News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saham BBCA Anjlok 22%, Analis: Justru Waktunya Borong Saham Bank Terbesar RI

Saham BBCA anjlok 22% sepanjang 2025. Meski terkoreksi, analis menilai BBCA undervalued dan jadi momentum emas untuk buy.
Rabu, 10 September 2025 - 11:39 WIB
Ilustrasi saham BBCA.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Saham perbankan tengah jadi sorotan di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Meski menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air, saham bank milik Grup Djarum ini terkoreksi tajam hingga 22,2% sepanjang 2025.

Koreksi harga saham BBCA ini seolah kontras dengan fundamental perseroan yang tetap solid. Kondisi pasar yang bergejolak dituding menjadi faktor utama tekanan harga saham. Namun, analis justru melihat peluang besar di balik penurunan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis: Saham BBCA Undervalued

Head of Research MNC Sekuritas, Victoria Venny, menegaskan penurunan saham BBCA hanya bersifat temporer. Menurutnya, valuasi saham BBCA saat ini sudah masuk kategori relatif murah.

“Kalau dilihat secara valuasi historis, BBCA sudah relatively terdiskon. Kinerja semester I 2025 solid. Ini hanya sentimen temporer dan faktor rotasi sektor. Saat pasar pulih, valuasi BBCA berpotensi rebound,” ujar Venny dalam keterangannya. 

Ia menambahkan, tren koreksi justru memberi kesempatan investor untuk masuk. “Dalam jangka menengah hingga panjang, saham BBCA masih sangat menarik,” katanya.

Kinerja Semester I 2025 Tetap Cemerlang

Di balik koreksi harga saham, kinerja BBCA tidak mengecewakan. Sepanjang Januari–Juni 2025, perseroan menyalurkan kredit Rp959 triliun atau tumbuh 12,9% year on year (yoy), jauh di atas pertumbuhan industri perbankan yang hanya 7,3% yoy menurut data Bank Indonesia.

BBCA juga mencetak laba bersih Rp29 triliun atau naik 8% yoy, ditopang pendapatan bunga bersih Rp42,5 triliun (+7% yoy) dan pendapatan non-bunga Rp13,7 triliun (+10,6% yoy).

Efisiensi operasional turut meningkat. Cost to Income Ratio (CIR) BBCA turun menjadi 29,1% dari 30,5% pada tahun sebelumnya, membuat laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 9,1% yoy menjadi Rp37,6 triliun.

Likuiditas dan Pendanaan Kuat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekuatan lain BBCA adalah basis pendanaan. Dana pihak ketiga tumbuh stabil 6% yoy, didorong giro (+9%) dan tabungan (+6%). Dengan rasio CASA mencapai 82,5%, BBCA berada jauh di atas rata-rata industri.

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 78,9%, mencerminkan ruang ekspansi kredit yang tetap luas tanpa mengorbankan likuiditas. Kondisi ini menjaga margin bunga bersih (NIM) BBCA tetap solid.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

21 Ribu BPJS PBI Warga Kota Yogyakarta Nonaktif, Pasien Diabetes dan Kanker Jadi Prioritas Reaktivasi

21 Ribu BPJS PBI Warga Kota Yogyakarta Nonaktif, Pasien Diabetes dan Kanker Jadi Prioritas Reaktivasi

Sebanyak 21 ribu kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik warga Kota Yogyakarta dalam status nonaktif. 
Imbas Gempa Pacitan di DIY: Belasan Bangunan Rusak dan 40 Warga Terluka, Terparah di Bantul

Imbas Gempa Pacitan di DIY: Belasan Bangunan Rusak dan 40 Warga Terluka, Terparah di Bantul

Gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026) dini hari berdampak hingga DI Yogyakarta.
Wamen HAM Berkomentar Terkait Insiden Anak SD Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis di NTT

Wamen HAM Berkomentar Terkait Insiden Anak SD Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis di NTT

Insiden anak berinisial YBH (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengakhiri hidup karena tak mampu membeli alat tulis, dinilai sebagai bukti negara
Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta Dipastikan Terjaring OTT KPK

Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta Dipastikan Terjaring OTT KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Depok, Jawa Barat pada Kamis (5/2/2026) malam.
DFSK Perkenalkan Identitas Baru di IIMS 2026, Tegaskan Arah Bisnis dan Perkuat Pasar Otomotif Indonesia

DFSK Perkenalkan Identitas Baru di IIMS 2026, Tegaskan Arah Bisnis dan Perkuat Pasar Otomotif Indonesia

Lewat logo dan slogan baru, DFSK mengklaim mengedepankan profesionalisme, efisiensi, serta kepercayaan guna menciptakan nilai jangka panjang dan membangun hubungan berkelanjutan dengan konsumen.
Gerindra Berkomentar soal Wacana Duet Prabowo–Zulhas di Pilpres 2029: Anggap sebuah Doa

Gerindra Berkomentar soal Wacana Duet Prabowo–Zulhas di Pilpres 2029: Anggap sebuah Doa

Belakangan ini mencuat wacana terkait Prabowo Subianto duet dengan Zulhas di Pilpres 2029. Sontak, hal ini menuai komentar dari politikus Gerindra.

Trending

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 7 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 7 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 7 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces, membahas peluang rezeki, kondisi finansial, dan angka hoki harian.
Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Berikut susunan pemain tim putri Indonesia vs Thailand di Perempat final Kejuaraan Beregu Asia 2026
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT