News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPPU Ingatkan Pemerintah: Kuota Impor BBM Jangan Bikin SPBU Swasta Kolaps, Konsumen Harus Diberi Pilihan

KPPU mendorong pentingnya menjaga persaingan sehat dalam kebijakan kuota impor BBM, terutama menjelang normalisasi skema impor bagi badan usaha swasta pada 2026.
Rabu, 3 Desember 2025 - 14:55 WIB
Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Aru Armando.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Aru Armando, menekankan pentingnya menjaga persaingan sehat dalam kebijakan kuota impor bahan bakar minyak (BBM), terutama menjelang normalisasi skema impor bagi badan usaha swasta pada 2026.

Ia menegaskan, kebijakan pemerintah tidak boleh sampai mematikan ruang gerak SPBU swasta maupun membatasi pilihan konsumen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“KPPU menginginkan (pemerintah) mengeluarkan kebijakan, itu prinsip persaingan usaha yang sehatnya tetap ditampilkan. Artinya ketika pun masih ada kuota, kuotanya itu tetap memberikan ruang persaingan kepada pelaku usaha dan yang paling penting adalah memberikan opsi pada konsumen untuk memilih siapa yang dia pilih (SPBU),” ujar Aru Armando di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).

Aru menegaskan bahwa pasar BBM seharusnya memberi ruang bagi masyarakat untuk memilih produk dan pelayanan terbaik.

“Kita berbicara masalah BBM, konsumen seharusnya diberikan pilihan untuk dapat bebas memilih, dia mau beli (BBM di) SPBU, apakah SPBU-nya BUMN atau swasta kita serahkan kepada konsumen,” tegasnya.

Menurut Aru, tantangan terbesar justru ada pada inovasi pelaku usaha. Ia mencontohkan bagaimana layanan menjadi faktor pembeda yang penting bagi konsumen.

“Sehingga tantangannya adalah inovasi dari pelaku usaha itu sendiri, misalnya adalah ada perbaikan dari sisi kualitas, memperbaiki dari sisi layanan, itu nanti akhirnya akan menjadi salah satu tolak ukur dasar dari konsumen itu untuk memilih provider mana yang mau dia pilih,” ucap dia.

“Kita datang di SPBU, kita dapat gratis fasilitas dibersihkan kacanya, itu kan sisi plus dari sisi layanan, kita datang ke SPBU dengan harapan bahwa kualitas BBM yang kita beli itu adalah kualitas yang sesuai,” lanjutnya.

Ketika ditanya apakah mekanisme kuota sempat membuat sejumlah SPBU swasta tutup atau menghentikan layanan jenis BBM tertentu, Aru menilai perlu dilihat lagi bagaimana pemerintah menetapkan kuotanya.

“Terkait dengan masalah kuota ini kan kita akan melihat kebutuhan dari pelaku usaha itu. Tapi memang kebijakan kuota ini kan kita akan sebagai opening policy dari pemerintah untuk membuat kuota, apakah kuota yang diberikan itu sudah sesuai atau tidak,” ujarnya.

Aru menegaskan bahwa sektor energi tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada pasar bebas. “Ini adalah sesuatu yang sangat esensial masalah energi, masalah BBM juga esensial. Tidak serta-merta menurut kami itu bijak untuk melepaskan semua pasar bebas-bebas. Tetap harus ada peran pemerintah untuk menjaga sektor,” tandas dia.

Pernyataan KPPU muncul di tengah kebijakan terbaru pemerintah yang akan mengembalikan kuota impor BBM untuk badan usaha swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR pada 2026.

Selama beberapa waktu terakhir, mereka tidak bisa mengimpor langsung karena kuota impornya habis dan harus mengandalkan skema business to business (B2B) dengan Pertamina.

“Yang pasti kuota impor balik normal kok, tidak lewat B2B lagi (dengan Pertamina). Ini kan kemarin karena ada kondisi tertentu ya, kita nyari solusi jangka pendek saja,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, dikutip Rabu (26/11/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan usaha swasta akan kembali bisa mengimpor Base Fuel secara mandiri, namun tetap wajib mengikuti prosedur pemerintah, termasuk pengajuan kebutuhan berdasarkan neraca komoditas masing-masing.

Dengan normalisasi impor tahun depan, KPPU menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan distribusi kuota tidak lagi memicu ketimpangan yang berujung terganggunya layanan SPBU swasta serta mengerucutnya pilihan konsumen. (agr/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Timnas Voli Indonesia tak masuk dalam daftar peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026. Pasalnya, skuad Garuda tak lolos ke ajang bergengsi ini meski baru saja meraih gelar juara AVC Men's Cup 2026.
Modus Jual Kopi, Warung di Bekasi Ternyata Edarkan Obat Keras

Modus Jual Kopi, Warung di Bekasi Ternyata Edarkan Obat Keras

Panit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Mokhammad Fatoni mengatakan seorang pria diamankan pada Minggu (14/6) pukul 15.00 WIB.
Venezuela Alami Lebih dari 500 Gempa Susulan Sejak Gempa Pertama Mengguncang pada 24 Juni 2026

Venezuela Alami Lebih dari 500 Gempa Susulan Sejak Gempa Pertama Mengguncang pada 24 Juni 2026

Venezuela mengalami lebih dari 500 gempa susulan sejak dua gempa kuat mengguncang pada 24 Juni 2026 lalu.
Antisipasi Membludaknya Simpatisan Nadiem Saat Sidang Putusan, Polisi Perketat Keamanan

Antisipasi Membludaknya Simpatisan Nadiem Saat Sidang Putusan, Polisi Perketat Keamanan

Pengamanan diperketat karena sidang putusan Nadiem Makarim diperkirakan akan menyedot perhatian publik. Polisi mengantisipasi kehadiran massa, termasuk para simpatisan.
Dukung Deklarasi STBM, Bank Jakarta Berikan 1 Unit MCK Komunal di Tomang, Jakarta Barat

Dukung Deklarasi STBM, Bank Jakarta Berikan 1 Unit MCK Komunal di Tomang, Jakarta Barat

Bank Jakarta wujudkan program CSR berupa pemberian 1 Unit Mandi Cuci Kakus (MCK) berbasis komunal di Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Jerman menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-4 dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.

Trending

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Memasuki Rabu, 1 Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memasuki fase yang lebih menjanjikan dalam urusan finansial. Siapa saja mereka yang bercuan deras?
6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan pergerakan positif dalam sektor keuangan pada periode 1 - 7 Juli 2026. Siapa saja?
Hasil 32 Besar Piala Dunia: Brasil Comeback Lawan Jepang, Jerman Disingkirkan Paraguay

Hasil 32 Besar Piala Dunia: Brasil Comeback Lawan Jepang, Jerman Disingkirkan Paraguay

Timnas Brasil mampu comeback dari Jepang di Piala Dunia 2026. Namun, Jerman justru gagal setelah ditumbangkan Paraguay di babak adu penalti
Piala Dunia 2026: Respons Carlo Ancelotti Usai Brasil Epic Comeback 2-1 Lawan Jepang dan Lolos 16 Besar, Tetap Respect ke Samurai Biru

Piala Dunia 2026: Respons Carlo Ancelotti Usai Brasil Epic Comeback 2-1 Lawan Jepang dan Lolos 16 Besar, Tetap Respect ke Samurai Biru

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya usai memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selebgram Awkarin Diperiksa Kasus Hanania Travel, Ngaku Balikin Uang Saku ke Penyidik

Selebgram Awkarin Diperiksa Kasus Hanania Travel, Ngaku Balikin Uang Saku ke Penyidik

Selebgram Karin Novilda alias Awkarin selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam promosi travel umrah Hanania Group, pada Senin (29/6/2026).
Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Polres Metro Jakarta Pusat memilih menghentikan penyelidikan kasus dugaan pencurian yang dilaporkan oleh Bangun Paulus Tudungta.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT