News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menggiurkan! Film Vina: Sebelum 7 Hari Kini Sudah Hasilkan Rp183 Miliar Lebih dari Bioskop, Tapi Kasusnya Kian Rumit dan Memanas

Film yang diangkat dari kisah nyata kasus pembunuhan Vina Dewi Arista di Cirebon 2016 silam, telah disaksikan 4.592.451 penonton di bioskop pada hari ke-12.
Rabu, 22 Mei 2024 - 04:44 WIB
Potret artis, produser, dan sutradara film Vina: Sebelum 7 Hari
Sumber :
  • Dee Company

Jakarta, tvOnenews.com - Film Vina: Sebelum 7 Hari terus melejit dengan jumlah penonton yang kian meningkat setiap harinya.

Film yang diangkat dari kisah nyata kasus pembunuhan Vina Dewi Arista di Cirebon 2016 silam, telah disaksikan 4.592.451 penonton di bioskop pada hari ke-12.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diproduksi oleh Dee Company, film bergenre drama horor tersebut menceritakan kembali tentang kisah pembunuhan dan pemerkosaan Vina yang tewas bersama kekasihnya Rizky karena dikeroyok geng motor.

Bukan karena sinematografi yang apik, film garapan sutradara Anggy Umbara tersebut viral karena mengangkat kisah kejahatan sadis yang sampai saat ini masih penuh kontroversi.

Hingga tanggal 20 Mei 2024 atau 12 hari sejak dirilis pada tanggal 8 Mei, lebih dari 4,5 juta orang menyaksikan film ini di bioskop.

"Sampai hari ke 12 sudah 4.592.451 orang ingin membela keadilan Almarhumah Vina," tulis Dee Company pada rilis dan kampanyenya, dikutip Rabu (22/5/2024).

Melihat dari sisi bisnis, tentu film tersebut sukses besar dan telah meraup keuntungan puluhan atau bahkan ratusan miliar rupiah.

Sebagaimana diberitakan tvOnenews.com sebelumnya yang mengacu pada pendapat sutradara Joko Anwar, pendapatan kotor sebuah film Indonesia dapat dihitung dari jumlah tiket dikalikan harga tiket rata-rata di bioskop.

Jika dikalkulasi berdasarkan asumsi bahwa harga tiket bioskop rata-rata sebesar Rp40 ribu, maka film Vina: Sebelum 7 Hari yang disaksikan 4.592.451 orang di bioskop menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp183,69 miliar pada hari ke-12.

Sedangkan, menurut Joko Anwar, setiap perusahaan film atau rumah produksi, biasanya akan menerima keuntungan sebesar 50 persen dipotong pajak.

Katakanlah perusahaan film menerima Rp18.000 dari setiap tiket yang terjual, maka Dee Company saat ini sudah mengantongi untung sebesar Rp82,6 miliar dari film Vina: Sebelum 7 Hari.

Penghasilan tersebut tentu masih harus dikurangi dengan biaya produksi dan biaya promosi, baru sisanya adalah keuntungan bersih produser.

Kasus Vina Memanas dan Melebar ke Mana-mana

Tak hanya sukses secara bisnis, Film Vina: Sebelum 7 Hari memiliki dampak yang begitu besar bagi terbukanya jalan untuk mengusut kasus yang hampir terlupakan.

Sampai saat ini, kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina Cirebon akhirnya kembali menjadi sorotan nasional.

Kasus pilu pembunuhan Vina dan Rizky (Eky) saat ini kian rumit dan memanas.

Banyak fakta dan dugaan baru yang mulai mencuat, misalnya klaim bahwa polisi salah menetapkan pelaku yang saat ini sudah 8 tahun dihukum.

Selain itu, sejumlah DPO yang diduga otak pembunuhan Vina saat ini masih terus diburu.

Dalam wawancara khusus di tvOne, pihak keluarga almarhum Vina mengungkit berita acara pemeriksaan (BAP) terkait DPO yang dirilis tersebut.

Salah satu kuasa hukum keluarga Vina, Putri Maya Rumanti tegas meminta klarifikasi pihak kepolisian terkait adanya fakta 4 DPO kasus tersebut.

Ketika disinggung soal DPO, Putri menuturkan dalam BAP tertulis adanya empat pelaku yang masih buron.

Oleh karena itu, dia merasa janggal terkait pengungkapan kasus untuk para DPO.

Meski demikian, dia mengaku pihaknya mendukung langkah kepolisian dalam mengungkap kasus kematian Vina.

Di pihak lain, pengacara dua terpidana Saka Tatal dan Sudirman, Titin berusaha mengungkap kejanggalan persidangan pembunuhan Vina delapan tahun silam di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Jawa Barat.

Dia menyoroti salah satu anggota kepolisian yang hadir sebagai saksi dalam persidangan perkara pembunuhan dan pemerkosaan tersebut.

Menurutnya, polisi tersebut menunjukkan salah satu kejanggalan kasus tersebut selama persidangan. Dia menunjukan bukti-bukti bahwa kliennya mendapat intimidasi dari anggota kepolisian selama penyidikan.

"Foto-foto ditampilkan kondisi terdakwa ketika sudah ditangkap. Itu akhirnya ditampilkan di persidangan dengan pemanggilan saksi dari kepolisian," ujar Titin dalam tayangan YouTube Diskursus Net yang dilansir Selasa (21/5/2024).

Titin mengaku ada saksi anggota polisi yang dihadirkan guna mengkonfirmasi dugaan intimidasi tersebut.

Namun, dia mengungkapkan terkejut dengan tindakan dari saksi yang melecehkan persidangan.

"Saya juga melihat ada apa sih marwah pengadilan yang hilang gitu. Sebab, saksi dari kepolisian itu masuk ke ruang sidang memberikan kesaksian, pulangnya banting pintu di depan Hakim, di depan Jaksa, di depan kami semua," jelasnya.

Sebelumnya, Titin mengungkapkan kejanggalan selama proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, yang berlangsung tertutup meski kasus tersebut viral pada 2016 silam.

Terpisah, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengaku optimis kasus pembunuhan Vina di Cirebon, pada Tahun 2016 bakal diungkap secara tuntas oleh Polda Jawa Barat.

Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto menyebut dari hasil klarifikasi kepada Polda Jawa Barat penyidik masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron.

"Saya optimis terungkap, karena Kombes Surawan Dirkrimum Polda Jabar, berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang dan akhirnya maju ke pengadilan. Ini sebuah prestasi dan saya harap di kasus ini juga sama," jelasnya kepada wartawan, dikutip Selasa (21/5/2024).

Lebih lanjut, Benny juga membantah ihwal adanya kabar keterlibatan anggota Polri yang dengan sengaja menutupi kasus tersebut. 

Ia justru mengatakan salah satu korban pembunuhan yakni Eky merupakan anak dari perwira Polri.

"Apa yang beredar di media sosial (keterlibatan anggota) sudah disampaikan Kombes Surawan bahwa itu tidak benar. Justru salah satu korban merupakan anak perwira polisi, bukan dari ketiga pelaku," katanya. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Cedera Parah! Musim Cristian Romero Terancam Berakhir, Tottenham Makin Terpuruk

Cedera Parah! Musim Cristian Romero Terancam Berakhir, Tottenham Makin Terpuruk

Kabar buruk menghantam Tottenham Hotspur setelah bek andalan mereka, Cristian Romero, dilaporkan mengalami cedera serius yang berpotensi mengakhiri musimnya lebih cepat.
Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Baru-baru ini mencuat di media sosial terkait video detik-detik dua mahasiswa UI yang diduga pelaku pelecehan seksual diarak massa. Bahkan beredar kabar terkait
Arne Slot Kirim Sinyal Bahaya di Liga Champions! Liverpool Siap Lakukan Hal Tak Terduga Lawan PSG

Arne Slot Kirim Sinyal Bahaya di Liga Champions! Liverpool Siap Lakukan Hal Tak Terduga Lawan PSG

Pelatih Liverpool Arne Slot blak-blakan soal kondisi skuadnya jelang leg kedua perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG), di Anfield, Rabu (15/4/2026).
Malam Penentuan! Liverpool Siap Balas PSG di Liga Champions, Szoboszlai Percaya Diri

Malam Penentuan! Liverpool Siap Balas PSG di Liga Champions, Szoboszlai Percaya Diri

Pemain Liverpool, Dominik Szoboszlai, menunjukkan keyakinan tinggi bahwa timnya mampu melakukan comeback saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua perempat final Liga Champions.
Tak Jauh dari Jakarta, Wisata Ini Janjikan  Nuansa Rileksasi Alam

Tak Jauh dari Jakarta, Wisata Ini Janjikan Nuansa Rileksasi Alam

Masyarakat Ibu Kota Jakarta kerap berburu lokasi wisata berbasis alam sebagai cara merehtkan diri usai beraktivitas penuh.

Trending

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.
Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

​​​​​​​Sahara akui khilaf di depan Dedi Mulyadi usai sebut Yai Mim ‘dugong’. Ia menyebut ucapannya sangat salah dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Pantas Kades Menolak Keras Penjagaan Jembatan Cirahong Dihentikan Dedi Mulyadi, Penghasilannya Fantastis

Pantas Kades Menolak Keras Penjagaan Jembatan Cirahong Dihentikan Dedi Mulyadi, Penghasilannya Fantastis

Penjagaan Jembatan Cirahong dihentikan Dedi Mulyadi picu protes kades. Terungkap potensi penghasilan warga dari pungutan bisa capai puluhan juta per bulan.
Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, BEM UI Angkat Bicara

Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, BEM UI Angkat Bicara

Buntut kasus dugaan pelecehan seksual di grup chat mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UI, membuat  Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shun Imawan angkat bicara. Bahkan BEM
4 Gol Tanpa Balas Lawan Timor Leste U-17! Kurniawan Dwi: Garuda Muda Kirim Peringatan ke Malaysia

4 Gol Tanpa Balas Lawan Timor Leste U-17! Kurniawan Dwi: Garuda Muda Kirim Peringatan ke Malaysia

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya usai meraih kemenangan telak 4-0 atas Timor Leste U-17 pada laga pembuka Grup A Piala AFF U-17 2026. Bertanding di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin (13/4/2026)
Viral Tuduhan Rossa Lakukan Oplas, Penasihat Hukum Beri Ultimatum 1x24 Jam atau Tempuh Jalur Hukum

Viral Tuduhan Rossa Lakukan Oplas, Penasihat Hukum Beri Ultimatum 1x24 Jam atau Tempuh Jalur Hukum

​​​​​​​Rossa dituding oplas hingga viral di media sosial. Kuasa hukum layangkan somasi dan beri ultimatum 1x24 jam sebelum menempuh jalur hukum sesuai UU ITE.
Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

​​​​​​​Dedi Mulyadi ungkap kisah haru kepsek dari Bekasi yang sempat marah di pos satpam. Di balik emosinya, tersimpan perjuangan panjang dan beban hidup berat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT