10 Tahun Jokowi dan Wajah Pendidikan Indonesia, KIP Kuliah Jadi Senjata Presiden yang Dinikmati 1,5 Juta Mahasiswa
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Ā
Tercatat, partisipasi sekolah untuk kelompok usia 7-12 tahun selalu tinggi, di atas 98% hingga 99%. Kelompok usia 13-15 tahun mengalami peningkatan partisipasi dari 91% pada 2013 menjadi 96% pada 2023.
Namun, kelompok usia 16-18 tahun, meski meningkat dari 64% menjadi 73% selama periode tersebut, masih memerlukan perhatian lebih.
Kedua, grafik "Target Program Indonesia Pintar" yang menunjukkan bagaimana target penerima manfaat program ini mengalami fluktuasi.
- KSP/BPS
Ā
Pada tahun 2015 dan 2016, targetnya 17,9 juta siswa, kemudian melonjak tembus ke 19,7 juta pada 2017.
Selanjutnya, datanya stabil di angka 20,1 juta siswa mulai 2019 hingga 2023, dan kembali naik ke 20,8 juta pada 2024.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintahan Jokowi dalam meningkatkan akses pendidikan melalui program tersebut.
Kemudian yang ketiga, grafik tentang "Jumlah Mahasiswa Penerima Manfaat Bidikmisi dan KIP Kuliah" yang memperlihatkan perkembangan pesat dalam pemberian beasiswa pendidikan tinggi.
- KSP/BPS
Ā
Pada 2010, hanya ada 18.185 penerima manfaat Bidikmisi, tetapi angkanya terus bertambah hingga mencapai 130.000 pada 2019.
Setelah itu, program KIP Kuliah yang menggantikan Bidikmisi terbukti tersalurkan dengan jumlah penerima yang jauh lebih besar, yakni 200.000 mahasiswa per tahun mulai 2020 hingga 2024.
Secara keseluruhan, pencapaian Jokowi dalam bidang pendidikan selama satu dekade terakhir menunjukkan komitmennya untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Melalui berbagai program seperti KIP dan LPDP, akses pendidikan semakin terbuka luas bagi masyarakat miskin dan rentan.
Data mengatakan bahwa selama masa pemerintahan Jokowi, program pendidikan telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berasal dari kelompok kurang mampu.
Akan tetapi, tantangan masih ada dan akan dihadapi pemerintah mendatang setelah Jokowi lengser. Terutama dalam memastikan seluruh kelompok usia mendapatkan akses pendidikan yang lebih merata.
Peningkatan kualitas pendidikan akan terus menjadi kunci dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. (rpi)
Ā
Load more