Tiket Bus Ludes Hingga Akhir Pekan, Penumpang di Terminal Giwangan Selama Lebaran 2026 Naik 18 Persen
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Lonjakan pemudik pada lebaran 2026 membuat tiket bus di Terminal Giwangan Yogyakarta hingga akhir pekan ini sudah ludes terjual.
Peningkatan jumlah penumpang tercatat naik 18 persen dibandingkan lebaran tahun sebelumnya, seiring tingginya permintaan untuk berbagai rute tujuan.
Hal ini terlihat dari banyaknya pemudik yang diberangkatkan melalui program balik gratis maupun layanan reguler.
Kepala UPT Terminal Giwangan, Sigit Saryanto mengatakan, ribuan pemudik diberangkatkan menggunakan puluhan armada bus dalam program balik gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Pada pagi hari ini, dilaksanakan balik gratis dari Pemprov DKI Jakarta sebanyak 32 armada bus dengan tujuan beberapa terminal yang ada di Jakarta. Untuk penumpang yang diberangkatkan sekitar 1.400 sampai 1.500 orang," katanya, Kamis (26/3/2026).
Sebelumnya, program serupa juga telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan tujuan Jabodetabek dengan menggunakan armada sekitar 12 bus.
Belasan armada tersebut memberangkatkan sebanyak 520 penumpang. Pun, dari pihak swasta dengan tujuan yang sama namun titik pemberangkatan tidak hanya dari Terminal Giwangan.
Sigit mengungkap bahwa puncak arus balik lebaran tahun ini terjadi pada 24 - 25 Maret 2026 dan berpotensi terjadi pada akhir pekan.
"Untuk puncak arus baliknya terjadi kemarin dan masih mungkin berlanjut sampai akhir pekan nanti tanggal 29 Maret. Kemarin, kita memberangkatkan sekitar 26 ribu orang," jelasnya.
Lebih lanjut, lonjakan mobilitas penumpang pada lebaran tahun ini disebutnya cukup tinggi. Hingga 25 Maret lalu, terjadi kenaikan berkisar 15-18 persen.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang selama periode angkutan lebaran 2026 diprediksi mencapai 442 ribu penumpang. Sedangkan, tahun sebelumnya hanya sekitar 336 ribu penumpang.
Tingginya mobilitas tersebut membuat tiket bus reguler khususnya tujuan Jabodetabek ludes terjual hingga 29 Maret mendatang. Kondisi ini mendorong perusahaan otobus (PO) mengerahkan armada tambahan.
"Makanya dari teman-teman PO sudah antisipasi dengan mengeluarkan semua bus cadangan dan bus-bus isidentil lainnya untuk mengangkut penumpang di Terminal Giwangan ini," ucap Sigit.
Ia menyebut, faktor meningkatnya trafik penumpang bus pada lebaran tahun ini didukung keberadaan jalan tol yang otomatis mempersingkat waktu dan jarak tempuh.
"Sekarang kalau kita naik bus ke Jakarta hampir sama dengan kereta api antara 7,5 sampai 8 jam," ungkapnya.
Demi menjamin kenyamanan penumpang, pengelola Terminal Giwangan merenovasi beberapa fasilitas prasarana di terminal ini.
Seperti fasilitas ruang tunggu ber-AC yang mampu menampung hampir sekitar 800 orang. Ke depan, peningkatan prasarana di Terminal Giwangan akan terus dilakukan.
"Harapannya nanti masih bisa rehab lagi, bisa menampung sekitar 1.000 penumpang. Semua pemberangkatan titik ini nanti kita jadikan satu, termasuk land base juga kita jadikan satu," ujar Sigit. (scp/buz)
Load more