Buntut Tolak Pungli, Pedagang Matcha di Alkid Yogyakarta Ngaku Didesak Hapus Video Curhatannya
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @matcharaku
Wanita tersebut mengatakan masalahnya sudah terselesaikan, ia juga berharap segala hal yang telah terjadi menjadi pembelajaran bersama.
“Kita kembali lagi tagline nya Jogja, yang katanya ‘Jogja Berhati Nyaman’. Karena banyak yang senang ke Jogja, jangan sampai mereka kapok untuk ke Jogja. Kita kembalikan lagi Jogja Berhati Nyaman, orangnya baik-baik, makanannya murah-murah dan enak-enak. Kita kembalikan lagi seperti itu, nyaman untuk semua orang dan wisatawan,” pungkasnya.
Tolak Pungli Berujung Dikucilkan Tetangga
Sebelumnya, pedagang Matcha ini mengaku sangat mengerti dengan apa yang dialami Dyah Laily Fardisa, pemilik dari usaha Bolosego saat menghadapi pungli.
Ternyata banyak orang yang memiliki pengalaman yang sama, salah satunya pedagang Matcha Raku yang berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta.
Pemilik Matcha Raku ini mengatakan bahwa dirinya memiliki keterkaitan dengan apa yang dialami Mbak Dy. Untuk itu, dirinya dengan tegas menolak keberadaan pungli.
Bahkan, dirinya sampai dikucilkan oleh tetangga lantaran menolak adanya pungli.
“Aku pertegas sekali lagi, kalau Matcha Raku juga tidak mendukung pungli. Walaupun pada akhirnya, karena kita menolak pungli kita dimusuhi, diperlakukan tidak enak, diomongin nggak enak, dan dikeluarin dari grup Whatsapp pedagang setempat sama mereka,” jelas penjual minuman Matcha itu.
“Cuma ya udah, aku di sini cari duit, nggak nyari bolo (kawan), nggak nyari konco (teman), jadi kalau misalnya aku mau dimusuhi ya monggo saja,” sambungnya.
Setelah adanya kejadian tersebut, pemilik Matcha Raku mengingatkan bahwa kesulitan menjadi pelaku UMKM salah satunya karena menghadapi pungli dan premanisme.
(kmr)
Load more