News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Santriwati di Sleman Diduga Diperkosa Kiai Ponpes Ash Sholihah, Kini Hamil 8 Bulan

Seorang santriwati inisial FN diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang kiai di Pondok Pesantren (Ponpes) Ash-Sholihah, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. 
Kamis, 10 September 2026 - 22:35 WIB
Kuasa hukum korban, Gusti Rian Saputra (kemeja hitam) menerangkan, dugaan pemerkosaan yang dialami kliennya inisial FN kepada awak media Kamis (10/8/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Seorang santriwati inisial FN diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang kiai di Pondok Pesantren (Ponpes) Ash-Sholihah, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

Kini, korban dilaporkan tengah hamil dengan usia kandungan sekitar delapan bulan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan pemerkosaan ini mencuat setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya ke pihak keluarga. Kepada sang kakak, korban mengaku telah dua kali diperkosa oleh kiai NH atau dikenal dengan panggilan GN pada Desember 2025 dan Januari 2026.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polresta Sleman. Laporan polisi itu teregister nomor: STTLP/B/657/IX/2026/SPKT/POLRESTA SLEMAN/POLDA DI YOGYAKARTA. 

Kuasa hukum korban, Gusti Rian Saputra menerangkan, dugaan pemerkosaan yang terjadi pada Desember 2025 ketika korban diminta datang ke ruangan NH dengan alasan membutuhkan bantuan karena sakit.

Karena merasa iba, FN selaku santri yang berada tidak jauh dari ruangan GN langsung menghampirinya dan berniat ingin membantu. 

"Disitu, korban justru mendapat tindakan mulai dari penguncian pintu, pemaksaan, penarikan tangan ketika korban berusaha melarikan diri, penutupan mulut, penekanan leher hingga hubungan seksual tanpa persetujuan," kata Gusti kepada awak media, Kamis (10/8/2026). 

Tak berhenti disitu, pelaku kembali melakukan aksi bejatnya pada Januari 2026. Korban kembali ke lingkungan ponpes setelah diminta untuk membantu mengurus anak-anak di ponpes. Ketika mengetahui GN berada di pesantren, korban berusaha meninggalkan lokasi namun dihalangi. 

"Pintu diduga dikunci dan korban didorong ke tempat tidur sebelum kembali mengalami hubungan seksual tanpa persetujuan," ucap Gusti. 

Untuk diketahui, korban menjadi santriwati di Ponpes Ash-Sholihah selama enam tahun mulai jenjang SMP hingga SMA. Setelah lulus, korban mengabdi di ponpes tersebut tanpa bayaran. 

"Dua tahun mengabdi itu tanpa digaji dengan alasan khidmat. Ketika khidmat di tahun kedelapan, korban sering dijemput dari rumah untuk membantu menjaga bayi-bayi daripada salah satu pengasuh atau pengurus disana," ungkap Gusti. 

Pasca pemerkosaan tersebut, korban kini disebut tengah mengandung bayi hasil aksi bejat sang kiai yang diketahui telah beristri dan memiliki anak. Diperkirakan, Hari Perkiraan Lahir (HPL) dari kliennya pada Oktober 2026.

Gusti kemudian mengungkap alasan korban baru berani melapor ke aparat kepolisian baru-baru ini meski kejadiannya sudah terjadi pada akhir 2025 lalu.

Hal ini berkaitan dengan kondisi psikologis korban mulai dari stres, trauma dan ketakutan. Bahkan, korban disebut juga mendapat ancaman dari pelaku yang tentunya memiliki relasi kuasa di lingkungan ponpes. 

"Ada ancaman dari pelaku agar tidak menceritakan pada siapapun baik sahabat maupun keluarga. Pelaku bilang kalau dikasih tahu kejadian pemerkosaan ini keluarga korban akan ajur atau hancur. Itu ancaman yang sangat nyata yang disampaikan oleh si pelaku," ungkap Gusti. 

Kini, korban disebut dalam zona aman bersama keluarga dan lambat laun kondisi psikisnya sudah mulai membaik. 

Terpisah, Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro membenarkan adanya laporan polisi terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dialami oleh FN. 

"Benar ada laporan masuk terkait kejadian itu ke polisi pada 7 September 2026 lalu," ucapnya. 

Pasca pelaporan, polisi segera melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini. Selanjutnya, polisi akan melayangkan surat panggilan terhadap para saksi. 

"Sekarang masih penyelidikan. Kemudian ada saksi yang akan kita panggil," kata Argo.

anggilan para saksi, penyidik Satreskrim Polresta Sleman akan melakukan penetapan tersangka dalam kasus ini. 

"Untuk terlapor saat ini masih dalam penyelidikan. Apabila ada update, nanti kita sampaikan lebih lanjut," pungkasnya. (scp/buz) 

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah.
Liga Inggris Umumkan Jadwal Boxing Day 2026, 7 Laga Digelar Sepanjang 26 Desember 2026

Liga Inggris Umumkan Jadwal Boxing Day 2026, 7 Laga Digelar Sepanjang 26 Desember 2026

Boxing Day merupakan sebutan bagi pertandingan yang digelar satu hari setelah Hari Natal di mana dalam hari tersebut keluarga berada di rumah untuk membuka kado Natal. 
Rupiah Tertekan Rp17.547 di Penutupan Perdagangan, Harga Minyak Dunia Jadi Bom Waktu APBN

Rupiah Tertekan Rp17.547 di Penutupan Perdagangan, Harga Minyak Dunia Jadi Bom Waktu APBN

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Mata uang rupiah ditutup melemah 36 poin ke level Rp17.547 per dolar AS pada perdagangan Kamis (10/9/2026), setelah sebelumnya sempat tertekan hingga 40 poin.
Persija Hanya Digunakan untuk Lawan Persib, FIFA Tak Izinkan Macan Kemayoran Pakai Stadion GBK untuk Jamu Java United

Persija Hanya Digunakan untuk Lawan Persib, FIFA Tak Izinkan Macan Kemayoran Pakai Stadion GBK untuk Jamu Java United

Persija Jakarta memang menjalani dua laga kandang sebelum akhirnya Super League 2026-2027 diliburkan sepanjang turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 digelar. 
Siap Hadapi F1 GP Spanyol 2026, Fred Vasseur Janji akan Kembalikan Performa Apik Ferrari di Madring Besok

Siap Hadapi F1 GP Spanyol 2026, Fred Vasseur Janji akan Kembalikan Performa Apik Ferrari di Madring Besok

Ferrari bertekad bangkit pada F1 GP Spanyol 2026 di Madrid setelah menjalani balapan kandang yang mengecewakan di Sirkuit Monza.
Begini Nasib Franco Morbidelli Setelah VR46 Resmi Rekrut Nicolo Bulega untuk MotoGP 2027 Mendatang

Begini Nasib Franco Morbidelli Setelah VR46 Resmi Rekrut Nicolo Bulega untuk MotoGP 2027 Mendatang

Salah satu murid dari Valentino Rossi yakni Franco Morbidelli, telah resmi dipastikan akan meninggalkan VR46 Ducati setelah berakhirnya musim MotoGP 2026 ini.

Trending

Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah.
Liga Inggris Umumkan Jadwal Boxing Day 2026, 7 Laga Digelar Sepanjang 26 Desember 2026

Liga Inggris Umumkan Jadwal Boxing Day 2026, 7 Laga Digelar Sepanjang 26 Desember 2026

Boxing Day merupakan sebutan bagi pertandingan yang digelar satu hari setelah Hari Natal di mana dalam hari tersebut keluarga berada di rumah untuk membuka kado Natal. 
Rupiah Tertekan Rp17.547 di Penutupan Perdagangan, Harga Minyak Dunia Jadi Bom Waktu APBN

Rupiah Tertekan Rp17.547 di Penutupan Perdagangan, Harga Minyak Dunia Jadi Bom Waktu APBN

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Mata uang rupiah ditutup melemah 36 poin ke level Rp17.547 per dolar AS pada perdagangan Kamis (10/9/2026), setelah sebelumnya sempat tertekan hingga 40 poin.
6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Ole Romeny Dapat Tandem Baru? Statistik Penyerang Muda Ini Makin Gila di Luar Negeri

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Ole Romeny Dapat Tandem Baru? Statistik Penyerang Muda Ini Makin Gila di Luar Negeri

Penyerang muda Timnas Indonesia tampil gacor di Amerika Serikat dengan 7 kontribusi gol dalam 6 laga, modal apik jelang FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT