GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Tancap Gas Reformasi ASN: Siap Ditempatkan di Mana Saja, atau di Rumah Saja!

Prabowo tegas lakukan reformasi ASN: wajib siap ditempatkan di mana saja, atau di rumah saja. Birokrasi lamban akan disingkirkan demi percepatan pembangunan.
Selasa, 8 April 2025 - 11:15 WIB
Ilustrasi PNS.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan garis kerasnya terhadap pembenahan aparatur sipil negara (ASN), dalam wawancara eksklusif yang ditayangkan Senin, 7 April 2025. 

Dengan gaya tegas dan tanpa kompromi, Prabowo menyatakan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi beban pembangunan. ASN harus siap bekerja di mana pun, atau lebih baik tidak bekerja sama sekali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“ASN-nya harus benar. Seleksinya harus akademis, intelektual, fisik. Dan dia harus bersedia ditempatkan di mana saja. Jangan hanya mau yang dekat rumah,” tegas Prabowo.

Demokrasi Membengkak, ASN Jadi Komoditas Politik

Presiden menyebutkan secara blak-blakan bahwa salah satu penyakit dari sistem demokrasi Indonesia adalah kewajiban balas budi pasca-pemilu. Kepala daerah merasa perlu membalas dukungan politik dengan mengusulkan nama-nama tim sukses mereka menjadi ASN.

“Semua ingin jadi ASN, semua ingin jadi pejabat. Ini menciptakan bloated democracy,” ujar Presiden.
“Tapi ini sudah jadi undang-undang. Saya harus laksanakan. Iya, kan?”

Namun, Prabowo menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen ASN ke depan akan disaring secara ketat. Tak hanya kemampuan akademis, tapi juga kesiapan mental dan mobilitas.

ASN Wajib Tanda Tangan Komitmen Penempatan

Dalam kebijakan barunya, Presiden meminta agar setiap ASN yang lolos seleksi diwajibkan menandatangani surat komitmen: siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, tanpa kecuali.

“Saya minta ASN harus tanda tangan, bersedia ditempatkan di mana saja,” kata Prabowo.

Kebijakan ini muncul setelah Presiden menyoroti fenomena umum di lapangan, di mana banyak ASN hanya bersedia bekerja di kecamatan tertentu, dekat rumah, atau dalam wilayah politik yang sama dengan pengusulnya.

“Kalau Tak Siap, Ya Di Rumah Saja”

Dalam gaya khasnya yang frontal, Prabowo tidak segan memberi pilihan keras kepada ASN yang tidak siap menjalankan tugas secara total.

“Kalau enggak siap, ya di rumah saja. Daripada merusak dari dalam kantor,” ujarnya lantang.

Presiden menegaskan bahwa ASN bukan sekadar status, tetapi tanggung jawab yang nyata dalam melayani rakyat. Pelayanan publik tidak boleh dilambatkan oleh ego personal atau kepentingan sempit.

Evaluasi Langsung, Eksekusi Tanpa Basa-Basi

Prabowo juga mencontohkan bagaimana dirinya memecat pejabat yang dinilai lamban dan tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat. Ia memantau langsung kinerja ASN di berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan dan distribusi logistik.

“Petani panen, tapi ASN nunggu di kantor. Saya copot pejabatnya. Tiga sampai lima kali kejadian, saya ganti semua,” ungkapnya.

Baginya, ASN adalah garda terdepan pelayanan negara. Jika tidak bergerak cepat, maka akan diganti. Jika tidak loyal pada rakyat, maka akan disingkirkan.

Menuju ASN Profesional dan Nasionalis

Langkah Prabowo ini sejalan dengan visinya menjadikan birokrasi sebagai mesin pembangunan, bukan sekadar mesin administratif. ASN ke depan akan dituntut tidak hanya kompeten, tapi juga memiliki semangat nasionalisme dan pengabdian.

“Kita butuh ASN yang militan, bukan yang manja. Harus siap kerja keras, bukan hanya cari jabatan,” tegasnya.

Kesimpulan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reformasi ASN ala Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar kosmetik. Ia ingin membangun birokrasi yang ramping, cepat, profesional, dan bersih dari kepentingan politik jangka pendek. Dengan menekan ego sektoral dan mengangkat semangat pengabdian, Prabowo mendorong paradigma baru: ASN adalah pejuang pelayanan, bukan penerima fasilitas.

“Are you with me or not with me?” tanya Prabowo, mengakhiri dengan tantangan terbuka bagi para abdi negara. Sebab dalam era Prabowo, menjadi ASN tak lagi cukup hanya lulus tes—harus siap kerja, siap ditempatkan, dan siap digas. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Drawing Piala Presiden 2026: Persikotas Tasikmalaya Tergabung dalam Grup F Liga 4

Hasil Drawing Piala Presiden 2026: Persikotas Tasikmalaya Tergabung dalam Grup F Liga 4

Sebanyak 64 tim peserta yang lolos dari level asosiasi provinsi dari kasta keempat Liga Indonesia ini akhirnya dipertemukan di level nasional. Musim ini, titel Piala Presiden disematkan untuk Liga 4 Nasional. 
Prabowo Bongkar Ada Dana Misterius Rp39 Triliun: Mungkin Istri Muda dan Piaraannya Enggak Tahu!

Prabowo Bongkar Ada Dana Misterius Rp39 Triliun: Mungkin Istri Muda dan Piaraannya Enggak Tahu!

Presiden Prabowo mengaku menerima laporan bahwa pemerintah kembali akan menerima penyerahan dana jumbo dari rekening-rekening misterius pada bulan depan.
Tanggapi Putusan MK, Pramono Sebut Jakarta Tetap Ibu Kota Negara dan Pakai Nama DKI

Tanggapi Putusan MK, Pramono Sebut Jakarta Tetap Ibu Kota Negara dan Pakai Nama DKI

Pram menuturkan sampai hari ini Jakarta memang masih berstatus sebagai ibu kota negara. Selain itu, penggunaan nama DKI juga tetap melekat pada Jakarta.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Menanti PTDH karena Menipu, Polisi Pacitan Brigadir SA Ternyata Demosian Kasus Serupa di Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Menanti PTDH karena Menipu, Polisi Pacitan Brigadir SA Ternyata Demosian Kasus Serupa di Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Seorang anggota polisi Polres Pacitan berpangkat brigadir buron setelah diduga terlibat kasus penipuan puluhan juta rupiah dengan modus bisa membebaskan tahanan
KPK Periksa Mantan dan Ajudan Fadia Arafiq, Diduga Bantu Lakukan Penerimaan Gratifikasi

KPK Periksa Mantan dan Ajudan Fadia Arafiq, Diduga Bantu Lakukan Penerimaan Gratifikasi

KPK telah memeriksa dua saksi dugaan korupsi terkait benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Punya Julukan Baru dari Korea Usai Gabung Hyundai Hillstate

Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Punya Julukan Baru dari Korea Usai Gabung Hyundai Hillstate

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea kembali menjadi sorotan besar media Korea Selatan. Kini, ia tak dipanggil Megatron, melainkan Veteran V-League.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT