News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Tengah Perang Dagang, Anindya Bakrie Ungkap Indonesia Justru Siap Bersaing di Kancah Global 

Anindya Bakrie menekankan pentingnya ketenangan, konsistensi kebijakan, serta strategi ekonomi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Selasa, 22 April 2025 - 18:57 WIB
Di Tengah Perang Dagang, Anindya Bakrie Ungkap Indonesia Justru Siap Bersaing di Kancah Global 
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah ketidakpastian global akibat perang dagang dan gejolak ekonomi internasional, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia siap untuk bersaing di kancah global.  

Dalam Acara HSBC Summit 2025 Panel Discussion bertema Reimagining Indonesia's Global Competitiveness yang berlangsung di The Ritz Carlton SCBD, Jakarta, pada Selasa (22/04/2025), Anindya Bakrie menekankan pentingnya ketenangan, konsistensi kebijakan, serta strategi ekonomi yang menyeluruh dan berkelanjutan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya rasa kita sangat siap (bersaing di kancah global). Kita mesti stay calm, stick with the plan, dan enjoy the ride," ujar Anindya Bakrie. 

Ia menyampaikan bahwa dampak langsung dari perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain terhadap Indonesia tidak sebesar yang digambarkan di media. 

"Kalau kita lihat ya, bahwa dampak daripada perang tarif dengan Amerika (Serikat) ini tidak sebesar yang banyak didengungkan di media," kata Anindya Bakrie.
 
Namun demikian, Anindya Bakrie menekankan pentingnya terus mengantisipasi dinamika tersebut dengan kebijakan dan kerja sama strategis. 

Dalam waktu dekat, Kadin Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat guna melanjutkan negosiasi terkait relokasi impor migas senilai 40 miliar dolar AS yang diharapkan dapat menjembatani surplus perdagangan Indonesia sebesar 18 miliar dolar AS. 

"Kami dari Chambers of Commerce and Industry (Kadin), nanti seminggu lagi akan ke Amerika untuk melanjutkan negosiasi yang sudah berlangsung baik antara pemerintah AS dan Indonesia (sebelumnya). Intinya di sana kita mencari tanda kutip, lawan main atau sparing partner," terang Anindya Bakrie.
  
"Karena setelah perang dagang ini ditemukan obatnya, yang saya rasa kalau ke Amerika (Serikat) itu merelokasi impor daripada migas yang 40 miliar dolar AS untuk bisa menjembatani 18 miliar dolar AS yang surplus itu. Nah setelah itu semua dilakukan, artinya tarif akan kembali senormal mungkin, Pasti akan ada increase paling tidak 10 persen. Tapi ini membuka peluang ekspor kita seperti elektronik, footwear, dan apparel untuk tumbuh lebih besar," lanjutnya. 

Lebih lanjut, Anindya Bakrie juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi domestik sebagai fondasi pertumbuhan nasional.  

Dengan konsumsi domestik yang menyumbang sekitar 55-60 persen dari PDB, menurutnya, Indonesia memiliki daya tahan yang kuat terhadap guncangan eksternal. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan tetap ada, termasuk ancaman terhadap 2,1 juta pekerja yang berisiko terdampak perang dagang. 

"Kita punya konsumsi domestik ini kan 55-60 persen, yang artinya cukup resilien. Nah, tapi konsumsi domestik ini juga mesti dikembangkan, karena kita tidak menafikan efek daripada perang dagang ini, walaupun kita bilang hanya 9-10 persen, tapi ada 2,1 juta pekerja yang at risk kalau misalnya ada apa-apa. Dan ini cukup besar. Kenapa? Karena setiap tahun untuk kita memaintain 5-6 persen pertumbuhan dibutuhkan, ya tadi 2-3 juta. Jadi kalau 2 juta ada apa-apa 
itu berat. Jadi domestic consumption dan juga domestic economy harus ditingkatkan," jelas Anindya Bakrie. 

Dipaparkan Anin, program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), dan Rumah Layak Huni disebutnya sebagai upaya konkret mendorong pemerataan dan memperkuat konsumsi dalam negeri. 

Ia juga menyoroti potensi besar dari tenaga kerja migran Indonesia (PMI). 

"Satu lagi yang saya ingin highlight adalah tenaga kerja migran. Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa tenaga kerja migran kita ini ada 5 juta orang dan yang banyak itu domestic workers. Dan 5 juta PMI ini menghasilkan sekitar Rp250 triliun. Nah ini angka besar sekali. Bisa bayangkan kalau misalnya permintaan yang masih banyak di luar kita bisa berikan, dan bukan hanya domestic workers, tapi juga upskill workers, ini jumlahnya sangat besar untuk kita meningkatkan devisa. Jadi sekali lagi, satu kita harus fokus kepada kita menjaga bahkan mengembangkan domestic economy," tutur Anindya Bakrie. 

Perluasan Pasar Ekspor Selain memperkuat pasar domestik, Anin menyebut pentingnya membuka dan mengembangkan pasar baru. Ia menyampaikan pengalaman Kadin Indonesia dalam mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden ke Turki, Qatar, India, dan Brazil sebagai bentuk nyata dari strategi diversifikasi pasar ekspor. 

"Di Qatar, mereka berkomitmen menaruh 2 miliar dolar AS, ditambah 2 miliar dolar AS dari kita untuk membentuk sub-fund. Ini bisa menjadi efek bola salju yang positif,” katanya. 

Di sektor pertanian dan perikanan, Indonesia kata Anin juga tengah belajar dari India dan Vietnam.  

Salah satu peluang besar, menurut Anin, adalah pengembangan budidaya lobster di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bisa dikembangkan bersama mitra internasional untuk ekspor ke pasar global, terutama AS. 

Mengangkat contoh NTT, Anin menunjukkan bagaimana perbedaan besar antara nilai konsumsi dan produksi daerah menjadi peluang bagi pembangunan ekonomi regional. Dengan total konsumsi mencapai Rp59 triliun dan produksi hanya Rp7 triliun, ada potensi besar untuk memperkuat produksi lokal, khususnya di sektor perikanan. 

“Kalau kita bisa membuat satu provinsi saja jadi mandiri, efeknya besar. Saya yakin NTT punya masa depan cerah di sektor fisheries (perikanan),” ujarnya. 

Anindya Bakrie menambahkan, pembangunan berkelanjutan berbasis pangan akan lebih tahan lama dibandingkan hilirisasi sumber daya alam yang terbatas. Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, inflasi yang rendah, dan cadangan devisa sebesar 150 miliar dolar AS, Indonesia berada pada posisi yang lebih baik dari yang terlihat.
 
“Saya rasa sekarang saatnya carefully and selectively invest, terutama di sektor yang menguatkan konsumsi domestik dan membuka pasar baru untuk ekspor," kata Anindya Bakrie.
 
Dia juga menyampaikan visinya terhadap posisi Indonesia di dunia yaitu sebagai lumbung pangan global. Ia menilai bahwa transformasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dengan dukungan teknologi seperti AI dan big data menjadikan ambisi ini bukan sekadar 
wacana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi bagaimana Indonesia ini bukan saja menjadi swasembada, tapi lumbung pangan dunia. Dan ini saatnya tepat dan bisa menyambungkan diskusi kita hari ini. Kenapa? Satu, pemerintah itu dengan MBG ini mengeluarkan Rp70 triliun plus Rp171 triliun atau 12 miliar dolar AS. Artinya setiap hari dibutuhkan 80 juta telur, ada 80 juta drumstick dan lain-lain. Tapi jangan dilihat ujungnya, di belakang itu terjadi hilirisasi yang luar biasa. Untuk beras, untuk kita bicara 
jagung, cabai," kata Anin. 

"Nah ini sekarang sangat modern penjalanannya. Jadi bukan saja kita bicara petani yang kita tahu selama ini, dari jaman kemerdekaan atau jaman perkembangan di jaman orde baru. Tapi sekarang AI, digital, big data, quantum computing sangat bisa digunakan. Jadi kalau satu kalimat iyalah modern agriculture to make Indonesia the global food hub. Jadi kan selama ini kita kan bicara about downstreaming of critical minerals. Tapi yang akan lebih sustainable. Karena kan critical minerals by nature pastinya terbatas, akan habis gitu. Tapi kalau misalnya peternakan, lalu juga petanian, dan juga perikanan tentu itu lebih berkelanjutan dan sustainable," tutupnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Harga iPhone 17 April 2026: Turun Tipis-tipis Dibanding Series Sebelumnya

Update Harga iPhone 17 April 2026: Turun Tipis-tipis Dibanding Series Sebelumnya

Meski cenderung menurun dibandingkan pendahulunya, namun harga iPhone 17 series per April 2026 di mitra resmi Apple alami fluktuasi, kadang naik, bisa turun.
Dean James Dapat Kabar Buruk usai Dilarang Bermain di Liga Belanda, Masa Depan Pemain Timnas Indonesia Dibicarakan

Dean James Dapat Kabar Buruk usai Dilarang Bermain di Liga Belanda, Masa Depan Pemain Timnas Indonesia Dibicarakan

Dean James tampaknya mendapatkan kabar buruk seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda. Masa depan pemain Timnas Indonesia itu kini di ujung tanduk.
Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Selasa 7 April: Ada 6 Wakil Indonesia Main, Ubed dari Kualifikasi

Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Selasa 7 April: Ada 6 Wakil Indonesia Main, Ubed dari Kualifikasi

Jadwal Kejuaraan Asia 2026 hari ini, di mana sejumlah wakil Indonesia akan beraksi termasuk Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed dari babak kualifikasi.
Pengembangan Korupsi Walikota Madiun Maidi, KPK Geledah Rumah Kadiskominfo dan Sita Dua HP serta Dokumen SPPD

Pengembangan Korupsi Walikota Madiun Maidi, KPK Geledah Rumah Kadiskominfo dan Sita Dua HP serta Dokumen SPPD

Proses pemeriksaan dan penggeledahan rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Noor Aflah berlangsung intens selama kurang lebih dua jam hingga pukul 15.30 WIB.
Harga BBM Hari Ini 7 April 2026: Pertalite Tembus Rp10.000 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Harga BBM Hari Ini 7 April 2026: Pertalite Tembus Rp10.000 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Harga BBM hari ini 7 April 2026, Pertalite naik jadi Rp10.000 per liter di Jakarta, simak daftar lengkap harga Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex terbaru.
Dedi Mulyadi Datang Langsung Serahkan Santunan Rp20 Juta ke Keluarga Korban Pengeroyokan Saat Hajatan di Purwakarta

Dedi Mulyadi Datang Langsung Serahkan Santunan Rp20 Juta ke Keluarga Korban Pengeroyokan Saat Hajatan di Purwakarta

Dedi Mulyadi temui keluarga korban pengeroyokan saat hajatan di Purwakarta dan serahkan santunan Rp20 juta. Kronologi kejadian bikin publik geram.

Trending

Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

​​​​​​​Dedi Mulyadi bantu dua pria asal Wonogiri secara cuma-cuma. Dari kisah sopir truk hingga mutasi kendaraan, aksi nyatanya tuai simpati publik luas.
Ole Romeny Tak Masuk Skuad Oxford United Lagi, Suporter Timnas Indonesia 'Mention' Erick Thohir: Gimana Ini Pak?

Ole Romeny Tak Masuk Skuad Oxford United Lagi, Suporter Timnas Indonesia 'Mention' Erick Thohir: Gimana Ini Pak?

Suporter Timnas Indonesia mengadu ke Erick Thohir setelah striker Timnas Indonesia Ole Romeny kembali tak masuk skuad Oxford United untuk yang ketujuh kalinya.
Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Kabar seputar Timnas Indonesia kembali memanas dan masuk daftar terpopuler. Mulai dari kritik duet lini belakang, media Vietnam girang hingga PSSI cari striker.
Harta Kekayaan Rudy Gunawan Capai Rp20 Miliar, Mantan Bupati Garut itu Miliki 19 Aset Tanah di Tahun 2023

Harta Kekayaan Rudy Gunawan Capai Rp20 Miliar, Mantan Bupati Garut itu Miliki 19 Aset Tanah di Tahun 2023

Harta kekayaan Rudy Gunawan mencapai hampir Rp20 miliar berdasarkan LHKPN KPK. Mantan Bupati Garut ini tercatat memiliki 19 aset tanah dan dua mobil mewah.
Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Jay Idzes langsung jadi perhatian dalam laga Sassuolo vs Cagliari di Serie A 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu terlibat momen krusial saat perkuat klubnya.
Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Satu pemain Timnas Indonesia lagi menghilang dari skuad pada laga pertama mereka setelah FIFA Series 2026. Sebelumnya, ini menimpa para pemain diaspora di Liga Belanda.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 8 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 8 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok 8 April 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak peluang rezeki dan strategi tepat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT