News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saham BREN Anjlok 10 Persen dan Valuasinya Lenyap Rp150 Triliun Dalam Sehari, IHSG Terseret Turun 1,56 Persen

Anjloknya saham emiten terbesar di BEI ini membuat nilai kapitalisasi pasar BREN berkurang hingga sekitar Rp150 triliun dalam sehari menjadi Rp1.354,6 triliun.
Rabu, 29 Mei 2024 - 17:51 WIB
Saham BREN Anjlok 10 Persen dan Valuasinya Lenyap Rp150 Triliun Dalam Sehari, IHSG Terseret Turun 1,56 Persen
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) langsung anjlok hingga 10 persen setelah sempat dihentikan sementara perdagangannya. Anjloknya saham emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, langsung menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 1,56 persen.

Pada perdagangan Rabu (29/5/2024), saham  BREN langsung anjlok hingga Rp1.125 atau 10 persen, atau mencapai batas Auto Rejection bawah (ARB)ke level Rp10.125 per saham. Padahal, sebelum dihentikan sementara perdagangan (suspensi), saham BREN masih bertengger di level  Rp11.250 per saham, pada Senin (27/5/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada perdagangan hari ini, saham emiten milik Prajogo Pangestu ini hanya sempat diperdagangkan di satu jam pertama, sebelum anjlok. Bahkan, total transaksi hanya tercatat 442 kali perdagangan atas 3,27 juta saham senilai Rp33,10 miliar. 

Anjloknya saham emiten terbesar di BEI ini membuat nilai kapitalisasi pasarnya berkurang hingga sekitar Rp150 triliun dalam sehari, dari Rp1.505,5 triliun menjadi Rp1.354,6 triliun. Meski demikian, saham BREN masih tetap menjadi emiten dengan nilai pasar tertinggi di BEI. 

Anjloknya saham BREN ini langsung menyeret pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Hingga penutupan perdagangan sesi II, IHSG terpantau anjlok hingga 113,39 poin, atau 1,56 persen ke level 7.140,22. 

Sebelum dihentikan perdagangannya, saham BREN telah mencatat kenaikan signifikan, hingga 41 persen dalam sebulan terakhir. Bahkan harga saham BREN sudah naik hingga 13 kali lipat dibandingkan harga pada saat awal IPO di Oktober 2023 sebesar Rp780 per saham.

Dalam penjelasannya ke BEI, terungkap bahwa jumlah investor atau pemegang saham BREN ternyata mengalami penurunan hingga 40 persen dalam sebulan terakhir. Penurunan jumlah investor ini, berbanding terbalik dengan harga saham BREN yang justru melonjak.

Pada 31 Maret 2024, jumlah investor saham BREN menurut catatan BEI masih sebesar 20.249 pihak. Namun jumlah investor saham emiten terbesar di BEI ini anjlok 40 persen menjadi tinggal 11.995 pihak pada 30 April 2024. 

DI luar pemegang saham utama, per 30 April 2024, jumlah pemegang saham BREN masih didominasi investor ritel domestik yang mencapai 11.768 (98,12 persen) pihak. Selain itu, terdapat 114 investor ritel asing, 42 investor institusi asing, serta 69 investor institusi domestik. 

Manajemen BREN menilai terjadinya penurunan jumlah investor ini kemungkin disebabkan oleh aksi ambil untung di investor ritel, setelah saham BREN melonjak cukup tinggi. 

"Berdasarkan data pemegang saham yang ada pada kami, sebagian besar penurunan jumlah investor tersebut terjadi pada retail investor Perseroan yang kemungkinan melakukan aksi profit taking ketika terjadi peningkatan harga saham Perseroan," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Renewables Energy Tbk Merli.

IHSG Ikut Terseret

Pada perdagangan Rabu, saham - saham paling likuid dalam indeks LQ45 terpantau turun 14,63 poin, atau turun hingga 1,62 persen ke level 886,17.
Sebanyak 364 saham terpantau turun, dan 186 saham naik, sementar 235 saham terpantau stagnan. 

Di tengah anjloknya IHSG, hari ini nilai perdagangan tergolong tipis senilai Rp12,712 triliun. Sementara total transaksi perdagangan mencapai 1,143 juta kali transaksi atas 16,168 miliar saham.

Selain saham BREN, saham - saham BUMN juga kembali terpantau anjlok hari ini, dimana saham BBRI turun hingga 2,65 persen, BMRI anjlok 2,52 persen, TLKM terkoreksi 1,75 persen, dan saham BBNI turun dalam hingga 3,82 persen. 

Selain itu, saham saham unggulan yang mencatat penurunan hari ini adalah saham BBCA, ASII dan GOTO yang turun masing - masing sebesar 1,61 persen, 1,11 persen, dan 4,05 persen. Sementara saham yang menguat diantaranya adalah AMMN yang naik 2,33 persen, TPIA naik 0,83 persen, dan PNLF menguat 5,43 persen. 

Pelemahan bursa domestik hari ini terjadi seiring dengan melemahnya bursa di kawasan Asia dan Eropa. Sore ini, indeks Stoox 600 di London terpantau turun hingga 0,6 persen melanjutkan pelemahan yang terjadi kemarin. 

Investor global hari ini kembali dihantui ketidakpastian menjelang rilis data inflasi yang akan dirilis pada hari Jumat di Amerika Serikat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara dari dalam negeri, rilis data kondisi terbaru dari APBN yang masih mencatat surplus tampaknya tidak mampu menahan pelemahan indeks dari berbagai sentimen negatif eksternal. (hsb)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah merampungkan perbaikan 26 dari 34 ruas jalan yang menjadi target penanganan sepanjang 2026. Artinya, sekitar 76 persen
PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta di League Cup 2026, Ayam Kinantan Siap Beri Kejutan

PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta di League Cup 2026, Ayam Kinantan Siap Beri Kejutan

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa skuadnya tidak gentar menghadapi Persija Jakarta dalam pertandingan pembuka League Cup 2026/2027.
Tembus Pasar Internasional, UMKM Pertamina Unjuk Gigi di Kancah Global

Tembus Pasar Internasional, UMKM Pertamina Unjuk Gigi di Kancah Global

Lima UMKM binaan PT Pertamina (Persero) berhasil memanfaatkan forum internasional 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Bali, 16–28 Oktober lalu, untuk memperluas jangkauan pasar. 
Miris! 7 Fakta Kasus Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Kebayoran Lama, Tersangka Sempat Tutupi Lokasi Jasad

Miris! 7 Fakta Kasus Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Kebayoran Lama, Tersangka Sempat Tutupi Lokasi Jasad

Kasus pembunuhan bayi perempuan berusia 20 bulan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Berikut 7 fakta soal kasus tersebut.
Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Kasus tragis menimpa balita perempuan yang meregang nyawa akibat tindak kekerasan. Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama menetapkan dua tersangka, yakni pria AR dan wanita J, yang merupakan ibu kandung korban.
Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Timnas Indonesia berpotensi memiliki opsi baru di lini depan. Nama Siegert Baartmans layak dilirik berkat produktivitasnya bersama FC Eindhoven di Liga Belanda.

Trending

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

TGPF independen tersebut perlu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, Ombudsman, Kompolnas, serta para ahli yang memiliki kompetensi..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT