News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ancam Aksi Mogok Nasional, Ratusan Dosen ASN ISI Yogyakarta Demo Tuntut Pemerintah Cairkan Tukin

Sejumlah dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (Adaksi) menggelar aksi demo di halaman kampusnya, Senin (3/2/2025).
Senin, 3 Februari 2025 - 16:59 WIB
Sejumlah dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta saat gelar aksi di halaman kampus ISI, Senin (3/2/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Bantul, tvOnenews.com - Sejumlah dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (Adaksi) menggelar aksi demo di halaman kampusnya, Senin (3/2/2025).

Pantauan tvOnenews.com di lokasi, mereka juga membawa spanduk tuntutan yang salah satunya bertuliskan 'Segera Cairkan Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek dari 2020 sesuai amanat UU yang berlaku'. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koordinator Adaksi Yogyakarta, Titis Setyono Adi Nugroho menuturkan, bahwa aksi ini diikuti oleh para dosen ASN ISI Yogyakarta yang tidak ikut aksi serupa di Jakarta.

Disebutkannya, ada sekitar 400 orang dosen baik di Fakultas Seni Pertunjukan maupun Seni Rupa dan Desain. Dalam aksi ini, mereka menuntut agar pemerintah segera mencairkan tunjangan kinerja (tukin) mereka sejak 2020 lalu.

"Aksi hari ini mengenai tuntutan pencairan tukin dari 2020 sampai sekarang yang diikuti dosen ASN Kemendiktisainstek ISI Yogya. Aksi ini sebagai aksi solidaritas kami terhadap dosen lain yang ada di Jakarta," kata Titis ditemui di sela aksi.

Menurut dosen Fakultas Seni Pertunjukan tersebut, tukin penting sekali untuk menunjang kegiatan dosen baik penelitian dan kegiatan lainnya. 

Sebagai informasi, dosen di DI Yogyakarta dibayar hanya berupa gaji pokok dan lauk pauk yang besarannya di atas atau mendekati UMR dikisaran Rp 2-3 juta per bulan.

"Padahal untuk kisaran tukin, masing-masing ada kelas jabatan. Ada yang AA sekitar Rp 5 juta, lektor Rp 8 juta, guru besar sekitar Rp 12 jutaan per bulan. Bayangkan dari nominal segitu kami hanya dibayar semininal UMR, sangat miris sekali," ungkap Titis.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para dosen harus banting stir dengan menekuni bisnis lain dibidang Event Organizer (EO), catering hingga membuka butik.

"Jadi nyambi-nyambi, gak ada yang murni dosen pure itu gak ada, pasti nyambi," ucap Titis.

Ke depan, mereka mendesak akan melakukan mogok nasional apabila aksi ini benar-benar tidak digubris oleh pemerintah.

"Kemungkinan besar kami akan ada aksi mogok nasional. Tapi semoga itu tidak terjadi. Kami tetap menunggu aksi dari pusat," tegasnya.

Senada, Guru Besar Fakultas ISI Yogyakarta, Yudiaryani melanjutkan, tukin bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme ASN di lingkungan kampus dan hal itu akan berdampak pada peningkatan kinerja PTN secara komprehensif.

"Di tahun 2025, harmonisasi antar Kementerian dan DPR telah terjadi kesepakatan, maka Tukin 2025 harus segera dicairkan secepatnya," kata Yudi.

Disampaikan, Tukin 2020-2024 merupakan hak dosen Kemendiktisaintek yang telah melakukan segala kegiatan akademis dengan beban kinerja dosen yang sangat berat untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.

Apalagi, Dosen ASN Kemendiktisaintek telah menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik dalam berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat UUD 1945, namun kemaslahatan dan kesejahteraannya selalu diabaikan dan didiskriminasi dengan tidak diturunkannya Tukin 2020-2024.

Karena itu, berbagai argumentasi hukum yang dijadikan alasan untuk meniadakan pencairan tukin 2020-2024 harusnya menjadi prioritas Pemerintahan Prabowo untuk segera membuat kebijakan bagi terealisasinya pencairan tukin 2020-2024.

"Sungguh tidak adil bahwa ada sebuah lembaga riset yang hanya mengerjakan satu dari Tri Dharma para dosen telah mendapatkan Tukin sejak lama. Sedangkan, Dosen ASN yang mengerjakan Tri Dharma dengan sungguh-sungguh tidak mendapatkan Tukin," ucap Yudi.

"Jangan sampai Tukin tidak dibayarkan hanya karena ketidakpahaman pejabat Kemenristek-Dikti Era Nadhim Makarim mengenai proses birokrasi dan harmonisasi pencairan tukin dosen 2020-2024. Ketidakpahaman pejabat Kementrian Kemenristek-Saintek," tandasnya. (scp/buz)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BREAKING
NEWS
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur dari Jabatannya Karena Alasan Pribadi, Bukan Faktor Kesehatan

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur dari Jabatannya Karena Alasan Pribadi, Bukan Faktor Kesehatan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mundur dari jabatannya karena alasan pribadi, bukan karena faktor kesehatan.
Kondisi Terkini Jalan Tambak Menteng hingga Matraman, Dijaga Ratusan Personel Gabungan Cegah Bentrokan Susulan

Kondisi Terkini Jalan Tambak Menteng hingga Matraman, Dijaga Ratusan Personel Gabungan Cegah Bentrokan Susulan

Ratusan personel gabungan disiagakan di Jalan Tambak, Menteng, hingga Matraman pada Senin (27/7/2026) untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Polisi Akui Alami Kendala Mengungkap Kematian Sutrimo yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah

Polisi Akui Alami Kendala Mengungkap Kematian Sutrimo yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, fokus penyidik saat ini masih diarahkan untuk mengumpulkan seluruh bukti yang ada di sekitar lokasi penemuan korban.
Jelang Piala AFF 2026, PSSI Berharap Lautan Merah Putih Penuhi Pakansari saat Timnas Indonesia Hadapi Kamboja

Jelang Piala AFF 2026, PSSI Berharap Lautan Merah Putih Penuhi Pakansari saat Timnas Indonesia Hadapi Kamboja

PSSI mengajak seluruh suporter Timnas Indonesia memenuhi Stadion Pakansari, Bogor, saat skuad laga perdana Piala AFF 2026 melawan Kamboja, Senin (27/07/2026).
Respons Berkelas Shin Tae-yong Usai Persija Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026: Tetap Bangga Lihat Macan Kemayoran

Respons Berkelas Shin Tae-yong Usai Persija Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026: Tetap Bangga Lihat Macan Kemayoran

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya meski harus mengawali kiprah di Piala Presiden 2026 dengan kekalahan tipis.
Harga Emas Antam Hari Ini 27 Juli 2026 Naik Rp10.000 Jadi Rp2.622.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Juli 2026 Naik Rp10.000 Jadi Rp2.622.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 27 Juli 2026 naik tipis Rp10.000 menjadi Rp2.622.000 per gram.

Trending

Viral Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Bali Histeris, Hotman Paris Siap Biayai Sekolahnya

Viral Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Bali Histeris, Hotman Paris Siap Biayai Sekolahnya

Viral anak dari pria terduga pencuri ayam tewas direkoyok massa di Bali Histeris, Hotman Paris akui siap untuk membiayai sekolahnya.
Imbas Bentrokan di Jalan Tambak, Massa dari Kelompok Korban Tewas Mendatangi Polsek Menteng Malam-malam

Imbas Bentrokan di Jalan Tambak, Massa dari Kelompok Korban Tewas Mendatangi Polsek Menteng Malam-malam

Sekelompok massa mendatangi Polsek Metro Menteng pada Minggu malam usai terjadinya bentrokan di Jalan Tambak. Polisi memastikan bahwa kondisi dapat dikendalikan.
Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Warga yang mengetahui aksi KD langsung mengamankannya. Kabar adanya maling ayam yang tertangkap basah langsung tersebar hingga warga terus berdatangan.....
Gubernur Khofifah dan Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi BI Bangun Sinergitas Lewat Budaya Hidup Sehat

Gubernur Khofifah dan Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi BI Bangun Sinergitas Lewat Budaya Hidup Sehat

Gubernur Khofifah dan Deputi BI lepas peserta Gowes Nusantara 2026, HUT ke-73 Bank Indoneia dengan mengambil start dan finish di Tugu Pahlawan, Surabaya.
Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
DPR: Negara Wajib Pulihkan Trauma Anak Terduga Pelaku Maling Ayam di Bali

DPR: Negara Wajib Pulihkan Trauma Anak Terduga Pelaku Maling Ayam di Bali

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka pun merespons soal video viral anak terduga pelaku pencurian ayam yang menangis histeris di Tabanan Bali.
Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Bisa Dapat Hadiah Spesial Ini Jika Berhasil Kalahkan Kamboja di Piala AFF 2026

Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Bisa Dapat Hadiah Spesial Ini Jika Berhasil Kalahkan Kamboja di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia tak hanya memburu tiga poin saat hadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026. Skuad Garuda berpeluang meraih tambahan poin FIFA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT