GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Sejumlah Bahan Pokok dan Sayuran di Kabupaten Pati Masih Tinggi

Meski perayaan natal dan tahun baru telah berlalu lebih dari sepekan, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Pati, Jawa Tengah, belum beranjak normal.
Senin, 10 Januari 2022 - 12:32 WIB
Suasana di Pasar Puri Baru, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (10/1/2022)
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Meski perayaan natal dan tahun baru telah berlalu lebih dari sepekan, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum beranjak normal. Kenaikan terjadi secara merata dari beras hingga sayur mayur.

Dari pantauan tvOnenews.com di Pasar Puri Baru, Desa puri, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, senin (10/1/2022), kenaikan harga pada sejumlah komoditi yang mulai terjadi sejak akhir tahun lalu masih belum beranjak turun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harga sejumlah bahan pokok dan sayuran masih belum turun setelah natal dan tahun baru. Kenaikan tertinggi masih di cabai rawit, minyak goreng juga masih belum turun harganya. Sejumlah sayuran juga naik harganya, mungkin karena cuaca buruk,” ujar Sutinah, pedagang sembako di Pasar Puri Baru, Pati.

Misalnya harga cabai rawit yang masih bertengger di angka Rp100 ribu per kilogram atau dua kali lipat dibanding harga normal. Untuk beras masih sedikit diatas harga normal yakni Rp10.500 per kilogram atau naik Rp500. Sementara minyak goreng curah yang sudah 2 bulan naik, masih belum menunjukkan pergerakan turun, yakni Rp 20 ribu dari harga sebelumnya Rp12 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas sayur mayur. Antara lain tomat yang sebelumnya Rp4 ribu, kini masih bertengger di angka Rp10 ribu.
Adapun bayam yang kini dijual Rp3 ribu belum turun ke harga normal sebelumnya Rp 2 ribu.

Agar tidak membuat jebol keuangan rumah tangga, para ibu rumah tangga mensiasati dengan mengurangi belanja. Seperti belanja cabai yang biasanya 1 kilogram, kini hanya 1 ons untuk kebutuhan satu dua hari.

Harga sembako masih mahal, terpaksa harus berhemat ini belanjanya. Dicukup cukupkan uangnya agar bisa untuk belanja satu bulan,” keluh Sumiyati, seorang ibu rumah tangga, warga Desa Winong, Kecamatan Pati Kota.(Abdul Rohim/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bertemu Menlu AS Marco Rubio, Menlu Sugiono Sampaikan Kekhawatiran Indonesia atas Situasi Tepi Barat

Bertemu Menlu AS Marco Rubio, Menlu Sugiono Sampaikan Kekhawatiran Indonesia atas Situasi Tepi Barat

Menlu Sugiono bertemu Menlu AS Marco Rubio di Washington DC, bahas situasi Tepi Barat dan dorong peran global menghentikan kekerasan serta menjaga proses perdamaian Gaza.
OJK Denda Miliaran Rupiah Pelaku Manipulasi Saham, Aktivitas Influencer Pasar Modal Ikut Disorot

OJK Denda Miliaran Rupiah Pelaku Manipulasi Saham, Aktivitas Influencer Pasar Modal Ikut Disorot

OJK beri denda miliaran rupiah kepada pelaku manipulasi saham yang memanfaatkan media sosial dan transaksi semu demi menjaga integritas pasar modal Indonesia.
Keluhan Mauricio Souza Soal JIS Usai Persija Tundukkan PSM 2-1: Rumput Tak Ideal dan Tanpa VAR

Keluhan Mauricio Souza Soal JIS Usai Persija Tundukkan PSM 2-1: Rumput Tak Ideal dan Tanpa VAR

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan sorotan khusus terhadap kualitas lapangan Jakarta International Stadium (JIS).
Berkah Ramadan, Bahagianya Alaaeddine Ajaraie Cetak Gol Debut Buat Persija: Alhamdulillah, Allah Beri Kekuatan

Berkah Ramadan, Bahagianya Alaaeddine Ajaraie Cetak Gol Debut Buat Persija: Alhamdulillah, Allah Beri Kekuatan

Penyerang Persija Jakarta, Alaeddine Ajaraie, mengaku bahagia bisa jalani Ramadan di Indonesia. Ia merasakan suasana yang berbeda karena berpuasa di Tanah Air.
Tumbang 2-1 dari Persija Jakarta, Pelatih PSM Makassar Curhat Terkait VAR Tak Berfungsi di JIS

Tumbang 2-1 dari Persija Jakarta, Pelatih PSM Makassar Curhat Terkait VAR Tak Berfungsi di JIS

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyesalkan pertandingan menghadapi Persija Jakarta digelar tanpa menggunakan Video Assistant Referee (VAR).
Buntut Alumus LPDP Bangga Anaknya Peroleh Paspor Inggris, LPDP Beri Sanksi Sampai Pengembalian Seluruh Dana Beasiswa

Buntut Alumus LPDP Bangga Anaknya Peroleh Paspor Inggris, LPDP Beri Sanksi Sampai Pengembalian Seluruh Dana Beasiswa

Buntut Dwi Sasetyaningtyas (DS), seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengunggah ucapan

Trending

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengakui narkoba sekoper miliknya dapat saat ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Setelah Viral Bilang 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Penerima LPDP Ungkap Permintaan Maaf

Setelah Viral Bilang 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Penerima LPDP Ungkap Permintaan Maaf

Dwi Sasetyaningtyas, konten kreator yang viral setelah bilang, "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan" ungkap permintaan maafnya pada masyarakat.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT