Update Gunung Merapi: Luncurkan Guguran Lava Sejauh 1,8 Kilometer, Status di Level Siaga
- ANTARA
Yogyakarta, DIY - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali meluncurkan guguran lava pijar. Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta masih menetapkan tingkat aktivitas Merapi pada Level III atau SIAGA.
Dari periode pengamatan BPPTKG selama 24 jam (00:00-24:00 WIB) Minggu (28/8), Gunung Merapi (2968 mdpl), teramati 2 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,8 kilometer (1.800 meter).ke arah barat daya.
Sementara data kegempaan berupa kegempaan Guguran sebanyak 62 kali, amplitudo 3-38 mm dengan durasi 14.9-227.5 detik. Kegempaan Hembusan 15 kali, amplitudo 3-4 mm, durasi 8.2-20.4 detik. Kegempaan Hybrid/Fase Banyak 48 kali dengan amplitudo 2-18 mm, S-P 0.4-0.6 detik, dan durasi 4.3-8.3 detik.
Kegempaan Vulkanik Dangkal 13 kali dengan amplitudo 26-75 mm dan durasi 6.9-23.7 detik. Vulkanik Dalam 73 kali, amplitudo 3-11 mm, S-P 0.3-1 detik, dan durasi5.6-11.2 detik. Kegempaan Tektonik Jauh 4 kali dengan amplitudo 10-30 mm, S-P : tidak terbaca, dengan durasi 72.9-136.5 detik.
Cuaca berawan,mendung,hujan,cerah. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 13-23 °C, kelembaban udara 61-93.3 %, dan tekanan udara 576-916.6 mmHg. Volume curah hujan 9 mm per hari. Secara visual Gunung Merapi kabut 0-II,kabut 0-III,jelas. Asap kawah tidak teramati.
Hingga kini BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan tingkat aktivitas pada Level Siaga (III). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (nur/ner)
Load more