News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketua DPC PDIP Gunungkidul Sebut Ada Orang Diduga Paspampres Minta Turunkan Bendera PDIP saat Kunker Jokowi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, bahwa kader partainya juga mendapatkan intimidasi dari orang yang diduga sebagai paspampres.
Rabu, 31 Januari 2024 - 12:37 WIB
Ketua DPC PDIP Gunungkidul sekaligus Ketua DPRD setempat, Endah Subekti Kuntariningsih.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, bahwa kader partainya juga mendapatkan intimidasi dari orang yang diduga sebagai pasukan pengamanan presiden (paspampres), selain kekerasan yang dialami warganya usai membentangkan spanduk dukungan calon presiden 03, Ganjar Pranowo.

Dugaan intimidasi terjadi pada Senin (29/1/2024) malam atau sebelum kedatangan Presiden, Joko Widodo (Jokowi) keesokan harinya, Selasa (30/1/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang yang mengaku sebagai paspampres meminta untuk menurunkan bendera PDIP.

"Tadi malam (Senin, 29/1/2024), kader PDIP juga diintimidasi untuk menurunkan bendera partai. Lalu, mereka melaporkan ke saya sebagai penanggungjawab partai tertinggi di Gunungkidul." terang Endah dihubungi, Rabu (31/1/2024).

"Akhirnya, saya bertemu dengan 2 orang yang ngaku sebagai paspampres dan saya nyatakan seandainya bendera PDIP yang kami kibarkan dianggap melanggar hukum kami minta beliau yang menurunkan. Namun, beliau tidak mau menurunkan dan meminta kami semua menurunkan bendera," lanjutnya.

Dari intimidasi itu, Endah menjawab tegas bahwa PDIP di masa kampanye tidak melanggar aturan KPU, Bawaslu dan UU Pemilu maka ia pantang menurunkan benderanya. Tapi kalau mereka mau menurunkan bendera ia mempersilakan dan menunggu selama proses penurunan bendera.

Akhirnya dari pihak mereka tidak bersedia untuk menurunkan. Namun ia heran, bendera partai pengusung paslon 02 yang terpasang di wilayahnya tidak ada satupun ketua partainya yang dipanggil seperti dirinya.

Saat insiden warga Gunungkidul membentangkan spanduk dukungan Ganjar di Pasar Argosari kemudian dihadang dan dianiaya oleh Pampampres, Endah membeberkan, semua warga yang bergerombol menunggu kedatangan Jokowi dilihat pakaiannya apakah menggunakan pakaian bergambar paslon 03.

"Karena kami punya rumah aspirasi maka warga yang mengadu sudah kami identifikasi yang pertama mereka bajunya disweeping untuk dicek ada kaus Ganjar atau tidak. Yang pakai diminta pulang, yang tidak pulang diminta jaketnya ditutup," ucap Endah.

Itu artinya, lanjut Endah, Jokowi sedang memposisikan dirinya bukan sebagai presiden karena tidak mau adanya demokrasi yang ada di lapangan entah kehendak dari pengawalnya atau Jokowi sendiri. Sebab, Jokowi tidak suka adanya simbol parpol.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Gunungkidul mengecam adanya kejadian ini. Ia menilai demokrasi telah dibungkam setelah pihaknya memenangkan Jokowi selama 2 periode di wilayahnya.

"Saya sebagai Ketua DPC PDIP kecewa dengan Pak Jokowi yang sudah kami dukung, kami perjuangkan menang di Gunungkidul selama 2 periode dengan persentase tertinggi se-DIY. Periode pertama 61 persen dan 73 persen di periode kedua,' kata Endah.

Terlebih saat itu, Endah juga menjabat sebagai Bendahara Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga pihaknya merasa malu seorang kepala negara yang dibanggakan selama ini ternyata tidak negarawan. 

"Kacang lupa akan kulitnya. Lupa sangkan paraning dumadi bahwa beliau (Jokowi) dumadi menjadi presiden sangkan parane dari darah keringat-keringat kami yang ada di Gunungkidul," pungkas Endah. (scp/buz) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jalur Garut-Pameungpeuk Tak Bisa Dilalui, Material Longsor Setinggi 1,5 Meter Timbun Badan Jalan

Jalur Garut-Pameungpeuk Tak Bisa Dilalui, Material Longsor Setinggi 1,5 Meter Timbun Badan Jalan

Akses jalan utama provinsi yang menghubungkan wilayah perkotaan dengan Garut Selatan dilaporkan terputus akibat terjangan tanah longsor pada Rabu (8/4) sore. 
Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Kabar adanya tarif mengurus pajak motor Rp 700 ribu menjadi viral di media sosial. Hal ini juga menuai sorotan Kang Dedi Mulyadi
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
16 Tahun Summarecon Bekasi: Pulihkan Martabat Kota Patriot dari Stigma Negatif Melalui Pembangunan Kawasan Terpadu

16 Tahun Summarecon Bekasi: Pulihkan Martabat Kota Patriot dari Stigma Negatif Melalui Pembangunan Kawasan Terpadu

Beberapa tahun lalu, Kota Bekasi sempat menjadi sasaran perundungan netizen di seluruh Indonesia. 
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Kalah Tipis dari Arsenal, Rui Borges Yakin Sporting Bisa Comeback di London!

Kalah Tipis dari Arsenal, Rui Borges Yakin Sporting Bisa Comeback di London!

Pelatih Sporting CP, Rui Borges, tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Arsenal pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025-2026.

Trending

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Polres Lahat, Sumatera Selatan, akhirnya membongkar motif keji di balik aksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT