyataan penolakan warga ini kami lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, berperan dan berpasrtisipasi bersama agar terhindar dari dampak langsung yang kami rasakan," beber wanita yang akrab disapa Buk Nur itu.
Di saat bersamaan, usai membentangkan spanduk, kelompok emak emak ini pun menggiring aparat muspika biru biru ke lokalisasi. Mereka melakukan sweeping dengan mendatangi lokasi.
Dari lapak yang terbangun dengan bahan kayu dijadikan lokalisasi narkoba dan judi. Dari kegiatan ini diamankan bukti perangkat alat hisap sabu, dan samurai, senapan angin dirakit khusus untuk mematikan serta pukulan kayu diduga milik pengedar yang sudah melarikan diri.
Kanit Binmas Polsek Birubiru, Ipda Pol P Sembiring yang ikut bersama warga dari kelompok emak ke lokasi mengatakan, temuan dan informasi yang akurat ini segera ditindak lanjuti. Dalam hal ini, temuan dilaporkan kepada Kapolsek Birubiru dan Kapolresta Deliserdang.
Dan untuk ke depannya, sebagai Babinkamtibmas pihaknya segera meningkatkan intens komunikasi kepada masyarakat untuk mendapat informasi apapun yang membuat keresahan di masyarakat. Selanjutnya ia menyampaikan, peran dan keberanian masyarkat diharapkan membantu untuk didata kemudian dilampirkan ke unit Reskrim agar segera dintidaklanjuti sesuai prosedur hukum.
"Pada intinya Polri, dalam hal ini sesuai atensi Bapak Kapolri, Kapolda Sumut, Kapolresta Deliserdang sampai ke tingkat Kapolsek Birubiru pada khususnya berkomitment penuh perang terhadap peredaran narkoba dan praktik judi. Dengan adanya kegiatan warga peduli dan berani menyampaikan informasi sekecil apapun menjadi atensi kami untuk ditindaklanjuti. Ayo masyarkat segera laporkan, kami atensi dan tindak segera. Jika tidak ada pergerakan petugas menyikapi laporan masyarkat, maka kami siap dilaporkan.Ini tugas dan kewajiban kami sebagai Polri,” ujar P Sembiring. (YSA/LNO)
Load more