GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kopdes Merah Putih Bisa Ajukan Pinjaman ke Bank Himbara, Bunga Ditargetkan di Bawah 6 Persen

Kopdes Merah Putih resmi bisa ajukan pinjaman modal ke bank Himbara dengan bunga di bawah 6 persen. Plafon hingga Rp3 miliar per koperasi, target 16 ribu unit.
Selasa, 16 September 2025 - 10:26 WIB
Komitmen Bank Mandiri Bangun Ekonomi Desa, Perkuat Dukungan terhadap Koperasi Merah Putih
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah resmi membuka akses pembiayaan bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih melalui bank-bank milik negara (Himbara) mulai Senin (15/9/2025). Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan skema pinjaman berbunga rendah, yakni ditargetkan kurang dari 6 persen per tahun.

Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan, pihaknya bersama Kementerian Keuangan serta Himbara telah menyepakati mekanisme penyaluran modal bagi koperasi desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pokoknya kalau bisa kurang dari 6 persen, itu target kami. Jadi benar-benar terjangkau untuk koperasi,” kata Ferry di Jakarta, Senin (15/9).

Plafon Pinjaman Rp3 Miliar per Kopdes

Dalam tahap awal, setiap koperasi desa bisa mengajukan pinjaman dengan plafon maksimal Rp3 miliar. Dari total itu, pemerintah menyiapkan skema pencairan awal sebesar Rp1 triliun untuk sekitar 1.000 koperasi. Angka ini akan diperluas hingga 16 ribu Kopdes Merah Putih dengan total plafon sekitar Rp16 triliun.

“Plafonnya Rp3 miliar. Hari ini saja ada 1.000 koperasi yang sudah bisa mencairkan. Selanjutnya, jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Ferry.

Syarat Lebih Ringkas

Berbeda dengan skema pinjaman umum, syarat pengajuan bagi Kopdes Merah Putih dibuat lebih sederhana. Proposal bisnis yang diajukan koperasi cukup disetujui oleh pengawas internal, tanpa harus menunggu musyawarah desa khusus (musdesus).

“Musdesus itu tugasnya hanya membentuk koperasi desa, bukan menyetujui proposal. Jadi sekarang lebih ringkas, cukup di-approve oleh pengawas dari desa atau kelurahan,” jelas Ferry.

Selain itu, pemerintah bersama Himbara juga menyediakan manual book dan pendampingan regional agar koperasi lebih mudah menyusun proposal dan mencairkan dana.

Sistem Digital dan Pengawasan Ketat

Untuk menjamin transparansi, pemerintah menyiapkan sistem informasi manajemen Kopdes Merah Putih. Sistem ini akan memudahkan monitoring digital atas pencairan dan penggunaan dana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sudah siapkan project management officer serta business assistant yang masing-masing mendampingi 10 koperasi. Jadi dari sisi pengawasan dan manajemen risiko sudah lebih ketat,” tambah Ferry.

Kepala desa dan anggota koperasi juga berperan sebagai pengawas internal, sementara pihak bank tetap mensyaratkan adanya penjamin (avalis) guna menekan risiko kredit macet.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyebut kondisi tersebut menjadi alarm serius yang mencerminkan rapuhnya fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

Caketum BPP HIPMI, Anthony Leong, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas berbagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri jadi pevoli terakhir yang diumumkan.
Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Komisaris Besar Polisi Budi Susanto, mengatakan bagian tubuh tersebut ditemukan menempel pada bagian ketiak dan diduga milik seorang anak kecil.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT