News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Dituntut 12 Tahun, Tujuh Terdakwa Penganiayaan Anak Diduga Klitih di Mlati Sleman Divonis Beragam

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman akhirnya menjatuhkan vonis beragam bagi tujuh terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap dua orang anak yang diduga terkait aksi klitih di wilayah Mlati. 
Selasa, 10 Februari 2026 - 20:34 WIB
Sidang vonis tujuh terdakwa penganiayaan terhadap terhadap dua orang anak yang diduga terkait aksi klitih di wilayah Mlati yang berlangsung di Pengadilan Negeri Sleman, Selasa (10/2/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Apabila restitusi tidak dibayarkan dalam waktu 30 hari setelah putusan pengadilan, maka harta benda para terdakwa disita oleh jaksa untuk membayar restitusi.

Atau jika para terdakwa tidak memiliki harta yang mencukupi, maka diganti dengan pidana masing-masing selama 6 bulan. Serta, menetapkan masa penangkapan dan penahanan para terdakwa dikurangi seluruhnya yang ditetapkan dan menetapkan para terdakwa untuk tetap ditahan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait putusan majelis hakim ini, kuasa hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

"Atas sikap ini, kami nyatakan pikir-pikir," kata Endika Setyawan.

Majelis hakim menutup jalannya persidangan dan memberikan waktu selama tujuh hari bagi pihak terdakwa untuk menanggapi vonis tersebut.

 

Kronologi

Berdasarkan uraian jaksa dalam dakwaan, penganiayaan terhadap Tristan dan Saka terjadi pada 9 Juni 2025 dini hari silam.

Mulanya sekitar pukul 02.00 WIB, terdakwa Devanda dan Kevin serta sejumlah warga lainnya melihat beberapa anak berkumpul di Jalan Monjali Gang Code I, Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Saat itu, warga menaruh curiga karena di antara anak-anak tersebut ada yang sedang menutup tubuhnya menggunakan buku dan lakban. Warga curiga jika mereka diduga hendak tawuran hingga kemudian ditegur agar membubarkan diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat dicek, ternyata ditemukan sebuah sarung yang di dalamnya berisi senjata tajam jenis jenis corbek sepanjang 1,3 meter. Kumpulan anak-anak tersebut kemudian melarikan diri. Namun, Tristan dan Saka tertangkap warga dan dianiaya.

Akibat penganiayaan tersebut, Tristan warga Condongcatur meninggal dunia. Sementara, Saka terluka parah sehingga dilarikan ke rumah sakit. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

7 Laga Tanpa Kekalahan! Persijap Diam-Diam Bangkit di Super League

7 Laga Tanpa Kekalahan! Persijap Diam-Diam Bangkit di Super League

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui kemenangan timnya atas Semen Padang tidak diraih dengan mudah.
Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. 
Mengejutkan! Kuasa Hukum Ayah Nizam Tiba-tiba Ungkap Kejanggalan Hubungan Ibu Tiri dan Adik Kandungnya

Mengejutkan! Kuasa Hukum Ayah Nizam Tiba-tiba Ungkap Kejanggalan Hubungan Ibu Tiri dan Adik Kandungnya

Kasus kematian Nizam memasuki babak baru, kuasa hukum ayah ungkap sejumlah kejanggalan terkait ibu tiri dan adik kandung dalam proses hukum yang berjalan.
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Nama Fadly Alberto viral di media sosial. Buntut tendangan kungfunya terhadap satu pemain Dewa United
Final Proliga 2026 Makin Panas! Sistem Baru Bisa Bikin Laga Berakhir Lebih Cepat

Final Proliga 2026 Makin Panas! Sistem Baru Bisa Bikin Laga Berakhir Lebih Cepat

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) resmi memperkenalkan format baru untuk babak final Proliga 2026.
Jepang Diguncang Gempa M 7,4, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman

Jepang Diguncang Gempa M 7,4, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman

Kementerian Luar Negeri RI memberikan kepastian mengenai kondisi WNI pasca terjadinya gempa bermagnitudo 7,4 yang memicu peringatan tsunami di Jepang pada Senin (20/4) sore waktu setempat.

Trending

Akhirnya Fadly Alberto Meminta Maaf usai Menendang Pemain Dewa United, Akui Tendangan Kungfunya sebagai Perbuatan Bodoh

Akhirnya Fadly Alberto Meminta Maaf usai Menendang Pemain Dewa United, Akui Tendangan Kungfunya sebagai Perbuatan Bodoh

Tendangan kungfu Fadly Alberto viral di media sosial, yang mengenai satu pemain Dewa United. Kini meminta maaf atas tindakannya tersebut
Fadly Alberto Langsung Dijatuhi 2 Hukuman Sangat Berat setelah Lepaskan Tendangan Kungfu, Kariernya Mulai Terancam

Fadly Alberto Langsung Dijatuhi 2 Hukuman Sangat Berat setelah Lepaskan Tendangan Kungfu, Kariernya Mulai Terancam

Aksi brutal Fadly Alberto saat laga EPA U-20 berujung sanksi ganda: dicoret dari Timnas Indonesia U-20 dan diputus kontrak sponsor, PSSI siap beri hukuman berat
Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top skor sepanjang masa ketiga Timnas Jepang menilai Timnas Indonesia di era John Herdman punya masa depan cerah dan peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030.
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Nama Fadly Alberto viral di media sosial. Buntut tendangan kungfunya terhadap satu pemain Dewa United
Bojan Hodak Ngamuk! Persib Bandung Buang Kemenangan, Wasit Ikut Disorot di Laga Lawan Dewa United

Bojan Hodak Ngamuk! Persib Bandung Buang Kemenangan, Wasit Ikut Disorot di Laga Lawan Dewa United

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyayangkan hasil imbang 2-2 yang diraih timnya saat menghadapi Dewa United pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Ogah Naturalisasi, Timnas Futsal Indonesia Pilih Jalan seperti Ini

Ogah Naturalisasi, Timnas Futsal Indonesia Pilih Jalan seperti Ini

Federasi Futsal Indonesia (FFI) mengambil langkah tegas dalam menentukan arah masa depan Timnas Futsal Indonesia. Alih-alih menempuh jalur naturalisasi untuk ..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT