News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dirut PAM Jaya: Kenaikan Tarif Air di Jakarta Paling Lambat Selama 17 Tahun Dibanding Komoditas Lain

Ia mengatakan bahwa komoditas lain mengalami kenaikan setiap tahun. Namun tarif air di Jakarta justru stagnan selama 17 tahun, sejak 2007 sampai 2024.
Minggu, 29 Desember 2024 - 10:49 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan di Instalasi Produksi Air PT PAM Lyonnasise Jaya (Palyja) Pejompongan, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvonenews.com - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya menilai kenaikan tarif air produk perseroan ini di Jakarta sangat lambat dibanding dengan komoditas primer lainnya.

"Terdapat pertumbuhan tarif rata-rata komoditas dalam periode 17 tahun, dari 2007 hingga 2024 yang cukup variatif," kata Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin dalam keterangannya, Minggu (29/12/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan bahwa komoditas lain mengalami kenaikan setiap tahun. Namun tarif air di Jakarta justru stagnan selama 17 tahun, sejak 2007 sampai 2024.

Perumda, kata Arief, harus menyesuaikan tarif air demi meningkatkan kualitas dan layanan kepada pelanggan.

Menurut dia, rencana penyesuaian tarif air rata-rata PAM Jaya saat ini masih lebih rendah dibanding dengan tingkat inflasi dalam periode 2007-2024.

Arief mengungkapkan, secara garis besar komoditas dengan kenaikan tarif terbesar selama periode ini adalah air minum dalam kemasan (AMDK) sebesar 345 persen, gas elpiji 12 kilogram sebesar 273 persen dan minyak goreng sebesar 214 persen.

"Persentase itu merupakan kenaikan tertinggi dibanding komoditas domestik lainnya," katanya.

Sementara itu, komoditas dengan pertumbuhan tarif terendah meliputi tarif BBM (bahan bakar minyak) sebesar 115 persen dan listrik sebesar 136 persen.

Arief memaparkan, indeks harga antara tarif air dengan komoditas lainnya yang dianggap sebagai kebutuhan pokok, sejak 2007 sampai 2024, tarif air PAM Jaya hanya Rp7,5 per liter, sedangkan AMDK pada tahun 2007 sebesar Rp351 per liter, kemudian naik pada 2024 menjadi Rp1.600 per liter.

Selanjutnya, minyak goreng pada 2007 lalu sebesar Rp6.800 per kilogram menjadi Rp21.384 per kilogram pada 2024. Berikutnya, BBM bersubsidi dari Rp4.650 per liter pada 2007 menjadi Rp10.000 per liter pada 2024.

Kemudian, tarif listrik yang dikelola Perusahaan Listrik Negara (Persero) dari Rp572 per Kwh pada 2007 menjadi Rp1.353 per Kwh pada 2024. Terakhir, gas elpiji 12 kilogram dari Rp76.000 pada 2007 menjadi Rp210.000 pada 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, sejak terakhir ditetapkan pada 2007, kami belum pernah melakukan penyesuaian tarif kembali hingga saat ini," katanya.

Dia lalu membandingkan tarif air yang dikelola PAM Jaya dengan perseroan daerah dari wilayah lain. Untuk kelompok K1 (sosial) tarif yang ada saat ini, PAM Jaya Rp1.050 hingga tiga meter kubik, kelompok K2 (rumah tangga) Rp1.050-Rp7.450 dan kelompok K3 (niaga) Rp4.900-Rp14.650.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kini Giliran Timnas Putri Indonesia Siap Tampil di FIFA Series 2026, Hadapi Republik Kongo

Kini Giliran Timnas Putri Indonesia Siap Tampil di FIFA Series 2026, Hadapi Republik Kongo

Perjalanan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 belum usai. Kali ini, giliran tim putri yang akan melanjutkan kiprah Merah Putih di level internasional. -
Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Terjadwal Tiba di Bandara Soetta pada Sabtu (4/4/2026)

Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Terjadwal Tiba di Bandara Soetta pada Sabtu (4/4/2026)

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon akan dipulangkan ke tanah air.
Baru Kembali ke Serie A, Jay Idzes Langsung Disambut Pujian dari Pelatih Sassuolo

Baru Kembali ke Serie A, Jay Idzes Langsung Disambut Pujian dari Pelatih Sassuolo

Jay Idzes dipastikan kembali ke Italia dan berpeluang tampil saat Sassuolo menghadapi Cagliari. Kapten Timnas Indonesia itu langsung disambut pujian pelatih.
Bantah Pernyataan Said Didu, Komisi VI DPR RI Sebut EO Penggerak Ekonomi Nasional

Bantah Pernyataan Said Didu, Komisi VI DPR RI Sebut EO Penggerak Ekonomi Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian turut merespons tajam pernyataan analis kebijakan publik, Said Didu yang menyebut event organizer (EO) menjadi praktik paling aman melakukan korupsi.
Upaya Kemandirian Ekonomi, IRT di Jakarta Timur Ikut Program Perempuan Berdaya

Upaya Kemandirian Ekonomi, IRT di Jakarta Timur Ikut Program Perempuan Berdaya

Berbagai cara terus dilakukan sejumlah pihak dalam upaya merealisasikan kemandirian kaum perempuan di Indonesia.
KDM Bongkar Bengkel Kumuh di Cirebon, Si Tukang Tambal Ban Justru Bahagia Tempat Usahanya Dirobohkan: Mau Pak

KDM Bongkar Bengkel Kumuh di Cirebon, Si Tukang Tambal Ban Justru Bahagia Tempat Usahanya Dirobohkan: Mau Pak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merobohkan bangunan bengkel tambal ban kumuh di jalur Pantura Lama, Cirebon. Pemilik, Yeyep senang diganti yang baru.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT