News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebelum Gugat Hary Tanoe dan MNC Asia Holding, Keluarga Jusuf Hamka Mundur Berjemaah dari CMNP, Ada Putra Mahkota Hingga 'Anak Angkat' Babah Alun

Singkat cerita, PT Citra Marga Musaphala Persada Tbk (CMNP) menggugat Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) bersama dengan perusahaannya MNC Asia Holding
Rabu, 5 Maret 2025 - 22:43 WIB
Sebelum Gugat Hary Tanoe dan MNC Asia Holding, Keluarga Jusuf Hamka Mundur Berjemaah dari CMNP, Ada Putra Mahkota Hingga 'Anak Angkat' Babah Alun
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Seteru dalam dinamika hukum antara emiten milik Jusuf  Hamka  alias babah alun, PT Citra Marga Musaphala Persada Tbk (CMNP) dengan Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) bersama dengan perusahaannya PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT), alias MNC Group ramai dibicarakan belakangan ini.

Singkat cerita, PT Citra Marga Musaphala Persada Tbk (CMNP) menggugat Hary Tanoesoedibjo bersama dengan perusahaannya PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT), alias MNC Group. Gugatan CNMP juga ditujukan kepada Tito Sulistio dan Teddy Kharsadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gugatan itu berkenaan dengan dugaan perbuatan melawan hukum oleh Hary Tanoe dan perusahaannya. Proses gugatan diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dugaan itu berkaitan dengan transaksi penukaran surat berharga berupa sertifikat deposito atau negotiable certificate of deposit (NCD).

Transasksi itu terjadi pada Mei 1999. 

Transaksi tersebut diklaim menimbulkan kerugian bagi CMNP. 

Keterangan CMNP sudah dituangkan dalam keterbukaan informasi. Meski demikian, tidak diterakan nilai kerugian dalam keterangan tersebut.

Terbaru, MNC Asia Holding juga sudah memberikan penjelasan atas dinamika hukum itu.

MNC Asia Holding menilai bahwa transaksi yang dimaksud adalah transaksi antara CMNP dengan PT Bank Unibank Tbk (“Unibank”), dimana CMNP memiliki Negotiable Certificate of Deposit (“NCD”) yang diterbitkan oleh Unibank (“Transaksi”).

Adapun, dalam transaksi tersebut, PT Bhakti Investama Tbk (sekarang PT MNC Asia Holding Tbk) bertindak sebatas broker/perantara.

Oleh karenanya, klaim MNC Asia Holding, sejak tanggal 12 Mei 1999, mereka sudah tidak ada lagi keterlibatan dan/atau peran apapun dari Perseroan.

Dijelaskan juga, segala bentuk korespondensi dilakukan secara langsung oleh CMNP dengan Unibank.

Ditinggal Tiga Petinggi

Di luar dinamika tersebut, ternyata emiten jalan tol milik Jusuf Hamka ini sempat mengumumkan pengunduran diri tiga petinggi perusahaan. Hal itu diumumkan melalui keterbukaan informasi pada akhir tahun 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiga petinggi tersebut yakni, Fitria Yusuf yang saat itu selaku Direktur Utama, Feisal Hamka selaku Komisaris Utama dan Oliva Allan selaku Komisaris 
Independen.

"Tanggal 23 Desember 2024 Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Ibu Fitria Yusuf selaku Direktur Utama Perseroan, surat pengunduran diri dari Bapak Feisal Hamka selaku Komisaris Utama Perseroan dan surat pengunduran diri dari Ibu Oliva Allan selaku Komisaris Independen Perseroan," tulis pengumuman CMNP dilansir dari keterbukaan informasi, Rabu (5/3/2025)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Tutup Lokasi Tambang Emas Lawang Tua, Pasca 3 Penambang Tewas Tertimpa Runtuhan

Polisi Tutup Lokasi Tambang Emas Lawang Tua, Pasca 3 Penambang Tewas Tertimpa Runtuhan

Tragedi maut terjadi di kawasan tambang emas rakyat Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,
Sebelum Pergi, Fajar Sahrudin Tinggalkan Donasi Rp40 Juta untuk Mereka yang Membutuhkan

Sebelum Pergi, Fajar Sahrudin Tinggalkan Donasi Rp40 Juta untuk Mereka yang Membutuhkan

Fajar Sahrudin meninggalkan pesan tentang kepedulian sebelum meninggal. Ia tercatat mendonasikan total Rp40 juta kepada sejumlah organisasi dan komunitas
Karhutla Masih Terjadi, Andrew Kalaweit Ungkap Lokasi di Kalteng, Ada Tambang Emas Ilegal

Karhutla Masih Terjadi, Andrew Kalaweit Ungkap Lokasi di Kalteng, Ada Tambang Emas Ilegal

Karhutla masih terjadi di Kalteng, Andrew Kalaweit ungkap lokasi dan temuan Tambang Emas Ilegal dari foto drone di jalur Palangkaraya-Muarateweh.
CPNS 2026 Belum Dibuka, Cek Syarat Umum dan Formasi yang Sudah Tersedia

CPNS 2026 Belum Dibuka, Cek Syarat Umum dan Formasi yang Sudah Tersedia

Pendaftaran CPNS 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat umum, dokumen, materi SKD, serta informasi formasi sekolah kedinasan.
Kata Petinggi Yamaha Setelah Berhasil Boyong Jack Miller ke WorldSBK Musim Depan: Peluang yang Tak Bisa Dilewatkan!

Kata Petinggi Yamaha Setelah Berhasil Boyong Jack Miller ke WorldSBK Musim Depan: Peluang yang Tak Bisa Dilewatkan!

Yamaha menyambut kedatangan Jack Miller ke proyek mereka di WorldSBK 2027 dengan menyebut rider asal Australia itu sebagai aset penting hadapi musim depan.
Dituding Merusak Cagar Budaya, Wali Kota Gorontalo Akan laporkan Menteri Fadli Zon Ke Bareskrim

Dituding Merusak Cagar Budaya, Wali Kota Gorontalo Akan laporkan Menteri Fadli Zon Ke Bareskrim

Langkah hukum itu diambil buntut dari beredarnya video pernyataan Menteri Kebudayaan di media sosial yang menuding dirinya melakukan pengrusakan dan pembongkaran bangunan situs cagar budaya di wilayah Kota Gorontalo.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT