Memasuki Musim Penghujan, Kementan Siapkan Embung Pertanian Penampung Air
- IST
Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena iklim yang memicu anomali kenaikan suhu El Nino yang mengakibatkan kekeringan menjadi pembelajaran bagi pertanian Indonesia.
Memasuki musim penghujan Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai langkah untuk menggenjot produktivitas pertanian dengan salah satunya membuat wadah embung air untuk pertanian.
Hal itu dilakukan oleh Program UPLAND dalam salah satuprogramnya pengembangan infrastruktur irigasi. Embung penampungan air yang selalu terisi di musim penghujam dapat digunkanan oleh petani agar tidak khawatir lagi terhadapnya kukurangan air.
"El-nino harus menjadi salah satu pembelajaran pertanian. Sebab dampaknya tidak hanya di Indonesia tapi dunia. Terjadinya krisis pangan yang mengancam duania," kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (14/12/2023).
Lebih lanjut Arman mengatakan selain pembuatan embung, UPLAND Project melakukan pembangunan irigasi lain program pengembangan prasarana.
Menurutnya langkah itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.
Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan selain embung irigasi yang dilakukan UPLAND yakni meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), irigasi perpompaan atau perpipaan dan kelengkapannya berupa irigasi air tanah, dam parit, dan long storage.
"Pembangunan infrastruktur irigasi dilakukan tidak lain sebagai suport UPLAND kepada petani agar terus dapat produksitf sehingga tetap mendapatkan nilai ekonomi," kata Ali.
Ali menilai setiap pembangunan infrastruktur irigasi harus sesuai dengan ketentuan seperti harus bedasarkan hasil survey, Investigasi dan Desain (SID) oleh tim teknis.
Lokasi dilengkapi dengan peta geospasial dan tersedianya sumber air, serta mekanisme bantuan sesuai dengan AWPB dan Procurement Plan.
Data terakhir pembangunan embung atau dam parit tersebar di 10 Kabupaten yakni Kabupaten Gorontalo sebanyak 5 unit, Lebak 6 unit, Lombok Timur 11 unit, Magelang 10 unit, Banjarnegara 1 unit, Malang 3 unit Minahasa Selatan 10 unit, Subang 13 unit, Sumenep 44 unit, Tasikmalaya 8
"Selain infrastruktur irigasi UPLAND juga membantu infrastruktur jalan usaha tani, alat dan mesin pertanian serta alat pengolahan pasca panen," ungkap Ali.
Dari rekap realisasi fisik terbaru, UPLAND telah membangun infrastruktur irigasi diantaranya terasering seluas 457 ha, Embung/Dam Parit sebanyak 111 unit, bak retensi seluas 100 ha, sistem irigasi seluas 1.974 hektar saluran irigasi sepanjang 118 km, dan perpipaan sebanyak 257 unit.
Load more