News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Sejumlah Fakta Penting Tentang Keripik Pisang dan Happy Water Mengandung Narkoba yang Diungkap Polisi

Bareskim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba dengan modus baru berupa happy water dan keripik pisang di Jawa Barat, DIY dan Jawa Tengah.
Jumat, 3 November 2023 - 15:12 WIB
Bareskrim Polri dan Polda DIY saat rilis kasus produk keripik pisang narkoba di Bantul, Jumat (3/11/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Yogyakarta, tvOnenews.com - Bareskim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba dengan modus baru berupa happy water dan keripik pisang. Jaringan ini melibatkan sedikitnya empat lokasi pembuatan dan pemasaran, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan dua lokasi di DIY.

Bagaimana kronologi lengkap hingga kasus pembuatan narkoba modus baru ini bisa diungkap polisi? Berikut kronologi dan sejumlah fakta penting yang dirangkum tim tvOnenews.com dari penyelidikan polisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Berawal dari patroli siber.

Alur pengungkapan kasus pembuatan narkoba happy water dan keripik pisang ini diawali dengan patroli siber yang dilakukan petugas. Polisi mendapati sejumlah akun media sosial yang menjual Happy Water Narkotika dan Keripik Pisang Narkotik dengan berbagai akun followers yang banyak.

Foto:  Barang bukti keripik pisang yang mengandung narkotika (Santosa)

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan dalam akun tersebut juga dicantumkan harga happy water dan keripik pisang yang disebutnya tidak wajar.

"Keripik pisang kok harganya segitu sebenarnya tidak masuk akal, tapi dengan itu kita bisa memberikan kecurigaan ini ada apa? Sehingga dilakukan tracing dilakukan satu pemantauan terhadap akun yang menjual tersebut," kata Wahyu saat konferensi pers di lokasi penggerebekan wilayah Bantul, Jumat (03/11/2023).

2. Penangkapan pelaku TKP Depok

Setelah melakukan pemantauan selama satu bulan, petugas Bareskrim Polri akhirnya bisa mengungkap jaringan peredaran ini. Diawali dengan pengungkapan pengiriman barang di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 2 November kemarin.

Dari lokasi tersebut petugas menemukan keripik pisang dan happy water yang diduga mengandung narkoba. Petugas juga menangkap tiga orang pelaku di lokasi tersebut, yakni MAP, D, dan S.

"Dari hasil operasi tersebut kita bisa menangkap 3 orang yang ada di Depok. Itu adalah pemilik akun, pemilik rekening, dan juga bagian yang bertugas untuk menjual," ujar Kabareskrim.

3. Pengembangan tiga lokasi lain, beroperasi satu bulan

Kabareskrim Wahyu Widada menyampaikan, dari pengungkapan di Depok, Jawa Barat, pihaknya lalu mengembangkan ke tiga wilayah lain yang diduga menjadi lokasi pembuatan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dimulai dari pengungkapan di Kaliangking, Magelang, Jawa Tengah. Di situ petugas menangkap dua orang pelaku BS dan EH yang berperan sebagai pengolah atau koki, sekaligus merangkap distributor.

Kemudian dikembangkan lagi hingga akhirnya mengungkap dua lokasi lain di Kabupaten Bantul, yakni wilayah Potorono dan Banguntapan. Dari kedua lokasi di Bantul, petugas menangkap 3 pelaku yakni MRE, AR, dan R yang berperan sebagai pengolah.

"Para pelaku ini sudah mendirikan industri rumahan pembuatan narkoba ini sekitar satu bulan, dan dipasarkannya melalui media sosial. Tapi dalam waktu dua minggu ini penjualannya tidak langsung satu bulan produksi langsung dijual seperti itu tapi ada prosesnya karena dalam uji coba yang mereka lakukan ada yang berhasil ada yang gagal," ungkap Kabareskrim.

4. Dijual jutaan rupiah

Dari hasil penyelidikan polisi, narkoba happy water dan keripik pisang ini dijual dengan harga jutaan rupiah. Seluruh harganya sudah dicantumkan dalam akun media sosial tersebut.

"Untuk happy water dijual Rp 1,2 juta (10ml), sedangkan untuk keripik pisangnya dibuat dalam berbagai kemasan. Ada kemasan 500 gram, 200 gram, 100 gram, ada kemasan 75 gram, dan 50 gram dengan harga bervariasi antara Rp 1,5 juta sampai Rp 6 juta," terangnya.

Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, seperti 426 bungkus keripik pisang berbagai ukuran, 2.022 botol happy water, dan 10 kg bahan baku narkoba.

5. Selamatkan 72 ribu orang dari narkoba

Kabareskrim menambahkan, dalam pengungkapan ini pihaknya dapat menyelamatkan sekitar 72 ribu orang dari ketergantungan narkoba.

"Dengan asumsi bahwa 1 bungkus ini untuk beberapa orang kita bisa menyelamatkan sekitar 72.675 orang dari pengungkapan narkoba ini," ucapnya.

6. Pelaku diancam hukuman mati, buru 4 DPO

Dalam kasus ini, ke delapan pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Mengedarkan Narkotika Golongan 1. Adapun ancaman hukuman adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi juga masih memburu 4 pelaku lain yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Kita saat ini masih mengejar beberapa orang DPO lainnya yang masih akan kita cari dan kita tangkap," demikian kata Kabareskrim Komjen Wahyu Widada. (apo/buz). 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satria Muda Bandung Resmi Perkenalkan 2 Pemain Asing Baru

Satria Muda Bandung Resmi Perkenalkan 2 Pemain Asing Baru

Adalah Giorgi Bezhanishvili dan Niven Antone Glover sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi fase krusial musim ini demi meraih trofi IBL Indonesia 2026. 
Pramono Ungkap Alasan Perombakan Sejumlah Kepala Dinas DKI Jakarta

Pramono Ungkap Alasan Perombakan Sejumlah Kepala Dinas DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan perombakan terhadap sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Inisiatif Ramah Lingkungan untuk Transportasi Berkelanjutan Dihadirkan Oleh KAI Service

Inisiatif Ramah Lingkungan untuk Transportasi Berkelanjutan Dihadirkan Oleh KAI Service

Sebagai ungkapan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus dukungan terhadap program pemerintah dalam pengurangan limbah dan pembangunan berkelanjutan, KAI Services terus menghadirkan berbagai langkah nyata.
Pelaku Curanmor 25 TKP Ditangkap Polisi, Salah Satu Korban Merupakan Keluarga Anggota

Pelaku Curanmor 25 TKP Ditangkap Polisi, Salah Satu Korban Merupakan Keluarga Anggota

Jajaran Satreskrim Polres Lamongan mengungkap jaringan tindak pidana curanmor yang kerap beraksi di kawasan persawahan serta di pinggir jalan raya.
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 Vs Malaysia di Piala AFF U-17 2026, Kick Off 19.30 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 Vs Malaysia di Piala AFF U-17 2026, Kick Off 19.30 WIB

Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 malam ini pukul 19.30 WIB di Piala AFF U-17 2026. Saksikan live di link streaming di bawah ini.
Real Madrid Siapkan 4 Kandidat Kelas Dunia Pengganti Arbeloa

Real Madrid Siapkan 4 Kandidat Kelas Dunia Pengganti Arbeloa

Real Madrid menyiapkan empat pelatih kelas dunia untuk menggantikan Alvaro Arbeloa setelah Real Madrid tersingkir dari Bayern Munchen di Liga Champions.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

Kampus menyebut kebijakan tersebut murni langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan maksimal.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tetap terbuka menerima tawaran melatih, termasuk dari klub Liga Indonesia, setelah dua kali dipecat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT