GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dituntut Inovatif di Era Digital, Belanja Kesehatan secara Kilat Bisa Ubah Standar Layanan Bisnis Kesehatan

Terobosan baru WhatsApp Commerce Express 1 Jam menjadi fitur layanan belanja kesehatan digital pertama di Indonesia yang mengedepankan kecepatan dan kemudahan.
Senin, 6 Oktober 2025 - 20:36 WIB
Ilustrasi layanan kesehatan apotek.
Sumber :
  • Dok. VIVA Apotek

Jakarta, tvOnenews.com - Pesatnya era digitalisasi akhirnya menuntut persaingan bisnis untuk semakin inovatif, tak terkecuali di sektor layanan kesehatan.

Inisiasi layanan belanja obat secara online yang dilakukan oleh apotek-apotek misalnya, masih menjadi pengalaman yang membuat sebagian kastemer tak terpuaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Respons lambat saat memesan, proses verifikasi yang rumit, sampai soal pengiriman yang memakan waktu lama masih menjadi kendala umum yang dirasakan konsumen di lini layanan belanja kesehatan.

Menjawab kebutuhan itu, VIVA Apotek baru saja meluncurkan terobosan baru WhatsApp Commerce Express 1 Jam. Fitur ini diklaim sebagai belanja kesehatan digital pertama di Indonesia yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan.

Inovasi ini menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan yang ingin mendapatkan obat dan produk kesehatan tanpa harus menunggu lama.

Lewat layanan ini, pelanggan cukup mengirim pesan ke nomor WhatsApp resmi VIVA Apotek, kemudian sistem otomatis langsung memproses pesanan tanpa perlu menunggu balasan manual, dan produk dikirim dari cabang terdekat. Hasilnya, dalam waktu hanya 1 jam, pesanan sudah sampai di tangan pelanggan.

“Kami memahami betul bahwa kesehatan tidak bisa menunggu. Karena itu, VIVA Apotek menghadirkan WhatsApp Commerce Express 1 Jam sebagai revolusi baru dalam belanja kesehatan digital. Kami bangga menjadi pionir di Indonesia dalam mengatasi masalah keterlambatan pemesanan obat yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” ujar Amanda Mardatillah, Chief Marketing Officer VIVA Apotek, dalam keterangan tertulis, Senin (6/10/2025).

Sementara itu, Muhammad Edi Irfandianto, Head of WhatsApp Commerce VIVA Apotek, menjelaskan bahwa layanan ini dikembangkan dengan pendekatan teknologi Customer Relationship Management (CRM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Layanan WhatsApp Commerce Express 1 jam ini kami kembangkan dengan mengedepankan teknologi Customer Relationship Management (CRM) agar setiap pelanggan mendapatkan pengalaman berbelanja terbaik. Kami memastikan bahwa interaksi pelanggan dengan VIVA Apotek tidak hanya cepat, tetapi juga personal, aman dan relevan dengan kebutuhan kesehatan mereka. Ini wujud nyata komitmen kami dalam mengintegrasikan teknologi dengan layanan kesehatan,” ungkapnya.

Selain cepat, VIVA Apotek juga menjamin keamanan dan keaslian setiap produk yang dikirim. Semua obat dan produk kesehatan berasal langsung dari jaringan apotek resmi VIVA Apotek, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir soal keaslian maupun keamanan produk.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Kali Bantu Inter Milan Raih Scudetto, Hakan Calhanoglu Jelaskan Masa Depannya di Bursa Transfer: Saya Nyaman di Italia

Dua Kali Bantu Inter Milan Raih Scudetto, Hakan Calhanoglu Jelaskan Masa Depannya di Bursa Transfer: Saya Nyaman di Italia

Gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu, buka suara mengenai masa depannya di Giuseppe Meazza setelah kembali membantu Nerazzurri meraih Scudetto di Serie A.
Marak Begal hingga Jambret, Pemprov DKI Siapkan Bantalan Sosial untuk Jaga Keamanan Ibu Kota

Marak Begal hingga Jambret, Pemprov DKI Siapkan Bantalan Sosial untuk Jaga Keamanan Ibu Kota

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan bantalan sosial dan memperkuat koordinasi keamanan bersama Polda Metro Jaya menyusul maraknya aksi begal dan penjambretan di ibu kota.
Publik Korea Mulai Beri Julukan Baru untuk Megawati Hangestri, Bukan Lagi Megatron

Publik Korea Mulai Beri Julukan Baru untuk Megawati Hangestri, Bukan Lagi Megatron

Megawati Hangestri mendapat julukan baru dari publik Korea usai resmi gabung Hyundai Hillstate. Bukan lagi Megatron, pevoli Indonesia itu kini disebut...
Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha, Polres Yogya Terlusuri Rekening Hakim dan Dosen

Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha, Polres Yogya Terlusuri Rekening Hakim dan Dosen

Kasus Daycare Little Aresha memasuki babak baru. Pasalnya, Polresta Yogya menelusuri rekening koran milik hakim aktif bernama Rafid Ihsan Lubis yang namanya
Suami Inayah Wahid Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Suami Inayah Wahid Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Annuqayah menghadiri Rapat Nasional I Majelis Salakan yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya.
Mohon Maaf Warga Malut, Gubernur Sherly Tjoanda Sampaikan Keputusan Tegas untuk Orang yang Punya Utang Pinjol

Mohon Maaf Warga Malut, Gubernur Sherly Tjoanda Sampaikan Keputusan Tegas untuk Orang yang Punya Utang Pinjol

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menyampaikan keputusan tegas untuk warganya yang punya utang pinjol ataupun utang di bank. Sherly Tjoanda tegaskan soal utang.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

Pemilik WO pernah kecewa dengan sikap Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat. Kondisi Josepha Alexandra setelah diduga mendapat ancaman
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT