GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menteri PKP Maruarar Sirait Ultimatum Kasus Meikarta: Harus Tuntas di Era Pemerintahan Ini!

Maruarar Sirait ultimatum penyelesaian kasus Meikarta. Pemerintah tak ingin warisan mangkrak. Fokus pada keadilan bagi konsumen dan penataan kota.
Kamis, 10 April 2025 - 08:59 WIB
Setelah Gagal Kembangkan Meikarta, Peringkat Utang PT Lippo Karawaci Tbk Diturunkan Menjadi "C" dan Disebut Nyaris Gagal Bayar
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan sikap tegas terhadap salah satu proyek properti paling kontroversial di Tanah Air: Meikarta.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa, 8 April 2025, Menteri Pekerjaan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengultimatum penyelesaian kasus ini agar dituntaskan di bawah kepemimpinan nasional saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Begitu banyak kami mendapat pengaduan, segini ya soal Meikarta dan terlalu banyak. Dari mana? Dari badan konsumen, dari YLKI begitu banyaknya. Tolong dipantau iya, pokoknya saya mau soal Meikarta ini selesai di bawah masa jabatan saja," tegas Maruarar

Ribuan Konsumen Terlunta-lunta

Proyek Meikarta yang semula digadang sebagai "kota masa depan" dengan investasi triliunan rupiah, kini justru menjadi simbol proyek mangkrak. Ribuan pembeli unit apartemen melaporkan ketidakjelasan status unit mereka, bahkan bertahun-tahun setelah pembayaran dilakukan.

YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) dan sejumlah badan perlindungan konsumen melaporkan terus masuknya aduan dari masyarakat yang dirugikan. Mulai dari janji serah terima yang tak kunjung terealisasi, pembangunan yang terhenti, hingga ketidakjelasan skema ganti rugi atau penyelesaian.

Komitmen Pemerintah: Tak Ada Lagi Warisan Mangkrak

Pernyataan Maruarar Sirait bukan sekadar respons emosional, tapi merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah tak ingin mewariskan masalah besar ini kepada generasi berikutnya. Dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto, isu-isu seperti Meikarta akan menjadi indikator sejauh mana negara berpihak pada keadilan publik dan kepastian hukum.

"Pemerintah hadir bukan hanya membangun yang baru, tapi juga menyelesaikan yang lama." – ungkapan yang kerap digaungkan oleh Menteri Maruarar.

Pemerintah kini tengah merumuskan skema penanganan menyeluruh, termasuk:

  • Audit ulang status hukum dan teknis proyek

  • Mediasi antara pengembang dan konsumen

  • Keterlibatan BPKP, Kementerian ATR, hingga OJK untuk memastikan kerugian konsumen dipulihkan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelajaran untuk Tata Ruang dan Perizinan

Kasus Meikarta juga membuka luka lama soal longgarnya pengawasan proyek properti raksasa, lemahnya keterlibatan pemerintah daerah, serta ketidakjelasan tata ruang yang memicu konflik kepentingan. Dengan adanya Kementerian PKP yang baru dibentuk di era Prabowo, proyek-proyek seperti ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT