News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polresta Sleman Tangkap Pasangan Sejoli Asal Temanggung Usai Aniaya Bayi Hubungan Gelap hingga Tewas

Polresta Sleman berhasil menangkap pasangan sejoli yang diduga telah menganiaya bayi hasil hubungan gelap mereka hingga meninggal dunia. Mereka adalah JA (20) dan AGR (22) yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. 
Rabu, 6 Agustus 2025 - 21:43 WIB
Pasangan sejoli asal Temanggung, Jawa Tengah yang tega menganiaya bayi hubungan gelapnya hingga tewas dihadirkan saat rilis kasus di Mapolresta Sleman, Rabu (6/8/2025).
Sumber :
  • tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Polresta Sleman berhasil menangkap pasangan sejoli yang diduga telah menganiaya bayi hasil hubungan gelap mereka hingga meninggal dunia. Mereka adalah JA (20) dan AGR (22) yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. 

"Kedua tersangka berasal dari Temanggung. Mereka saling kenal di sini (Sleman) karena sama-sama berstatus mahasiswa di sini. Namun, mereka tinggal di kos yang berbeda," terang AKP Mateus Wiwit, Kasatreskrim Polresta Sleman saat rilis kasus, Rabu (6/8/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wiwit menerangkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan mayat bayi di wilayah Maguwoharjo pada Jumat (25/7/2025). Dari informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan di sejumlah klinik bersalin dan rumah sakit yang sekiranya bisa melakukan persalinan.

Pada Rabu (30/7/2025) pukul 15.00 WIB, polisi mengecek ke klinik bersalin di wilayah Condongcatur, Depok. Di sana, polisi mendapatkan informasi dari salah satu bidan yang menerangkan bahwa pada Sabtu (26/7/2025), ada seorang perempuan yang memeriksakan dirinya dengan keluhan pascamelahirkan. Namun, ada sejumlah kejanggalan.

"Perempuan itu periksanya sendiri. Tidak ada yang mengantar, baik saudara ataupun keluarganya, serta tidak membawa bayinya sehingga kami mendalami informasi tersebut," ucap Wiwit.

Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, mengarah ke pasangan muda-mudi di kos yang beralamat di Jalan Candi Gebang 2, Wedomartani, Ngemplak. Diketahui, kos itu biasa ditinggali oleh si pria. Saat dimintai keterangan, mereka mengaku bayinya sudah dimakamkan di kebun pisang depan kos si perempuan di Maguwoharjo. Mengetahui hal tersebut, polisi mendatangi kuburan bayi itu dan memang benar ditemukan jasad bayi laki-laki.

Kasubnit PPA Polresta Sleman, Ipda Arum Sari menyebut, ada unsur kekerasan dilakukan oleh kedua tersangka yang diketahui sudah berpacaran sekitar 1,5 tahun ini. Hal itu terungkap berdasarkan hasil keterangan medis. 

"Dalam keterangan medis, memang ada unsur kekerasan. Namun, masih kami didalami," ungkap Arum.

Ia melanjutkan, para tersangka tega menganiaya bayinya hingga meninggal karena syok. Menurut keterangan mereka dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), bayi tak berdosa itu lahir di kamar mandi kos yang ditinggali laki-laki.

"Waktu dilahirkan, bayi itu dalam kondisi normal terus menangis. Tapi, (Para tersangka) syok melihat bayinya. Satu jam bertahan hidup setelah dilahirkan, kemudian meninggal lalu dikubur oleh para pelaku," terang Arum.

Untuk menggali lubang kuburan, ungkap Arum, tersangka menggunakan sebuah kunci paralon dengan bahan besi berukuran kurang lebih 25-30 cm yang kini disita untuk barang bukti. Polisi juga menyita sebuah sprei dan sebuah jaket warna hitam.

Atas perbuatan mereka, kedua tersangka ditangkap pada Rabu (30/8/2025) dan dilakukan penahanan keesokan harinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka disangkakan Pasal 77B atau 76B dan atau kekerasan anak Pasal 80 jo Pasal 76C Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (scp/ard)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan Mesjid At-Taufik, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung terhadap jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Kongres IX SEMMI akan Digelar di Tangerang, Dapat Dukungan Pimpinan DPRD Banten

Kongres IX SEMMI akan Digelar di Tangerang, Dapat Dukungan Pimpinan DPRD Banten

Ketua Umum Pengurus Besar SEMMI mengatakan dukungan dari DPRD Provinsi Banten menjadi modal penting untuk menyukseskan forum tertinggi organisasi mahasiswa tersebut.
Gaji ASN yang Mangkir 10 Hari Berturut-turut Dihentikan Oleh Pemkot Cirebon

Gaji ASN yang Mangkir 10 Hari Berturut-turut Dihentikan Oleh Pemkot Cirebon

Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mangkir atau tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut tanpa alasan yang sah.
Kloter 1 Debarkasi Medan Dijadwalkan Tiba Selasa Dini Hari

Kloter 1 Debarkasi Medan Dijadwalkan Tiba Selasa Dini Hari

360 haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 1 Debarkasi Medan dijadwalkan tiba di Tanah Air Selasa (2/6) dini hari nanti.
Momentum Hari Lahir Pancasila, Perguruan Tinggi Ini Komitmen Penguatan Ideologi di Lingkungan Kampus

Momentum Hari Lahir Pancasila, Perguruan Tinggi Ini Komitmen Penguatan Ideologi di Lingkungan Kampus

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni pada setiap tahunnya menjadi refleksi bagi setiap individu maupun kelompok.

Trending

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung terhadap jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Khusus Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan Mesjid At-Taufik, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Pesan Menohok Sherly Tjoanda di Halteng Jadi Sorotan Publik, Singgung soal Ekonomi

Pesan Menohok Sherly Tjoanda di Halteng Jadi Sorotan Publik, Singgung soal Ekonomi

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos lontarkan pesan menohok di Halmahera Tengah (Halteng), pada Senin (1/6), saat membuka Karya Bakti Skala Besar TNI AD
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT