GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bea Cukai Rampung Proses 16 Ribu Kontainer Yang Menumpuk di Pelabuhan, Sri Mulyani Sebut Petugas Tidak Ada Yang Libur

Hingga Senin, Bea Cukai telah menyelesaikan proses kepabeanan 9.444 kontainer, atau 54,6 persen dari total kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok. 
Senin, 27 Mei 2024 - 18:24 WIB
Bea Cukai Selesaikan Proses 16 Ribu Kontainer Yang Menumpuk di Pelabuhan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Sebut Petugas Tidak Ada Yang Libur
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOneneews.com - Pemerintah akhirnya berhasil mengurai penumpukan 26 ribu kontainer yang tertahan di dua pelabuhan. Sejak dua menteri melakukan inspeksi mendadak pada Sabtu (18/5/2024) lalu, Bea Cukai telah selesai memproses 16.451 kontainer atau 62,3 persen kontainer yang menumpuk telah berhasil diproses. 

"Saat ini sudah diselesaikan 16.451 ini artinya 62,3 persen total kontainer sudah diselesaikan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konperensi pers APBN Kita di Jakarta, Senin (27/5/2024). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan bahwa saat melakukan inspeksi mendadak bersama Menko Perekonomian sebelumnya, terdapat 26.415 kontainer yang menumpuk di pelabuhan, terdiri dari 17.304 kontainer tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan 9.111 kontainer impor yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 

Hingga hari Senin, Sri Mulyani menyebutkan bahwa total kontainer impor yang sudah diselesaikan di Tanjung Priok mencapai 9.444, atau 54,6 persen dari total kontainer yang tertahan. 

Sementara di Pelabuhan Tanjung Perak, terdapat 7.007 kontainer yang sudah selesai diproses, atau 76,9 persen dari jumlah kontainer yang sempat tertahan. 

"Semenjak kami ke Tanjung Priok, teman - teman di Bea Cukai bekerja 24/7 (24 jam 7 hari). Kalau kemarin libur empat hari, mereka tidak ada yang libur. Mereka bekerja terus," kata Sri Mulyani.

Untuk memproses penumpukan kontainer, Sri Mulyani menyebut, petugas Bea Cukai bekerja sama dengan para importir untuk menyelesaikan dokumen, pemilik barang, perusahaan pelayaran, hingga tempat penimbunan peti kemas sementara. 

Tetap Diawasi

Sri Mulyani menjelaskan, kontainer impor yang tertahan itu akhirnya bisa diproses setelah Menteri Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024, untuk menggantikan Permendag Nomor 36 Tahun 2023 yang dituding menghambat arus impor barang di pelabuhan. 

Meski Bea Cukai telah mengurai sebagian besar kontainer yang menumpuk, Sri Mulyani mengaku pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap barang - barang yang dicurigai dan berisiko. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain 16.451 kontainer yang selesai diproses kepabeanannya, Bea Cukai juga telah melakukan reekspor terhadap 73 kontainer. Selain itu, sebanyak 716 kontainer dimasuknya dalam pengawasan. 

"Namun untuk kontainer yang isinya barang barang yang menimbulkan risiko, termsasuk risiko industri dalam negeri maka kita tetap melakukan pengawasan sesuai dengan Permendag," kata Sri Mulyani. 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kepala Staf Kepresidenan Pastikan 742 Pasukan Perdamaian TNI Siap Berangkat ke Lebanon

Kepala Staf Kepresidenan Pastikan 742 Pasukan Perdamaian TNI Siap Berangkat ke Lebanon

Sebanyak 742 prajurit TNI telah dinyatakan siap untuk mengemban tugas internasional dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. 
Puluhan Ribu Volimania 'Geruduk' Hyundai Hillstate Setelah Rekrut Megawati Hangestri: Fans Red Sparks Pindah ke Hyundai!

Puluhan Ribu Volimania 'Geruduk' Hyundai Hillstate Setelah Rekrut Megawati Hangestri: Fans Red Sparks Pindah ke Hyundai!

Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate. Instagram klub asal Suwon itu langsung dibanjiri puluhan ribu komentar volimania Indonesia yang 
Pansus DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square demi Amankan Pendapatan Daerah

Pansus DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square demi Amankan Pendapatan Daerah

Upaya pengamanan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perlindungan terhadap hak-hak warga terus diperkuat oleh Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta. 
Wijaya Karya Rombak Jajaran Komisaris, Arthur Hedar Kembali Menjabat

Wijaya Karya Rombak Jajaran Komisaris, Arthur Hedar Kembali Menjabat

Disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Teknologi Arthroscopy dan TKR: Harapan Baru bagi Penderita Cedera Muskuloskeletal

Teknologi Arthroscopy dan TKR: Harapan Baru bagi Penderita Cedera Muskuloskeletal

Pemulihan fungsi gerak dan penghilangan nyeri kronis kini menjadi fokus utama dalam penanganan gangguan muskuloskeletal. 
Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Formal dan Informal, Apa Tantangan Terbesarnya?

Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Formal dan Informal, Apa Tantangan Terbesarnya?

Tidak hanya soal upah, pekerja modern juga mulai menuntut kepastian perlindungan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, hingga keamanan ekonomi saat menghadapi risiko

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT