News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rupiah Menguat, Bunga Turun, Kredit Siap Ngebut! OJK: Waktunya Perbankan Gas Pol!

OJK dorong perbankan genjot kredit di tengah rupiah stabil dan bunga turun. Saatnya ekonomi tumbuh, sektor UMKM hingga industri jadi prioritas.
Rabu, 4 Juni 2025 - 07:47 WIB
Ilustrasi uang rupiah
Sumber :
  • Unsplash/Mufid Majnun

Jakarta, tvOnenews.com – Di tengah dinamika global yang tak kunjung pasti, ekonomi Indonesia justru menunjukkan sinyal stabilisasi yang makin kuat. Dan kabar baiknya: perbankan nasional sedang bersiap tancap gas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kondisi makroekonomi domestik kini makin kondusif, membuka ruang lebar bagi ekspansi kredit. Stabilitas rupiah, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga turunnya bunga penjaminan LPS menjadi sinyal bahwa “musim semi” bagi pertumbuhan kredit telah datang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini membuka ruang untuk terciptanya kondisi yang lebih kondusif dalam konteks mendorong peningkatan kredit ke depannya,” tegas Dian dalam agenda silaturahmi bersama media, Selasa malam (3/6).

Tak hanya soal bunga dan kurs, likuiditas perbankan juga masih sangat longgar. Loan to Deposit Ratio (LDR) nasional tercatat di angka 87,99 persen per April 2025, masih dalam batas sehat dan memberikan ruang cukup bagi lembaga keuangan untuk menggenjot penyaluran kredit.

Namun, tantangan berikutnya tidak kalah penting: bagaimana memantik permintaan kredit, terutama dari sektor-sektor prioritas. Pemerintah saat ini tengah menggeber sejumlah program strategis nasional, mulai dari perumahan rakyat, hilirisasi industri, hingga penguatan UMKM. Semua ini digadang-gadang bakal jadi bahan bakar utama kebangkitan kredit nasional.

Pertumbuhan kredit memang melambat, dari 9,16 persen (yoy) pada Maret menjadi 8,88 persen (yoy) di April 2025. Tapi OJK tak panik. Dian menyebut perlambatan ini bersifat musiman, bukan struktural.

“Ini masih di awal tahun. Kemungkinan akan bounce back karena kondisi makro kita semakin stabil,” jelasnya.

Terkait isu bahwa bank lebih memilih bermain aman dengan menaruh dana di Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ketimbang disalurkan sebagai kredit, OJK punya pandangan tajam. Menurut Dian, imbal hasil SBN dan SRBI di kisaran 6-7 persen memang menarik. Tapi kredit tetap lebih menjanjikan dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penyaluran kredit tetap menjadi orientasi utama bank. Kalau bicara imbal hasil, kredit masih paling tinggi,” ujarnya.

Bank Indonesia sendiri memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan 2025 akan berada di kisaran 8–11 persen. OJK bahkan sedikit lebih optimistis dengan proyeksi 9–11 persen, sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) yang hingga kini belum direvisi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah disebut telah mencabut gelar kerajaan “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah.
Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral sebuah video diduga anak tendang ibunya di daerah Kalimantan Barat. Aksi si perempuan yang diduga menendang sang Ibu, memancing amarah warga sekitar
Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Polemik dokter Elda Putri Rahardini yang menjadi sorotan setelah unggahannya di media sosial (medsos) terkait pasien BPJS Kesehatan berujung pada sanksi akademik. 
Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar

Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis Indonesia dapat mengejar dan melampaui sejumlah negara di kawasan melalui pengembangan ETF emas.
Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Pertamina melihat Wilayah Kerja Pangkah di Gresik, Jawa Timur, bukan sekadar aset migas yang sudah berproduksi.
Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga mengawali paparannya dengan mengingat kembali sejarah bursa di Indonesia. Menurutnya, aktivitas bursa pertama kali dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT