Kesal Sampai Nangis Miss Yuni TKW Hongkong Beli Celana Dalam Rp200 Ribu Dipajaki Rp800 Ribu oleh Bea Cukai, Kemenkeu: Salah Paham
- IST
Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial curhatan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Hong Kong bernama Miss Yuni dikenakan bea masuk lebih besar dibanding harga barang berupa celana dalam yang dikirim ke Indonesia. Ungkapan kekecewaan kepada pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banyuwangi pun diluapkan.
Akun Miss Yuni bercerita dirinya membeli celana dalam di Hong Kong seharga 70 dolar Hong Kong (HKD) atau setara Rp 140.560 (kurs Rp 2.008/HKD). Ketika dikirim ke Indonesia, pihak Bea Cukai Banyuwangi mengenakan bea masuk sebesar Rp800 ribu.
"Dikenakan pajak Rp 800 ribu oleh Kantor Pos Banyuwangi. Saya kira itu adalah palsu atau oknum yang mengatasnamakan Bea Cukai, tapi setelah saya selidiki, itu memang benar-benar dari Bea Cukai," kata Miss Yuni berdasarkan video yang beredar di media sosial, dikutip Jumat (13/10/2023).
Miss Yuni juga mengirim barang berupa pakaian dalam ke Jakarta dan hanya dikenakan Rp 40 ribu. Ia pun mempertanyakan dari mana hitungan Bea Cukai Banyuwangi sehingga bisa ada angka Rp 800 ribu.
"Celana dalam boxing itu lho yang punyanya Bossini atau punyanya Giordano itu. Sama-sama ngirim yang satunya ke Banyuwangi, yang satunya ke Jakarta. Yang ke Jakarta cuma kena Rp 40 ribu itu baju dalam, yang di Banyuwangi kena Rp 800 ribu, sedih nggak sih? Dan saya sudah katakan saya ingin berbicara dengan Bea Cukai bagaimana caranya kalian menghitung," ucapnya dengan nada kesal.
Sesekali berbicara sambil mengusap air mata, Miss Yuni mempertanyakan di mana peran pemerintah yang katanya melindungi pekerja migran Indonesia.
"Mana sekarang? Mana sekarang buktinya?" tambahnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu)merespons permasalahan itu sudah diselesaikan dengan baik antara pengirim barang yakni Miss Yuni, penerima barang, Bea Cukai Juanda, dan penyelenggara pos yakni PT Pos Indonesia.
"Kasus ini sudah diselesaikan dengan baik ya. Bea Cukai Juanda dan pihak PT Pos Indonesia sudah berkomunikasi dengan Mbak Yuni dan penerima barang," kata Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.
Load more