GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Melihat Tradisi Budaya Sihali Aek Tipang Humbahas Sumatera Utara yang Terus Terjaga

Atraksi budaya Sihali Aek Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, digelar, Minggu (18/12/2022).
Selasa, 20 Desember 2022 - 13:48 WIB
Atraksi budaya Sihali Aek Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, digelar, Minggu (18/12/2022).
Sumber :
  • tvOnenews/Syaren Situmorang

Humbahas, Sumatera Utara – Atraksi budaya Sihali Aek Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, digelar, Minggu (18/12/2022). Atraksi budaya ini merupakan tradisi peninggalan leluhur warga setempat, yang hingga kini masih terus terjaga.

Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Robert Sibarani yang menggagas kegiatan ini kepada awak media mengatakan tradisi budaya Sihali Aek Tipang sangat menarik, dan perlu dikembangkan sehingga ke depan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba di wilayah Kabupaten Humbahas, secara khusus di Desa Tipang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tujuan dari kegiatan atraksi budaya tipang ini adalah untuk mempersiapkan atraksi yang bisa menarik perhatian wisatawan, dan memang itu bersumber dari budaya di sini,” katanya.

Dalam kegiatan ini dilaksanakan prosesi budaya Sihali Aek dengan melibatkan tetua dan warga setempat, baik kaum pria dan perempuan, memperlihatkan bagaimana leluhur mereka mempertahankan tradisi budaya di Desa Tipang sejak dahulu kala.

“Apa yang kita lihat terakhir tadi, adalah atraksi budaya Sihali Aek yang dikemas sedemikian rupa dari tradisi budaya Sihali Aek Tipang. Sebagaimana saya katakan bahwa ada dua Sihali Aek di sini yakni, irigasi. Satu adalah Sihali Aek dolok, satu lagi Sihali Aek toruan, dan itu dilakukan setiap tahun oleh 62 pekerja irigasi. Tetapi itu hanya dilakukan di bulan Oktober atau November,” kata Prof Robert.

Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr. Robert Sibarani.

Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Robert Sibarani

“Tapi karena ini sangat penting bagi masyarakat Tipang, ini juga perlu diberitahukan kepada masyarakat luas dan dikemas sedemikian rupa dari hasil penelitian tradisi budaya ini. Oleh karena itu, Tipang sudah siap atraksi untuk desa ini, sehingga semua pengunjung yang datang ke sini bisa melihat itu, bisa menonton setiap dibutuhkan,” sambungnya.

Robert juga mengatakan atraksi ini juga bisa digunakan promosi wisata ke luar Desa Tipang. ”Salah satu contoh ini kita sudah mulai pertunjukkan pada waktu kongres pertama kebudayaan batak toba di Balige yang waktu itu tampil dengan memukau,” ungkapnya.

Ia yang juga sebagai Ketua Desa Binaan Tipang sudah datang ke desa tersebut sejak 8 tahun yang lalu melakukan penelitian terkait budaya Tipang yang sangat menarik untuk dipromosikan secara internasional maupun nasional.

“Jadi kita juga diharapkan nantinya ada kaderisasi budaya ini. Kalau yang melaksanakan tradisi ini adalah orang tua, dan generasi muda tidak tau lagi. Dengan kita buat ini menjadi atraksi di samping budaya hidup. Tradisi budaya hidup dilakukan oleh para orang tua, dan itu memang dalam konteks pertanian, tapi atraksi kita buat. Maka dengan demikian dua duanya bergandengan, satu untuk kebudayaan dan satu untuk pariwisata,” papar Prof Robert.

Lewat atraksi ini, lanjutnya, Budaya Sihali Aek Tipang berpeluang dipromosikan ke internasional maupun nasional.

“Boleh, sehingga kalau kita lihat tadi, mulai dari awal sampai akhir itu ada lima kegiatan, pertama itu manukkun boni (menanyakan benih padi yang cocok). Ini boleh juga memberitahukan kepada orang bahwa tradisi pertanian masih jalan di sini, dan hidup mereka memang di pertanian,” terang Robert.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kepala Desa Tipang, Juanda Sihombing sangat bangga terselenggaranya atraksi budaya ini. “Kami masyarakat Desa Tipang mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya buat bapak profesor karena acara ini sudah dapat terselenggara,” katanya memulai sambutannya.

Ia berharap atraksi budaya ini menjadi agenda tahun dilaksanakan, sehingga masyarakat di desa tersebut tetap mencintai budayanya sendiri.(ssg/chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kementerian PU Bangun Huntara untuk Warga Rel Kereta, Fokus Pada Aceh

Kementerian PU Bangun Huntara untuk Warga Rel Kereta, Fokus Pada Aceh

Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api dengan target sekitar 1.000 unit. 
Suara Hati Istri Netanyahu Curhat Anaknya Dibully Gegara Kelakuan sang Ayah, Desak Stop Perundungan ke Dunia

Suara Hati Istri Netanyahu Curhat Anaknya Dibully Gegara Kelakuan sang Ayah, Desak Stop Perundungan ke Dunia

Istri Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu mendesak dunia menghentikan perundungan atau bullying lewat perlindungan untuk anak-anak.
PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara soal alasan adanya penghargaan PSSI Awards 2026 di dunia sepak bola tanah air.
Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Potensi konflik internal mulai membayangi Napoli setelah striker andalannya, Romelu Lukaku, belum kembali ke klub usai menjalani jeda internasional bersama Belgia.
Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Analis politik senior, Boni Hargens menggelar doa bersama ratusan anak yatim piatu dan warga sekitar dalam suasana Lebaran 20026 atay Idulfitri 1447 Hijriah di kediamannya Rumah Perdamaian di Depok, Jawa Barat pada Sabtu (28/3/2026).

Trending

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Kapasitas Stadion Bilino Polje dipastikan berkurang jelang laga krusial final play-off Piala Dunia 2026 antara Italia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Aktris Arya Saloka harus mengakui dirinya mengalami trauma pernikahan. Itu terjadi akibat rumah tangganya dengan Putri Anne hancur setelah bercerai pada 2025.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT