GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dompet Dhuafa Gandeng PARFI 56 untuk Kampanye Kemanusiaan dan Pemberdayaan Budaya

Dompet Dhuafa dan PARFI 56 menandatangani kerja sama untuk memperluas jangkauan kampanye kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan kedua lembaga.
Jumat, 17 Januari 2025 - 19:15 WIB
Dompet Dhuafa Gandeng PARFI 56 untuk Kampanye Kemanusiaan dan Pemberdayaan Budaya.
Sumber :
  • Dok. Dompet Dhuafa

Jakarta, tvOnenews.com - Dompet Dhuafa beberapa waktu lalu menandatangani kerja sama dengan Persatuan Artis Film Indonesia 1956 (PARFI 56) untuk melakukan kampanye kemanusiaan dan pemberdayaan berbasis budaya.

Kolaborasi Dompet Dhuafa dan PARFI 56 ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Sasana Budaya Rumah Kita, Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan, pada Selasa, 10 Desember 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan kolaborasi dua lembaga kemanusiaan dan organisasi pemersatu pelaku seni dan budaya di dunia film itu dikemas dalam sebuah acara bertajuk “Bersama, Berbudaya, Berdaya”.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan melalui pendekatan budaya.

Penandatanganan dilakukan oleh Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa dan Marcella Zalianty selaku Ketua Umum PARFI 56.

Prosesi tersebut juga disaksikan langsung oleh Parni Hadi selaku Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Yudi Latif selaku Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika, juga Rahmad Riyadi dan Yayat Supriyatna, Ketua dan Anggota Pengawas Dompet Dhuafa, serta Olivia Zalianty.

Kerja sama keduanya bertujuan untuk memperluas cakupan kampanye kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, dengan melibatkan kedua lembaga dalam program-program yang melibatkan sumber daya dari kedua belah pihak.

Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang telah eksis selama 31 tahun dalam pemberdayaan masyarakat, dikenal dengan lima pilar program pemberdayaan, yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial kemanusiaan, dakwah, dan budaya, akan memperkuat pilar budaya dalam setiap inisiatifnya.

“Dompet Dhuafa dan PARFI menyatukan hati, menyatukan niat baik, untuk berbuat kebaikan,” ujar Parni Hadi dalam keterangan yang diterima, Jumat (17/1/2025).

tvonenews

Parni juga menambahkan bahwa sinergi ini akan membantu mempercepat dan memperluas proses dan dampak pemberdayaan masyarakat miskin di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai wartawan senior di Indonesia, Parni Hadi juga bermaksud akan mengadakan program creative writing.

Pihaknya akan memperkenalkan tentang jurnalisme profetik ke khalayak luas. Ia ingin sekali orang-orang yang menjadi wartawan harus memiliki sifat profetik (kenabian), yaitu menulis dengan niat baik, niat mulia, dengan tujuan yang baik, yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. Bukan wartawan atau jurnalis yang asal menulis saja.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT