GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Energi Mega Persada Buka-Bukaan! Strategi CCS dan Net Zero 2060 Mulai Terkuak

EMP baru umumkan proyek CCS/CCUS di Lapangan Arun untuk dukung Net Zero 2060. Transparansi ke OJK & BEI, studi kelayakan 2026, fokus pada energi berkelanjutan.
Rabu, 26 Maret 2025 - 09:59 WIB
Energi Mega Persada Menggeliat! Akuisisi Blok Migas Dongkrak Produksi dan Keuntungan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) akhirnya angkat bicara terkait langkah besar yang mereka ambil dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan Pemerintah Indonesia. 

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan energi ini mengumumkan proyek ambisius Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di Lapangan Arun, Aceh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Energi Mega Persada Buka Langkah Strategisnya

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 26 Maret 2025, EMP memastikan bahwa proyek CCS/CCUS ini bukan sekadar wacana, tetapi telah masuk dalam perencanaan matang bersama anak perusahaannya, PT Pema Global Energi (PGE). 

Pengumuman ini mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 31/POJK.04/2015 serta aturan dari Bursa Efek Indonesia terkait kewajiban penyampaian informasi oleh emiten.

Keterbukaan ini menjadi langkah penting bagi EMP dalam memastikan transparansi kepada investor dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam pernyataan resminya, EMP menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen besar perusahaan dalam mendukung transisi energi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lapangan Arun: Lokasi Strategis untuk CCS/CCUS di Asia Tenggara

Lapangan Arun dipilih bukan tanpa alasan. Situs ini memiliki kapasitas penyimpanan karbon hampir 16 triliun kaki kubik (TCF), menjadikannya salah satu lokasi CCS paling potensial di Asia Tenggara. 

Dengan sejarah produksi sejak 1978 dan puncak output hingga 2.500 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), infrastruktur serta kondisi geologi di Lapangan Arun sangat mendukung pengembangan teknologi dekarbonisasi skala besar.

Target 2026: Studi Kelayakan dan Roadmap Jangka Panjang

Sebagai langkah awal, EMP dan PGE akan melakukan studi kelayakan komprehensif yang ditargetkan selesai pada 2026. Studi ini melibatkan tim teknis internal serta konsultan independen berpengalaman guna memastikan proyek ini berjalan sesuai regulasi, termasuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2 Tahun 2023.

Tak hanya itu, EMP juga mengumumkan pembentukan divisi khusus Carbon Management yang akan menangani proyek CCS/CCUS di berbagai wilayah operasional perusahaan. 

Divisi ini akan menjadi katalis utama dalam mengembangkan Carbon Infrastructure & Offset Services (CIOS) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Net Zero 2060: EMP Berani Ambil Peran Besar

Dalam keterangannya, EMP menegaskan bahwa CCS dan CCUS bukan hanya alat untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga peluang strategis untuk menciptakan nilai tambah bagi investor. 

Dengan semakin ketatnya regulasi lingkungan dan meningkatnya permintaan energi bersih, proyek ini diharapkan bisa mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan sambil tetap menjaga fokus utama perusahaan di sektor hulu migas (upstream).

Namun, EMP tetap realistis. Mereka menyadari bahwa transisi ke energi rendah karbon memerlukan waktu dan investasi besar. Oleh karena itu, langkah strategis seperti pembentukan Carbon Management dan penerapan roadmap jangka panjang menjadi sangat krusial dalam memastikan bahwa perusahaan tetap berada di jalur yang tepat menuju Net Zero Emission 2060.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keterbukaan informasi ini memberikan gambaran jelas bahwa EMP tidak hanya ikut serta dalam tren energi hijau, tetapi juga menjadi pemain utama dalam teknologi CCS/CCUS di Indonesia. Dengan kapasitas Lapangan Arun yang besar dan rencana strategis yang telah dipersiapkan, EMP berpotensi menjadi pelopor dekarbonisasi di sektor energi nasional.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Regulasi, pendanaan, serta kesiapan teknologi menjadi faktor yang akan sangat menentukan keberhasilan proyek ini. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyampaikan kabar buruk kepada Timnas Indonesia U-17. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut akan bermain menghadapi Jepang di lanjutan Piala Asia U-17 2026.
Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Tottenham Hotspur Gagal Maksimalkan Bantuan Arsenal

Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Tottenham Hotspur Gagal Maksimalkan Bantuan Arsenal

Tottenham Hotspur gagal memaksimalkan bantuan dari Arsenal. Mereka gagal mengalahkan Leeds United dalam laga terbaru di Liga Inggris 2025-2026.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 Vs Jepang di Piala Asia U-17 2026 Malam Ini: Pertaruhan Kurniawan Dwi Yulianto

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 Vs Jepang di Piala Asia U-17 2026 Malam Ini: Pertaruhan Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Indonesia U-17 akan bermain menghadapi Jepang pada laga terakhir Grup B Piala Asia U-17 2026. Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto perlu mengembalikan anak-anak asuhnya ke jalur kemenangan.
Jadwal Thailand Open 2026, Selasa 12 Mei: Leo/Daniel Langsung Beraksi, Jalan Terjal Debut Bagas/Putra

Jadwal Thailand Open 2026, Selasa 12 Mei: Leo/Daniel Langsung Beraksi, Jalan Terjal Debut Bagas/Putra

Jadwal Thailand Open 2026, di mana nasib ganda putra Indonesia langsung ditentukan hari ini termasuk Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang kembali berpasangan dan Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah langsung hadapi jalan terjal.
Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Polri mengungkap fakta baru terkait buronan kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis, Syekh Al-Misry. Tersangka yang kini berada di Mesir itu dipastikan memiliki lebih dari satu kewarganegaraan.
Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan jaringan pedofilia yang disebut melibatkan warga negara asing asal Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT