News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Efek Tarif Trump: Pertumbuhan Lapangan Kerja AS Melambat, Tapi PHK Masih Ditahan

Pertumbuhan lapangan kerja AS diprediksi melambat pada April akibat tarif Trump, tapi perusahaan masih enggan PHK. Ekonomi tetap di ujung ketidakpastian.
Jumat, 2 Mei 2025 - 11:40 WIB
ILUSTRASI - Bendera Amerika Serikat
Sumber :
  • Freepik

Washington, tvOnenews.com — Pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat diperkirakan melambat pada April 2025 akibat ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Namun, perusahaan-perusahaan masih cenderung mempertahankan tenaga kerja mereka, menjaga stabilitas pasar kerja—setidaknya untuk sementara waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Departemen Tenaga Kerja AS dijadwalkan merilis laporan ketenagakerjaan bulanan yang dipantau ketat pada Jumat. Meski begitu, banyak analis menilai laporan ini bersifat "mundur" dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi terkini, apalagi setelah Produk Domestik Bruto (PDB) AS mengalami kontraksi di kuartal pertama 2025 karena lonjakan impor menjelang pemberlakuan tarif baru.

Tarif besar-besaran yang diumumkan Trump pada 2 April lalu—disebutnya sebagai “Hari Pembebasan”—telah menaikkan bea masuk terhadap hampir semua mitra dagang AS, termasuk tarif hingga 145% untuk produk-produk China. Kebijakan ini memicu perang dagang baru dengan Beijing dan membuat sektor bisnis di AS berada dalam ketidakpastian.

Trump sempat menunda penerapan tarif balasan selama 90 hari, namun justru membuat dunia usaha terjebak dalam “jeda ekonomi” yang riskan.

“Situasinya seperti balon yang perlahan kehilangan udara,” kata Brian Bethune, ekonom di Boston College. “Perusahaan menahan PHK, berharap ada kejelasan arah kebijakan.”

Menurut survei Reuters, jumlah pekerjaan non-pertanian diperkirakan hanya bertambah 130.000 pada April, turun dari 228.000 di bulan sebelumnya. Meski lebih tinggi dari ambang minimum 100.000 untuk mengimbangi pertumbuhan populasi usia kerja, tren ini menunjukkan perlambatan. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di angka 4,2%.

Meskipun pasar kerja terlihat masih tangguh, tanda-tanda peringatan mulai bermunculan. Sentimen bisnis memburuk, dan beberapa perusahaan besar telah mulai menarik proyeksi keuangan 2025 mereka. Maskapai penerbangan misalnya, mengeluhkan anjloknya minat perjalanan non-esensial akibat tarif. General Motors juga memangkas proyeksi keuntungan 2025 karena terkena dampak tarif senilai US$4-5 miliar.

Kondisi makin rumit dengan keputusan China melarang maskapai mereka menerima pesawat baru dari Boeing. Maskapai Eropa Ryanair bahkan mengancam akan membatalkan pemesanan ratusan pesawat jika harga naik karena perang dagang.

Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,50% dalam pertemuan pekan depan.

Kebijakan yang tidak menentu mendorong banyak perusahaan untuk memangkas jam kerja ketimbang memecat karyawan. Jam kerja mingguan rata-rata stagnan di 34,2 jam sejak awal tahun.

“Berapa lama pasar kerja bisa menahan ketidakpastian ini?” tanya Martha Gimbel, Direktur Budget Lab di Yale. “Bisnis AS tangguh, tapi bukan berarti kebal dari dampak kebijakan yang sembrono.”

Efek tarif diprediksi baru akan benar-benar terasa di data resmi—seperti inflasi dan ketenagakerjaan—pada musim panas mendatang. Laporan dari lembaga seperti ISM dan University of Michigan sudah menunjukkan gambaran ekonomi yang suram.

Kontributor lain terhadap ketegangan pasar kerja adalah kebijakan pemangkasan besar-besaran yang dilakukan oleh Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) pimpinan Elon Musk, yang diberi mandat untuk memangkas anggaran dan memecat pegawai federal dalam jumlah besar. Sektor pendidikan dan riset kesehatan turut terkena imbas, padahal selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan lapangan kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, kekuatan pasar kerja masih tercermin dari kenaikan upah yang stabil. Gaji per jam rata-rata diperkirakan naik 0,3% pada April, sama seperti bulan sebelumnya. Secara tahunan, upah diprediksi tumbuh 3,9%, naik dari 3,8% di bulan Maret.

“Stagflasi biasanya datang dengan pasar tenaga kerja yang lemah, tapi sekarang berbeda. Selama masyarakat masih punya pekerjaan dan penghasilan relatif stabil, ekonomi punya peluang untuk tetap bertahan,” ujar Elizabeth Crofoot, ekonom senior di Lightcast. (reu/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prakiraan Cuaca 10 Oktober 2026, BMKG Sebut DKI Jakarta Berawan Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca 10 Oktober 2026, BMKG Sebut DKI Jakarta Berawan Berpotensi Hujan Ringan

Warga Jakarta perlu tahu nih, prakiraan cuaca hari ini untuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Tetaplah waspada dan pantau informasi BMKG.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung pada 11 Oktober 2026, Ada Peluang Rezeki dan Kabar Baik!

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung pada 11 Oktober 2026, Ada Peluang Rezeki dan Kabar Baik!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 11 Oktober 2026, ada peluang rezeki hingga kabar baik datang menghampiri. Zodiakmu termasuk?
Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 yang kini memasuki hari kedua di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026) dimana akan tersaji sesi kualifikasi dan juga Sprint Race.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT