Jelang Ramadhan, Perajin Tembaga di Boyolali Banjir Order Ornamen Masjid
- Tim tvOne - Agus Saptono
Boyolali, Jawa Tengah – Menjelang bulan Ramadhan, Perajin tembaga di Centra Perajin Tembaga Dukuh Tumang, Desa Cepogo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai kebanjiran pesanan yang berbentuk ornamen masjid dan juga kalgrafi.
Pantauan dilapangan, pada Selasa (15/3/2022), hampir semua perajin di tempat tersebut mengerjakan ornamen masjid, seperti kubah masjid, lampu, pintu yang menyerupai pintu masjid Nabawi, dan juga kaligrafi.
Salah satunya perajin, Sidik Murdoko mengemukakan, meski masih masa pandemi Covid-19 namun menjelang Ramadhan pihaknya mendapat pesanan ornamen masjid serta lampu replika Masjid Nabawi, pintu dan kubah.
“Otomatis permintaan (saat pandemi) agak kurang tetapi menjelang Bulan Suci Ramadhan, khusus untuk ornamen masjid itu agak meningkat. Biasanya ada satu dua, ini ada pesanan tambahan. Mungkin itu berkahnya Bulan Ramadhan,” kata Sidik, Selasa (15/3/2022).
Lebih lanjut Sidik mengatakan, pesanan tersebut berasal dari berbagai daerah di tanah air, seperti dari Magetan, Tuban, dan Aceh.
“Kalau pintu Nabawi Magetan dan Tuban dan lampu Insya Allah dikirim ke Aceh, masa pengerjaan sekitar 2,5 bulan sebelum puasa sudah dipasang, dan dikerjakan dengan dibantu oleh 11 pekerja,” ucapnya.
Menurut Sidik, untuk harga berbeda tiap ornamen yang dibuat. Untuk pintu, dia mematok harga Rp89 juta, sedangkan replika lampu dihargai Rp96 juta, kubah diameter dua meter senilai Rp23 juta serta kubah diameter 1,5 meter seharga Rp21 juta.
“Terkait bahan baku kita masih mendapatkan dari Surabaya, tapi asalnya dari luar negeri,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo Mawardi saat ditemui di kantornya mengungkapkan, Tumang sudah lama dikenal sebagai penghasil kerajinan berbahan dasar tembaga dan kuningan yang bervariasi dan tahan lama.
Diakui Mawardi semenjak pandemi merebak, para pengrajin mengalami penurunan pesanan. Namun kini, menjelang Ramadhan sudah ada peningkatan pesanan sekitar 50 persen.
“Mulai awal tahun 2022 itu sudah mulai bagus ada kenaikan sekitar 50 persen dari pada saat awal awal pandemi. Jadi sekarang untuk orderan sudah ada, geliat masyarakat sudah mulai jalan,” katanya.
Dikatakan Mawardi, dari 2.000 perajin tembaga terdapat 200 orang mampu membuka showroom dan mampu menghidupi serta memutar roda perekenomian. Sebanyak 50 persen dari total penduduk Kecamatan Cepogo yang berjumlah sekitar 9.000 ini memilih kerajinan tembaga sebagai sumber penghasilan.
Load more