News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gaji Pendulang Emas Capai Jutaan, Tapi Risiko Mengintai Nyawa

Pendulang emas bisa mencapai jutaan rupiah, tapi penghasilan tak menentu. Di Papua, 11 pendulang tewas diserang KKB. Risiko kerja makin tinggi di tengah konflik
Jumat, 11 April 2025 - 15:15 WIB
Puluhan warga mendulang emas di bantaran sungai di Kelurahan Ulunggolaka, Kabupaten Kolaka
Sumber :
  • erdika mukdir

Jakarta, tvOnenews.com — Pendulangan emas adalah aktivitas tradisional yang telah berlangsung sejak berabad-abad di berbagai daerah di Indonesia. Metode ini biasanya dilakukan secara manual, menyusuri sungai atau tanah galian untuk mencari serpihan logam mulia.

Meski terlihat sederhana, pendulangan emas menyimpan kisah perjuangan ekonomi masyarakat akar rumput, dari Kalimantan hingga Papua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di banyak daerah, pekerjaan ini bukan hanya menjadi sumber nafkah, tapi juga bagian dari warisan budaya. Di Kalimantan Barat misalnya, tradisi mendulang emas sudah ada sejak zaman kolonial dan masih dipertahankan hingga sekarang.

Namun, seiring naik turunnya harga emas dan perubahan iklim ekonomi, pendapatan para pendulang kini menjadi sangat tidak pasti.

Pendulang Emas Tradisional: Mengandalkan Keberuntungan Alam

Pendulang tradisional biasanya bekerja secara manual menggunakan dulang (wadah besar dari logam atau plastik), dengan menyisir sedimen sungai untuk mencari partikel emas. Lokasi populer antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, dan Papua.

  • Gaji per hari: Rp50.000 – Rp300.000

  • Gaji per bulan: Rp1,5 juta – Rp9 juta

Namun, pendapatan ini sangat fluktuatif. Bila cuaca buruk atau kadar emas rendah, pendulang bisa pulang tanpa hasil.

Pendulang Semi-Modern: Modal Lebih Besar, Hasil Lebih Tinggi

Pendulang semi-modern biasanya menggunakan alat bantu seperti mesin semprot air bertekanan, selang, dan dulang besar berbahan logam. Meski tetap berisiko, sistem ini lebih efisien.

  • Gaji per hari: Rp200.000 – Rp1 juta

  • Gaji per bulan: Rp6 juta – Rp30 juta

Namun, biaya operasional harian—seperti solar untuk mesin dan logistik di lapangan—bisa memotong margin keuntungan.

Risiko di Balik Kilau Emas

Meski berpotensi menghasilkan jutaan rupiah, menjadi pendulang emas tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa tantangan yang dihadapi:

  • Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dapat menunda aktivitas hingga berhari-hari.

  • Harga emas global yang fluktuatif langsung berdampak pada nilai jual hasil dulangan.

  • Konflik sosial bisa muncul, apalagi di lokasi yang dikuasai kelompok tertentu atau berada di wilayah adat.

  • Pendulangan ilegal berisiko hukum dan merusak lingkungan, terutama bila menggunakan merkuri atau bahan kimia berbahaya.

Bagi banyak pendulang emas, pekerjaan ini bukan sekadar profesi, tapi pilihan terakhir ketika lapangan kerja sulit diakses. Meski kadang membawa pulang emas senilai jutaan rupiah dalam sehari, kenyataannya lebih sering harus bekerja keras untuk sekadar mencukupi kebutuhan pokok.

Tragedi di Yahukimo: Pendulang Emas Jadi Korban Kekerasan

Namun, menjadi pendulang emas tidak serta merta membuat seseorang makmur dan sehat. Pada awal April 2025, tragedi menimpa para pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Sebanyak 11 pendulang emas tewas dalam serangan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Serangan terjadi di area pendulangan Lokasi 22 dan Muara Kum pada 6 hingga 7 April 2025. Para korban mengalami luka akibat senjata tajam, tembakan, serta panah.

Dari 11 korban meninggal, enam di antaranya telah berhasil diidentifikasi, yakni Aidil, Sahruddin, Ipar Stenli, Wawan, Feri, dan Bungsu. Sementara itu, lima lainnya masih dalam proses identifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan ini juga menyebabkan 35 pendulang lainnya mengungsi ke Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat, dan kini berada dalam pengamanan aparat TNI-Polri. Delapan pendulang masih hilang, dan dua orang lainnya diduga disandera oleh kelompok bersenjata.

Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi oleh para pendulang emas, terutama di wilayah konflik seperti Papua. Selain tantangan alam dan ekonomi, mereka juga harus menghadapi ancaman kekerasan yang dapat merenggut nyawa. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Keuangan Zodiak 15 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 15 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

Ramalan keuangan zodiak pada 15 Agustus 2026 mengulas lengkap peruntungan finansial dari Aries sampai Pisces, plus angka keberuntungan setiap zodiak besok.
Di Tengah Wacana Dwikewarganegaraan Prabowo, Cabang Olahraga Ini Justru Tak Butuh Atlet Naturalisasi

Di Tengah Wacana Dwikewarganegaraan Prabowo, Cabang Olahraga Ini Justru Tak Butuh Atlet Naturalisasi

PP FPTI menilai stok atlet panjat tebing lokal saat ini masih sangat melimpah untuk bersaing di kancah internasional.
Kebakaran Lapas Kelas IIB Ngawi: Gudang Alat Musik dan Aula Hangus, Tidak Ada Korban Jiwa Maupun Luka

Kebakaran Lapas Kelas IIB Ngawi: Gudang Alat Musik dan Aula Hangus, Tidak Ada Korban Jiwa Maupun Luka

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ngawi, yang berada di jalan Thamrin, Kelurahan Margomulyo Kecamatan Ngawi, terbakar.
Mendengar Rencana Peringatan Setahun Kematian Affan Kurniawan, Orang Tua Tak Ingin Foto Anaknya Dijadikan Konten

Mendengar Rencana Peringatan Setahun Kematian Affan Kurniawan, Orang Tua Tak Ingin Foto Anaknya Dijadikan Konten

Sudah setahun kepergian seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21) yang meninggal usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob jenis Barakuda.
Bakal Jadi Tahun Terakhir Sirkuit Zandvoort di Formula 1, Max Verstappen Pamer Hal Spesial untuk F1 GP Belanda 2026

Bakal Jadi Tahun Terakhir Sirkuit Zandvoort di Formula 1, Max Verstappen Pamer Hal Spesial untuk F1 GP Belanda 2026

Max Verstappen akan tampil dengan sesuatu yang spesial pada gelaran F1 GP Belanda 2026 pekan depan.
Pengamat Ungkap Plus Minus Usulan Presiden Prabowo atas Dwi Kewarganegaraan Khusus untuk Timnas Indonesia

Pengamat Ungkap Plus Minus Usulan Presiden Prabowo atas Dwi Kewarganegaraan Khusus untuk Timnas Indonesia

Usulan ini disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI saat membacakan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Trending

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan LKPP Dijadikan Badan Pengadaan Pemerintah

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan LKPP Dijadikan Badan Pengadaan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto hendak mengubah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ditingkatkan menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Selain itu,
Ruben Amorim Minta 5-6 Pemain Baru ke AC Milan, Gerry Cardinale Dihadapkan PR Besar Jelang Bursa Transfer Ditutup

Ruben Amorim Minta 5-6 Pemain Baru ke AC Milan, Gerry Cardinale Dihadapkan PR Besar Jelang Bursa Transfer Ditutup

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, meminta tambahan lima hingga enam pemain baru. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Gerry Cardinale di Milanello.
Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU

Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU

Jelang memperingati HUT RI ke-81 dan jelang Muktamar NU ke 35, Ali Masykur Musa mengajak keluarga besar NU untuk memperkokoh pondasi bangsa yaitu meneguhkan Amanatul Wathaniyah.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat berbahagia untuk 5 zodiak ini yang diprediksi paling hoki pada 15 Agustus 2026: Ada rezeki dan peluang baik mulai berdatangan.
Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Nasib berbeda dialami dua sosok penting Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Jordi Cruyff, usai Ajax Amsterdam menghadapi Shelbourne FC di UEFA Conference League.
Bursa Mobil Bekas Semakin Dekat dengan Konsumen, Dealer Gencar Ekspansi Hingga Bintaro

Bursa Mobil Bekas Semakin Dekat dengan Konsumen, Dealer Gencar Ekspansi Hingga Bintaro

Kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil sebagai transportasi utama semakin tinggi. Namun, tidak sedikit orang yang memilih untuk mendapatkan mobil bekas.
Usai Kontroversi Wasit Timnas Indonesia Vs Singapura, Dugaan Match-Fixing Laos Bikin Integritas Piala AFF 2026 Disorot

Usai Kontroversi Wasit Timnas Indonesia Vs Singapura, Dugaan Match-Fixing Laos Bikin Integritas Piala AFF 2026 Disorot

Dugaan match-fixing yang melibatkan anggota Timnas Laos membuat Piala AFF 2026 disorot. AFF dituntut menjaga integritas kompetisi dan mengevaluasi wasit.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT